logo       

[PP] Kau Chun, Jarang Diperingati Sebagai Bagian Ritual: msg#00167

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: [PP] Kau Chun, Jarang Diperingati Sebagai Bagian Ritual

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=108740

Jarang Diperingati Sebagai Bagian Ritual
Kau Chun Tahun 2556 ke 2557 Imlek


Singkawang,-  Pelepasan atau Kau Chun dalam kalender imlek (In Lak) bagi warga Tionghoa sebenarnya baru terjadi hari ini (4/2). Tidak setiap pergantian tahun, pelepasan itu tepat pada pergantian tahun Imlek itu sendiri. Kau Chun memang ada yang tepat pada saat Imlek ada pula beberapa hari setelah tahun baru Imlek.


Menurut Jaunardi Hasyim Sekretaris MABT Kota Singkawang, bagi warga dari etnis Tionghoa diamanapun, "Kau Chun" atau pelepasan tahun 2556 imlek ke 2557 imlek tidak selalu tepat pada hari ke-30 bulan ke 12 (Cap Djie Gwe). Tetapi berpusat pada peredaran bukan terhadap bumi. Dikatakan dia, untuk tahun imlek ini, tepatnya pelepasan atau serah terima tahun 2556 imlek ke 2557 Imlek adalah jatuh pada hari raya imlek hari ketujuh. Tepatnya, pada pukul 07.27 menit hari ini, Sabtu (4/2).

M enurut keyakinan Tionghoa, pada detik-detik itu apabila sebutir telur ayam kampung ditaruh tegak akan dapat bertahan beberapa detik dan akan berakhir seiring dengan lewatnya pukul 07.27 WIB pada hari imlek di hari ke tujuh itu.

"Ada kebiasaan juga untuk hari itu mereka akan makan telur rebus atau Fung Chun," katanya.

Selain itu juga, sebut Jaunardi, sudah pula menjadi keyakinan Tionghoa di hari ketujuh tahun baru imlek itu, maka dipasar-pasar akan dijual sayuran tujuh jenis. Dan menurut kepercayaan bagi mereka yang memakannya, setelah dimasak tentunya akan berdampak pada kesehatan mata.

"Istilahnya Chit Jong Choi atau makan tujuh sayur. Tapi ini sudah jarang diperingati," katanya.

Dalam keyakinan Tionghoa juga, kata dia, dalam pelepasan tahun ayam memasuki tahun anjing, kadang-kadang warga dari etnis Tionghoa membeli seekor anjing untuk dijaga dan dirawa t. Dia juga mencontohkan salah satu pekong yang ada seperti di Ng Fuk Cin Kiun, dimana peliharaan yang ada semuanya dilepas bebas ketika hari raya imlek memasuki hari ke 20 (Thian Chon).

"Itu salah satu arti imlek dan pelepasan tahun 2556 ke 2557 imlek, tahun ini yang tepatnya jatuh pada hari raya imlek ke tujuh sekaligus kebetulan bertepatan dengan hari wajib untuk makan sayur tujuh jenis dan Kau Chun untuk tahun ini biasanya dilakukan dengan memakan telur rebus yang diberi warga merah," katanya. (**)

-----------------------------------

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=108741

Bakal Heboh, 269 Tatung Mendaftar
Panitia Yakin Bakal Bertambah


Singkawang,-  Cap Go Meh mendatang bakal meriah. Setidaknya, hingga kemarin sebanyak 269 tatung di Kota Singkawang sudah mendaftarkan diri ke Sekretariat Panitia Induk Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2006. Panitia yakin hal tersebut bakal bertambah dan akan mencapai tiga ratusan peserta.

"Sampai Kamis, kita sudah 269 menerima pendaftaran para tatung yang akan beraksi di depan publik pada pelaksanaan Cap Go Meh tahun 2006 ini.

Kita yakin akan bertambah. Menurut tahun lalu mencapai 300-an tatung yang mendaftar kepada panitia. Panitia menutup pendaftaran hingga 10 Pebruari 2006 nanti," kata Sekretaris Panitia Induk Imlek dan Cap Go Meh tahun 2006, Bong Cin Nen SPd kepada Pontianak Post, kemarin di ruang kerjanya.

Menurut Bong Cin Nen, setiap tatung yang mendaftar diberikan sebuah buku paramit ha yang akan dijalankan oleh kelompoknya untuk minta sumbangan sukarela kepada warga Singkawang.

"Sebelum tatung menjumpai warga kita dari panitia lantas memberikan pengarahan. Intinya, dalam menjalankan buku paramitha itu tidak ada paksaan. Tidak ada tekanan bagi warga untuk menyumbang. Sumbangan yang diambil itu bersifat sukarela. Kita hanya membutuhkan dukungan dari warga Kota Singkawang demi suksesnya pelaksanaan cap go meh tahun ini," kata dia.

Bagaimana tentang informasi tatung akan "dibooking" daerah lain? Bong Cin Nen menyatakan karena cap go meh adalah ciri khas yang dimiliki oleh Kota Singkawang maka panitia berharap jangan sampai dibawa keluar tatung-tatung tersebut.

"Kita tentu tidak menginginkan tatung itu keluar daerah. Sebab, cap go meh dengan atraksi tatung merupakan ciri khas Kota Singkawang. Kita minta juga kepada daerah lain untuk tidak mengun dang tatung yang ada. Tatung itu milik Kota Singkawang dia sudah menjadi bagian dari Singkawang. Ini menjadi event tetap Kota Singkawang," kata Bong Cin Nen yang juga politisi Partai Golkar ini.

Bong Cin Nen juga memastikan bahwa altar dibangun di dua tempat yakni di Jalan Setia Budi dan Sejahtera.

"Setiap altar ini ada sub panitia. Sub panitialah yang bertanggungjawab dalam pelaksanaannya dan akan melaporkan hasilnya kepada panitia induk yang ada," paparnya. (zrf)

 



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise