Sabtu, 04 Feb 2006,
Warga Tionghoa Diajak Ikut Politik

JAKARTA - Dalam rangka merayakan Imlek, Perhimpunan Tionghoa Indonesia
(Inti) kemarin mengundang sejumlah tokoh politik. Di antara mereka adalah Ketua
Umum PAN Soetrisno Bachir, aktivis pergerakan Yeni Rosa Damayanti, Ketua Partai
Demokrasi Pembaruan Roy B.B. Janis, Dede Yusuf (anggota FPAN), dan Nusron Wahid
(anggota FPG).
Dalam kesempatan itu, Soetrisno mengimbau warga Tionghoa
tidak menjauhi partai. Sebab, partai adalah instrumen demokrasi yang bisa
dijadikan sarana memperjuangkan aspirasi rakyat.
Hal yang sama juga
disampaikan Rosa. Tapi, Rosa lebih menekankan agar warga Tionghoa terlibat
politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Masuk partai dan jadi caleg
belum tentu berpolitik. Yang dipentingkan adalah aktif berpolitik,"
tegasnya.
Menanggapi ajakan itu, Ketua Inti Benny G. Setiono menyebut
pengurus Inti dilarang terlibat dalam politik praktis. Sebab, Inti adalah
perkumpulan warga Tionghoa yang bebas dari kepentingan politik. "Kalau jadi
caleg, pengurus Inti harus nonaktif. Tapi, warga Tionghoa bebas dan didorong
untuk tidak ragu masuk parpol," jelasnya. (adb)