logo       

[PP] Singkawang Menjelma Jadi Tiongkok: msg#00248

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: [PP] Singkawang Menjelma Jadi Tiongkok


http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=57&mode=\
&order=0&thold=0
<http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=57&mode\
=&order=0&thold=0>

Singkawang Menjelma Jadi Tiongkok
Gong Xi Fat Choi

[MERIAH : Perayaan Hari Raya Imlek di Kota Singkawang berlangsung
meriah mulai dari pesta Kembang Api kemudian pada tengah malam
dilanjutkan dengan berdoa. Foto Shando/Pontianak Post]
Singkawang,- Gong Xi Fat Choi. Salam hangat itu berkumandang sejak
malam tahun baru Imlek, Sabtu malam hingga Minggu kemarin. Penyambutan
kedatangan tahun baru yang dinantikan warga Tionghoa di Singkawang
dilakukan dengan berbagai kegiatan.

Kegiatan penyambutan tampak Sabtu (28/1). Menjadi kebiasaan keluarga
dari etnis Tionghoa untuk makan bersama atau kerap disebut "makan
besar".

Dimana seluruh keluarga dan undangan dari kerabat dekat, makan
bersama-sama sebagai ungkapan rasa syukur. Usai acara keluarga sepeti
itu, beberapa warga Tionghoa menjelang malam menuju tempat ibadah. Ada
yang mengikuti ibadat sabda di gereja, vihara ataupun kelenteng. Warga
pun tumpah ruah terutama di ruas jalan Dipenogoro dan pasar Singkawang.

Dua vihara di tengah kota juga ramai dikunjungi warga yang hendak
memanjatkan syukur. Seperti vihara kota yang ada di persimpangan di
tengah pasar Singkawang. Ribuan umat silih berganti sepanjang malam
mendatangi tempat ibadah hingga pagi hari.

Seperti tahun sebelumnya juga, ditempat tersebut beberapa pengemis
menggelar alas seadanya menunggu belas kasihan warga yang usai
melaksanakan ibadahnya. Menginjak pukul 22.00 WIB, pentas hiburan yang
didirikan di tengah pasar dekat Hotel Prapatan mulai menggelar pesta
kembang api. Berturut-turut para Muspida serta beberapa tokoh lainnya
dipersilahkan untuk menyulut kembang api. Kemeriahan itu disambut
antusias warga Singkawang yang memenuhi ruas jalan yang telah diblokir
sebelumnya oleh aparat keamanan. Sementara itu bunyi petasan dan
permainan kembang api menyertai di seantero kota Singkawang. Bunyi
gemuruh menggema hampir sepanjang malam. Singkawang seakan menjelma
menjadi Tiongkok atau Taiwan malam Minggu itu.

Di tempat lain, beberapa toko, baik toko pakaian dan sepatu ataupun
minimarket masih menunggu pembeli. Bila pada hari-hari biasa, hampir
seluruh toko biasanya sudah tutup mengijak pukul 21.00 WIB, namun malam
tahun baru Imlek, ada toko dan minimarket yang baru menutup aktifitas
pelayanannya pada pukul 23.00 WIB.

Pergantian tahun dari tahun ayam ke tahun anjing di Singkawang ini juga
mendapat perhatian dari beberapa televisi swasta. Beberapa tempat ibadah
juga menarik perhatian beberapa warga yang memiliki hobi fotographi.
Pelaksanaan perayaan Imlek yang berlangsung aman dan tertib membuat
warga bergembira. Sementara itu, sejak pagi hari, beberapa kelompok yang
mengusung permainan barongsai dan naga sudah tampak turun ke rumah-rumah
warga.

Waka Polres Singkawang melalui Kasat Reskim Polres Singkawang, Ajun
Komisaris Polisi Oni Prasetya kepada Pontianak Post menyatakan, malam
perayaan imlek di Kota Singkawang aman terkendali. Saat masyarakat
melaksanakan sembahyang di vihara-vihara, polisi selalu memantau
pelaksanaan itu dan tidak ada gangguan terhadap pelaksanaan sembahyang.
"Pelaksanaaan imlek aman. Tak ada perkelahian, tak ada kebakaran dan
sebagainya," kata Oni, kepada Pontianak Post, kemarin.

Bagaimana dengan mercon, apakah polisi melakukan razia, Oni menyatakan
pihaknya telah melakukan razia sesuai dengan perintah Kapolda Kalbar.
Tapi, katanya, razia itu lebih difokuskan oleh Polsek Singkawang Barat.
"Bisa tanyakan ke Polsek Singkawang Barat soal ini," ujarnya.

Kapolsek Singkawang Barat, IPTU Bagio Erianto SH, menjelaskan jajaran
polsek yang dipimpinnya melakukan razia mercon yang ukuran besar sehari
sebelum pelaksanaan imlek di Kota Singkawang, terutama di wilayah hukum
Polsek Singkawang Barat. "Ada beberapa mercon agak besar kita amankan.

Kita khawatir ini sangat membahayakan bagi masyarakat," kata Bagio yang
dihubungi terpisah, kemarin.

Pemantauan Pontianak Post di lapangan, sejumlah pedagang kaki lima
menggelar jualan kembang api dan sebagainya. Penjualan kembang api
dadakan ini terpusat di Jalan Budi Utomo dan Diponegoro. Selain pedagang
menggelar jualan kembang api terlihat juga banyak penjual mainan,
seperti balon gas dan sebagainya. Bahkan bermunculan penjual makanan
seperti sate dan hal ini sudah menjadi tradisi setiap datangnya
imlek.(bas/zrf)




http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=56&mode=\
&order=0&thold=0
<http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=56&mode\
=&order=0&thold=0>

Naga Menggeliat, Buka Mata di Vihara
Hari Ini Keliling Kota

[BUKA MATA: Naga mulai buka mata di Vihara-vihara Singkawang. Tampak
seekor naga melakukan ritual buka mata di Vihara Tri Dharma Pusat Kota,
salah satu vihara tertua di Kota Singkawang. (Shando/Pontianak Post) ]
Singkawang,- Arakan naga kembali dapat disaksikan saat perayaan imlek
tahun ini. Ritual "naga buka mata" telah dilangsungkan, kemarin.
Sejumlah naga yang mengikuti ritual adat dan budaya Tionghoa itu membuka
mata di masing-masing vihara atau kelenteng yang tersebar di seluruh
kota Singkawang.

Menurut ketua panitia perayaan imlek dan cap go meh kota Singkawang Bong
Wui Khong, Sabtu (28/1), bahkan ada naga yang sudah "buka mata" sejak 22
Januari lalu di Sebangkau. Disebutkan dia, ritual naga buka mata itu
tergantung dari petunjuk masing-masing lauya di mana naga itu berasal.
Setelah membuka mata, maka akan ada ritual tutup mata yang dilakukan di
vihara tempat awal membuka mata.

Kemarin, di vihara kota, sudah dilakukan ritual untuk buka mata bagi
naga. Naga itu, hari ini baru diperbolehkan untuk berkunjung dari rumah
ke rumah. Sedangkan kemarin, usai membuka mata, naga hanya boleh
berkunjung dari satu vihara ke vihara lainnya sebagai rangkaian ritual
yang biasa dilakukan.

"Kalau kita, H-1 sudah buka mata. Lalu naga akan main hari pertama imlek
sampai hari keenam," kata Bong Wui Khong yang juga anggota DPRD Kota
Singkawang itu. Setelah hari keenam, maka naga akan beristirahat sampai
dengan hari ke 13. Dimana saat itu, oleh panitia, naga akan
diikutsertakan dalam pawai lampion. Kemudian pada hari ke 14 dan 15,
akan diikuti dengan berkeliling kota lagi.

"Lazimnya di kota Singkawang memang hari ini (kemarin, Red) naga sudah
buka mata. Tetapi mereka tidak boleh berkunjung dari rumah ke rumah.
Setelah masuk tahun baru Imlek, baru mereka boleh berkunjung dari rumah
ke rumah," katanya.

Menurut Bong Wui Khong, ada pula naga yang tidak buka mata atau tidak
mengikuti ritual tersebut. Naga tersebut biasanya dimainkan untuk
kepentingan kesenian dan pertunjukkan atau permainan. Naga yang tidak
buka mata ini, kata Bong Wui Khong, tidak perlu mengikuti ritual tutup
mata yang kemudian dibakar.

Dikatakan Bong Wui Khong, bagi mereka yang percaya, maka naga yang
mengikuti ritual buka mata, adalah naga yang dapat membawa berkah kepada
warga. Tertutama jika mengunjungi rumah atau tempat usaha warga. Bong
Wui Khong berharap pelaksanaan kegiatan Imlek hingga Cap Go Meh
mendatang dapat berlangsung aman dan tertib. Hal itu berkaitan erat
dengan turunnya naga, barongsai serta para tatung nantinya. Bagi yang
mempercayainya, tiga unsur ini dapat membawa berkah dan menolak bencana.
(bas)








[Non-text portions of this message have been removed]





.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise