logo       

Fwd: Fearless - Film Wushu Terbaru dan Terakhir Jet Li: msg#00189

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Fwd: Fearless - Film Wushu Terbaru dan Terakhir Jet Li

Dari milis tetangga:

siwu <b831zi-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
From: siwu <b831zi-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Sat, 4 Feb 2006 18:40:54 +0800
Subject: [Mahayana_Indonesia] Fearless - Film Wushu Terbaru dan Terakhir Jet Li

Fearless ? Film Wushu Terbaru dan Terakhir Jet Li
Film Nuansa Buddhis
 
Selama ini kita telah mengenal tokoh kungfu heroik yang telah dilayar-emaskan seperti Huang Fei Hong (Wong Fei Hung) dan Chen Zhen (baca: Jen Cen). Huang Fei Hung dikenal dengan Perkumpulan Bao Zhi Lin di Guangdong, sedang Chen Zhen dengan Jing Wu Men (Cing U Men) di Shanghai. Kaisar Kungfu Jet Li pernah memerankan kedua tokoh ini. Tokoh Chen Zhen pernah pula diperankan oleh alm. Bruce Lee dalam Fist of Fury (1972).
Kalau Huang Fei Hong (1847-1924) dikenal sebagai master kungfu kontemporer dari Tiongkok Selatan, maka Huo Yuan Jia (1869-1910) adalah master kungfu dari Tiongkok Utara. Siapa Huo Yuan Jia ini? Dialah pendiri Jing Wu Men (1909), sekaligus guru dari Chen Zhen. Jing Wu Men sendiri akhirnya tutup pada tahun 1937 semasa invasi Jepang ke daratan Tiongkok.
Fearless adalah kisah mengenai Huo Yuan Jia (baca: Huo Yuen Cia), seorang tokoh yang jasmaninya hidup sekitar 100 tahun yang lampau tetapi semangatnya senantiasa tetap hidup di sanubari setiap orang Tionghoa modern sebagai heroik wushu (seni bela diri Tiongkok) penentang imperialis Barat dan Jepang. Huo adalah master kungfu yang terdiri dari darah dan daging, bukan sekedar legenda, yang berasal dari Tianjin (dekat Beijing). Huo meninggal dalam usia relatif muda, dikabarkan meninggal karena diracun oleh pihak Jepang.
Dalam acara pemutaran perdana di Beijing 20 Januari lalu, Jet Li sempat menyatakan ini adalah film wushunya yang terakhir. Apa makna di balik ucapan ini, serta apa alasan yang mendasari Jet Li membintangi film yang menghabiskan dana sekitar 11 juta USD ini?
"Suhuku mengatakan bahwa makam tokoh sesepuh wushu, Huo Yuan Jia, di Tianjin perlu dipugar dan memerlukan dana 100 ribu RMB (12 ribu USD). Waktu itu aku berpikir, memperbaiki makam seseorang yang telah meninggal bukanlah hal yang ingin kulakukan. Suatu ketika bila ada kesempatan, tujuan paling utama dalam hidupku adalah menyebarluaskan semangat Huo Yuan Jia ke seluruh dunia. Hari ini saya telah merealisasikannya, saya ingin meminta maaf kepada suhu. Waktu itu Anda mungkin tidak memahami maksud saya, tetapi kini Anda telah mengerti." Inilah salah satu alasan kenapa Jet Li memerankan tokoh Huo.
"Saya bermain film, baik di Tiongkok, Eropa ataupun Amerika, sudah 35 tahun lamanya. Saya telah lama mencari satu topik film yang dapat mengungkapkan pemahaman saya tentang kungfu dan wushu," papar J et Li yang dalam waktu dekat ini akan meninggalkan Los Angeles hijrah kembali ke negeri leluhur menetap selamanya di Pudong, Shanghai. "Film action (laga) tidak mengandung wushu. Film polisi melawan gangster atau tembak menembak bisa disebut film laga. Tetapi wushu adalah kondisi kejiwaan yang berupaya menaklukkan kekerasan. Ini adalah hal yang rumit. Orang asing tidak akan mengerti." Jet Li berpandangan, wushu meliputi bela diri tangan kosong, senjata, moralitas, pengendalian diri dan pandangan hidup. Oleh sebab itu, tidak dapat semudah itu menyamakan konsep laga dengan wushu.
Kisah hidup Huo berawal sebagai seorang petarung sombong yang berpedoman "menaklukkan kekerasan dengan kekerasan", tetapi filosofi ini justru akhirnya mengantar kematian ibu dan putri tercintanya. Pukulan berat ini membuatnya menyadari bahwa "kekerasan bukan segalanya". Perjalanan hidup akhirnya membawa Huo menjadi seorang master wushu yang berfilosofi "wushu bukan sarana membalas dendam, melainkan suatu cara untuk menghindari bahaya".  Janganlah anda melukai orang lain, tetapi juga jangan biarkan orang lain melukai anda. Inilah filosofi tertinggi dari wushu yang ingin disampaikan oleh Jet Li dalam Fearless.
Jet Li menjelaskan lebih lanjut, "Pernah ada wartawan Barat yang bertanya pada saya, kalau kekerasan tidak dapat menyelesaikan permasalahan, mengapa film yang saya perankan mengandung unsur kekerasan? Memang sulit memaparkan filosofi saya dalam setiap film, (filosofi saya) itu adalah kekerasan tidak dapat menyelesaikan permasalahan, setidaknya (kekerasan) bukan satu-satunya cara (menyelesaikan permasalahan)."
Dalam film Unleashed (Danny the Dog), Jet Li telah memaparkan bahwa orang yang menguasai bela diri dengan tujuan hanya untuk melukai orang lain, mereka tak lebih bagaikan anjing. "Anda harus memiliki pemahaman yang lebih penting tentang kehidupan, keluarga, tanggung jawab dan welas asih. Anda harus tahu bagaimana cara mengendalikan ilmu bela diri itu," tutur Jet Li.
Tampaknya "pencerahan" yang diperoleh Jet Li ini erat hubungannya dengan ajaran Buddha yang dianutnya. Seperti yang dituturkan dalam Dhammapada: "Kebencian tidak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian, tetapi kebencian akan berakhir bila dibalas dengan tidak membenci. Inilah hukum abadi." Janganlah kita menggunakan wushu melukai orang lain, tetapi juga jangan biarkan orang lain melukai kita, ini ad alah salah satu penerapan pembelaan diri dengan tanpa kebencian.
Hukum abadi ini juga sempat dilontarkan oleh Bill Clinton, mantan presiden Amerika, sewaktu bertemu dengan Jet Li dalam acara penggalangan dana korban Tsunami di Qatar akhir November 2005 lalu. Clinton memuji Jet Li, "Saya menonton film anda. Kungfu anda benar-benar hebat, (juga) memiliki cinta kasih. Orang yang berhati penuh cinta kasih tidak akan memiliki musuh." Cinta kasih ini telah dibuktikan oleh Jet Li sebagai seorang siswa Buddha. Selain penggalangan dana bagi korban Tsunami, dalam acara pemutaran perdana film Fearless (Huo Yuan Jia) pada 20 Januari lalu, Jet Li menyumbangkan dana sebesar 500 ribu RMB (sekitar 60 ribu USD) kepada Palang Merah Tiongkok di Beijing.
Sebenarnya ada analis film yang menyebutkan bahwa Huo Yuan Jia adalah Jet Li, dengan kata lain, jalan hidup kedua tokoh ini hampir mirip. Huo sejak kecil menyenangi wushu, sedang Jet Li tidak. Jet Li mulai belajar wushu setelah tertantang dengan ucapan suhunya, "Jadilah pahalawan, kalau tidak, jadilah pecundang." Demikianlah sejak usia 8 tahun Jet Li berlatih wushu agar menjadi pahlawan. Usia 11 tahun Jet Li menjadi juara wushu se-Tiongkok dan 6 tahun secara berturut-turut berhasil mempertahankan gelar ini. Karena tiadanya lawan yang berarti di arena wushu Beijing, membuat Jet Li berpikir untuk beralih "profesi" dan kemudian pada tahun 1986 muncullah film layar perak "Shaolin Temple" yang mengorbitkan nama Jet Li.
Jet Li pun kemudian mencoba menjadi sutradara. Tetapi saat shooting< /I> Born to Defense (Zhong Hua Ying Hsiung), film pertama dan satu-satunya yang disutradarainya sendiri, Jet Li tiba-tiba pingsan. Film ini kemudian juga terbukti biasa-biasa saja. Jet Li sekeluarga kemudian berpindah ke Amerika dan mengajar kungfu di sana.
Kalau saja bukan atas ajakan sutradara Luo Wei dan Tsui Hark, mungkin Jet Li saat ini masih menjadi guru kungfu yang tak dikenal namanya di Amerika. Film "Huang Fei Hong" dan "Fang Shi Yu" kemudian kembali mengorbitkan nama Jet Li. Dari peran tokoh wushu, Jet Li lalu beralih ke jago kungfu modern, bahkan mulai menginjakkan kaki ke Hollywood. Tetapi hasil yang diperoleh oleh Jet Li masih jauh dari yang diharapkan, bahkan boleh dibilang tak sebanding dengan Jackie Chan. Gelombang pasang surut kehidupan inilah yang kemudian menyadarkan Jet Li akan makna hidup dan wushu yang sebena rnya. Terlebih setelah gelombang Tsunami nyaris merenggut hidupnya di Pulau Maladeva.
Perjalanan hidup Jet Li tampak hampir mirip dengan Huo Yan Jia. Dari merengguk kesuksesan di usia relatif muda, kemudian mengalami gelombang pasang surut, hingga akhirnya menyadari makna sejati dari wushu. Inilah kemiripan yang menjadi salah satu alasan Jet Li untuk membintangi Fearless. Dua tokoh wushu yang hidup terpisah seratus tahun bertemu menjadi satu dalam Fearless.
Selain itu, Jet Li juga menyadarkan para remaja untuk tidak melakukan perbuatan bodoh seperti bunuh diri dalam menghadapi tantangan hidup, meski seberat apapun. Kita harus berani, karena Jet Li sendiri telah membuktik an bahwa semangat  "tak mengenal takut" akan menghantar kita pada kesuksesan seperti yang dialaminya. Inilah alasan dipilihnya judul Inggris "Fearless".
Bukankah ini pula makna ajaran mulia Guru Buddha?
 
Salam, siwu


Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise