logo       

RED AZALEA: msg#00959

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: RED AZALEA

RED AZALEA
http://www.socineer.com/sinica-redazalea.html


Red Azalea adalah novel pertama yang dihasilkan pengarang Anchee
Min dalam bahasa Inggris pada tahun 1994. Ini adalah sebuah prestasi
tersendiri, karena Anchee Min baru berimigrasi ke Amerika pada tahun
1984 tanpa pengetahuan bahasa Inggris yang memadai. Dan dalam
sepuluh tahun di Amerika, dia bisa menghasilkan karya yang mendapat
penghargaan dan dijadikan novel yang penting untuk dipelajari. Anchee
Min berhasil ke Amerika atas bantuan dari sutradara dan artis Joan
Chen, artis kelahiran China yang juga sekarang terkenal di Amerika.
Joan Chen mulai dikenal luas oleh masyarakat Barat lewat perannya
dalam film "The Last Emperor" yang disutradarai oleh Bernardo
Bertolucci.

Anchee Min sendiri adalah seorang artis. Debutnya sebagai artis
dimulai dengan menjadi finalist dari film politik yang dikoordinir oleh
Madame Mao Zedong, Jiang Qing. Pada tahun 1976, Mao Zedong
meninggal, dengan meninggalkan pesan terakhir yang meruntuhkan
karakter istrinya. Dengan demikian kekuasaan Jiang Qing di China
sejak Revolusi Kebudayaan berakhir, dia ditangkap dan diadili.
Peristiwa itu jugalah yang merupakan keruntuhan dari karir Anchee
Min sebagai artis di China, karena dia dianggap pendukung Madame
Mao. Selama enam tahun dia menjadi pekerja di studio sebelum
akhirnya artis Joan Chen datang menariknya keluar China.

Kisah Red Azalea ini adalah kisah hidup Anchee Min. Dia dilahirkan di
Shanghai tahun 1957 dari keluarga terpelajar yang menjadi bulan-
bulanan dalam Revolusi Kebudayaan. Karena kemampuannya dalam
bidang bahasa, dia menjadi pimpinan Pengawal Merah dalam usia
muda, dimana dia satu saat harus mengkhianati gurunya sendiri dan
menuduh gurunya sebagai antek Amerika untuk merusak pikiran
generasi muda komunis. Kisah hidup Anchee Min selanjutnya menjadi
kisah pergulatan dalam iklim kemunafikan sloganistis komunisme,
dimana dia menjadi salah satu pelaku dan korban dalam waktu yang
sama.

Pada usia ke tujuh belas, dia dikirim untuk bekerja di pertanian kolektif
yang dikelola oleh tentara pembebasan rakyat. Mereka disana bekerja
dengan gaya tentara selama bertahun-tahun. Disana dia bertemu dengan
Yan, komandan dalam regunya, yang menjadi legenda disana karena
keberanian dan kegigihannya dalam menaklukkan lahan. Di bawah Yan,
ada lagi pimpinan kelompok yang juga anggota Partai bernama Lu.
Persaingan antara Lu dan Yan kemudian melibatkan Anchee Min yang
berpihak pada Yan. Kepahitan hidup dan kesepian mempertemukannya
dengan Yan, bukan hanya sebagai seorang komandan regu, tetapi juga
seorang individu dan wanita yang berperasaan. Dia menemukan diri
mencintai Yan. Lu yang tidak menyukai mereka berusaha untuk
menghancurkan karir dan masa depan mereka. Di China pada waktu itu,
seseorang dengan mudah dihancurkan hanya oleh laporan yang
membuat mereka terlihat sebagai reaksioner atau simpatisan kaum
liberal.

Beberapa tahun di pertanian kolektif, sebuah tim dari perusahaan film
yang dikoordinir oleh Madame Mao mendatangi pertanian-pertanian
kolektif untuk mendapatkan pemain-pemain film propoganda yang
berjudul Red Azalea. Anchee Min terpilih dari sekian puluhan ribu
calon yang diuji menjadi finalist. Disana dia bertemu lagi dengan Lu
yang lain, yaitu instrukturnya yang memendam rasa dendam karena dia
sendiri tidak lagi mempunyai kesempatan menjadi artis. Instruktur itu
menganak-emaskan kandidat lain yang terus menerus menjilatnya,
sampai suatu saat Anchee Min disingkirkan untuk menjadi pembantu
studio. Anchee Min tidak punya pilihan lain, kecuali harus kembali ke
pertanian kolektif, dan menerima kenyataan bahwa dia harus melayani
bekas rekan-rekannya sebagai pembantu.

Dalam kekecewaannya dia bertemu dengan Sang Supervisor. Sang
Supervisor adalah seorang yang misterius, tidak ada yang mengenal
namanya, tetapi diketahui bahwa dia sangat berkuasa, melapor
langsung pada Madame Mao. Dia yang paling berkuasa untuk
memutuskan program-program Madame Mao dalam bidang produksi
dalam bidang kebudayaan ini. Sang Supervisor secara rutin duduk
merokok setiap malam di studio, bersama dengan Anchee Min yang
juga menghabiskan waktu dalam kegelapan studio merenungi nasibnya.
Disana mereka berdialog, dan karena Anchee Min sudah merasa
nothing to lose, dia mengeluarkan banyak buah kekecewaannya dan
pemikirannya yang lebih bebas. Hubungan mereka berlanjut ke
hubungan yang lebih intim.

Sesudah film Red Azalea selesai dibuat, dari Beijing ada kabar bahwa
Madame Mao tidak menyukai hasil produksi tersebut, dan film itu
harus dibuat ulang. Kali ini peran utama jatuh ke Anchee Min, sudah
tentu berkat dukungan Sang Supervisor. Pembuatan film ini tidak
terselesaikan karena Ketua Mao keburu meninggal dunia dan
meruntuhkan kekuasaan Madame Mao yang merupakan sponsor utama
film tersebut.

Novel memoir ini merupakan salah satu dari banyak novel memoir
yang ditulis oleh mereka yang mengalami peristiwa Revolusi
Kebudayaan. Penulis-penulis kelahiran China ini mendapat
kebebasannya di Amerika dan menjadi penulis populer, sambil
menciptakan genre baru dalam kesusastraan Amerika, yaitu genre Asia
Amerika. Novel ini menarik, karena memperlihatkan sisi lain dari
Madame Mao. Umumnya penulis-penulis novel menceritakan hidup
mereka sebagai bagian dari korban Revolusi Kebudayaan, tetapi novel
Anchee Min ini menceritakan dirinya bukan hanya sebagai korban,
tetapi juga sebagai bagian dari dialog dari Madame Mao. Madame Mao
sudah dihancurkan dan dicerca habis-habisan, dan di novel ini terlihat
argumen pembelaan dirinya.

Madame Mao memperlihatkan dirinya yang mengikuti Mao Zedong
sejak muda, tetapi tersingkir karena dia seorang wanita yang tak
berdaya. Dia disingkirkan ke Soviet, dan bungkam selama puluhan
tahun. Dia baru muncul setelah Mao membutuhkan dukungan dirinya
karena Mao Zedong merasa ditinggalkan oleh pentolan-pentolan partai
ingin melakukan pembaruan. Tokoh misterius dalam novel Anchee Min
tidak dikenal identitasnya. Tetapi jika mengikuti ceritanya, bahwa
perawakannya seperti wanita, mempunyai gaya seperti wanita, dan
perasaan seperti seorang wanita, kita tidak bisa menghindar dari
berpikir, bahwa Sang Supervisor itu adalah samaran dari Madame Mao
itu sendiri. Tidak mengherankan novel kedua yang ditulis Anchee Min
adalah "Becoming Madame Mao".



Last Revised:Feb 1, 2006



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise