logo       

Kata-kata lebih tajam daripada Pedang?: msg#00252

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Kata-kata lebih tajam daripada Pedang?

Setelah beberapa minggu di geger-kan dengan huru-hara perkara cartoon yang
diterbitkan oleh koran Denmark itu aku jadi penasaran juga.

Perlu rupanya perkara konflik agama yang dilandasi apapun alasannya dikaji
dengan kepala dingin.

Dalam hati aku tanya kepada saudara2 yang beragama Islam, masih ingat patung
di Bamiyan di Afghanistan? Sebenarnya patung ini kalau tidak salah sudah di
klasifikasi sebagai peninggalan budaya manusia oleh PBB. Jadi semacam
peninggalan candi Borobudur dan candi2 Ankor Wat di Asteng, Pyramid di Mesir,
Great Wall semuanya ini sudah termasuk world heritage. Tapi kenapa oleh
golongan Muslim masih juga patung di Bamiyan itu dihancurkan?. Apakah ada
waktu itu huru hara yang dilakukan oleh yang merasa di hina dan dilecehkan
yakni golongan Budhist? Terasa tidak ada yang protes /demo dan ngamuk2 bawa
golok bukan?

Apakah dengan membandingkan dua contoh diatas, perkara Bamiyan dan perkara
cartoon di koran di Denmark itu, kita bisa berkesimpulan bahwa rupanya
kata2(cartoon) itu lebih tajam ketimbang Pedang? Juga karangan Salman Rushdi
"The Satanic Verses" menghebohkan juga sampai2 si pengarang ngumpet chawatir
batang lehernya yang sudah dideklarasikan oleh Ayatolah, monggo2 saja bisa
bebas ditabas oleh semua yang merasa di lecehkan.
Nyerempet ke kejadian2 di Indonesia, sebenarnya berapa tuh gereja yang sudah
dirusak dan dibakar? Bahkan masjid Ahmadyah pun bisa jadi korban amukan. Apakah
memang sebagian golongan islam itu cenderung menggunakan kekerasan ketimbang
melawan dengan argumentasi terhadap apa yang tidak disetujuinya?

Baru2 ini independent body disini men-survey murid2 sekolah year 11/12, sama
dengan murid2 kelas SMA 2/3. Pertanyaan di tujukan kepada 550 murid sekolah
swasta dan pemerintah. Atas pertanyaan: apakah agama Islam itu punya
kecenderungan menggunakan kekerasan? Hasilnya 61% mengatakan mereka percaya
bahwa agama Islam cenderung menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan konflik.
Juga ditanya apakah cartoon yang menghebohkan itu termasuk pelecehan atau
sebagai ungkapan freedom of speech. 75% menghendaki agar freedom of speech
tetap di pegang.Phrasing yang mereka ungkapkan: "If you live in a liberal
country like Australia,you MUST be ready to be offended"

Sebenarnya bagi para imigran yang sudah dapat perlindungan dan pengayoman di
negara pilihannya, rupanya pepatah ini perlu di masuk-kan dalam hati.
"Junjunglah langit di mana anda berada" atau ....."if you live in Rome, do what
the Romans do" Jangan jadi tamu yang maunya membawakan caranya sendiri, aturan
tuan rumah harus dipatuhi....padahal tuan rumah tidak memberikan kartu undangan
kepada mereka untuk "ber-tamu". Kalau para imigran kayak yang berjubel di EU
yang sekarang total jendral sebanyak 15 juta asal negara2 majority Islam itu
tidak menyetujui cara dan kultur tuan rumah:.....ya monggo2 hengkang saja balik
ke negara asal. Simple as that bukan? Kemungkinan besar ngak ada tuh koran di
Denmark itu sampai pasang cartoon itu.

Harry Adinegara


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Find a local business fast with Yahoo! Local Search

[Non-text portions of this message have been removed]





.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise