logo       

CORAT-CORET dari JAKARTA ( PRT = Pembantu Rumahtangga ): msg#00166

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: CORAT-CORET dari JAKARTA ( PRT = Pembantu Rumahtangga )

Sobron Aidit :



C O R A T - C O R E T dari J A K A R T A
( PRT = Pembantu Rumahtangga )


PRT mungkin nama baru setelah Perang Dunia ke-2 atau sesudah Revolusi
Agustus. Dulu ketika zaman kami masih kecil-kecil amat, nama itu yang kami
kenal yalah jongos - babu - pembantu - bediende. Dalam kategori pekerjaan
PRT masih termasuk tukang-kebon - opas - penjaga-rumah dan banyak lagi nama
lainnya.

PRT secara lebih khusus lagi adalah orang yang bekerja buat keperluan -
kepentingan dan kebutuhan sebuah rumahtangga. MIsalnya bekerja dalam sebuah
rumahtangga - termasuk bersih-bersih dalam rumah - masakmemasak - mencuci
pakaian - pekerjaan dapur - seterika - memandikan anak - menyiapkan pakaian
buat majikannya - nyonya rumah atau anak-anak majikan. PRT yang berskala
lebih luas yalah tenaga kerja yang kita kirimkan ke luarnegeri namanya TKI
atau TKW - biasanya ke sekitar daerah Timur Tengah - Arabia - Malaysia -
Singapura - Hongkong - Taiwan dan lain-lain. Tetapi yang bernamaTKI dan TKW
ini - pendidikannya sudah teratur - ada syarat-syarat yang harus dipenuhinya
- ada pendidikan dasar dan pendidikan minimumnya.

Selama saya bolak-balik - datang-pulang Paris - Amsterdam - Jakarta sejak
1993 sampai kini - yang setiap tahun mondar-mandir antara Eropa - Jakarta,
ada yang saya bisa simpulkan. Setelah banyak melihat - mendatangi -
beranjangsono - berkunjung ke banyak rumah keluarga - teman - sahabat dan
kenalan, tak ada satu rumahpun yang tidak mempunyai PRT. Semua rumah yang
saya pernah berkunjung - selalu ada PRT-nya - pembantu - tukangkebon -
orang-orang yang bisa atau selalu disuruh-suruh. Ada dan bukan hanya ada -
tetapi rumahtangga golongan menengah atau golongan menengah bawah - apalagi
golongan menengah tingkat atas, tidak jarang punya PRT lebih dari dua orang.

Jangan jauh-jauh - rumah kami - di mana saya tinggal di Cibubur, pernah
sekaligus punya 3 PRT. Pak Idup sebagai tukang-kebon - Lia dan Sitti sebagai
PRT murni - kerja di dapur dan sekitar rumah. Pekerjaannya - mencuci pakaian
- membersihkan rumah - kamar mandi - kamar tidur - pekerjaan dapur dan
masakmemasak. Pekerjaan PRT sebenarnya sangat berat! Dari mentari mulai mau
nongol atau sejak pagi-pagi jam 05.00 mereka sufah harus bangun dan mulai
bekerja! Sampai kapan? Sampai semua orang di rumah itu pada mau tidur -
sampai jauh malam - mereka selalu dalam posisi kerja - siap-kerja
mengerjakan tugas. Jadi kalau kita ambil rata-rata - seorang PRT bekerja
hampir 20 jam sehari!

Gaji mereka? Begini - pabila mereka termasuk tinggalbersama - bersama kita -
bersama kami = mereka makan di dalam - bersama kita bahan-bahannya - dapat
kamar tidur - jadi anggap saja keluarga orang dalam. Gaji mereka antara
250.000 rupiah sampai 330.000 rupiah. Rata-rata gaji PRT berkisar antara
350.000 sampai 500.000 rupiah satu bulan. Gaji PRT yang bekerja digedongan -
di orang-orang kaya dan selebritis- berkisar antara 500.000 sampai 800.000
rupiah. Dan mereka dapat uang Hadiah Lebaran - atau Hadiah Tahun Baru (
Hadiah Hari Natal )

Keluraga saya - Bunda Asmaralda - samasekali bukan keluarga orang kaya -
jauhlah dari itu - tapi pernah satu periode punya PRT sebanyak tiga orang (
Plus Pak Idup sebagai tukangkebon ). Dia mengeluarkan uang buat gaji
sejumlah tiga orang itu - sekira 800.000 rupiah setiap bulannya. Dan ini
karena mereka bertiga tinggal bersama kami - makan bersama kami - hdiup
bersama kami. Dan kini sudah beberapa bulan ini - tak seorangpun ada PRT di
rumah kami. Semua kami kerjakan sendiri. Tetapi Bunda Asmaralda - pusing
tujuh keliling setengah lebih - karena sangat mengharapkan adanya PRT. Sudah
pesan ke mana-mana - ke Jateng sama Mas Tjipto agar dikirim PRT = ke
mana-mana pesan PRT. Pak Idup yang begitu berjasa - dan jujur - orangtua
yang sudah 8 tahun hidup dan bekerja bersama kami - lha kok kini sudah tidak
bekerja lagi?! Katanya Pak Idup bekerja di tempat orang lain. Lalu mengapa
tokh? Katanya - dengar-dengar kabar, Pk Idup di PHK-kan. Dan saya sangat
sedih - sangat sayang sekali. Pak Idup mungkin nggak tahu bahwa Pak Tua
Westerdam yang sering membawa teman-temannya yang kata Pak Idup sendiri -
cantik-cantik itu - nggak lagi bisaketemu Pak Idup - karena dia sudah
di....kan!

Saya berpendapat - dari pengalaman selama ini - maafkanlah saya - rasanya
orang Indonesia yang saya lihat dan saya alami dengan kehidupannya ini -
rasanya nggak mungkin bisahidup tanpa PRT!! Sangat lain kehidupanya dari
kami yang hidup di Eropa. Kami dan teman-teman kami - semua orang Indonesia
yang hidup di Eropa - nggak pernah punya pembantu. Semua dikerjakan sendiri
- semua diusahakan sendiri dengan tangan sendiri - tenaga kerja sendiri.
Maafkanlah saya - mungkin kehidupan kita - dengan syarat-syaratnya yang
berlainan - maka memungkinkan teman-teman punya PRT sendiri dan kami harus
kerja sendiri dengan tenaga kerja sendiri. Lain-lain sih syarat kehidupannya
- dan saya sangat mengerti hal ini. Bagi kami TPR rasanya sangat asing dan
tak terbayangkan ada di kalangan rumahtangga kami di Eropa - antara lain -
mungkin karena syarat-syarat kehidupan pada kami benar-benar tidak sama
dengan teman-teman yang di Nusantara ini,-

--------------------------------------------------------------------------

Jakarta,- 4 Februari 06,-






.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise