logo       

WARISAN CHENG HO: msg#00951

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: WARISAN CHENG HO

WARISAN CHENG HO

RM Danardono HADINOTO

Tanggal 1 Imlek 2557 disusul segera dengan Hari peringatan Hijrah
1427. Ucapan Gong Xi Fa Cai disusul dengan Marhaban Ya Sanah Jadidah.

Ini saat saat yang historis untuk mengenang sejarah Tiongkok dan
Islam yang erat bergandengan tangan. Sebagaimana disebut oleh
seorang peneliti dari UIN Syarif Hidayatullah, Ayang Nway,
Hubungan Islam dan Tiongkok sudah erat kala Khalifah Umayyah (661 ?
750) dan Abbasiyyah ( 750 ? 1258) berkuasa. Kala itu di Tiongkok
yang menjadi penguasa adalah dinasti Tang (618 ? 907) dan dinasti
Tsung (960 ? 1280).

Kala itu hubungan niaga antara negara Islam dan Tiongkok berjalan
melalui jalan darat maupun jalan laut. Pedagang yang melalui jalan
laut harus melewati perairan Nusantara, terutama selat Malaka yang
memisahkan Sumatra dan Malaka.

Dalam percaturan niaga inilah terjadi interaksi antar budaya, dimana
Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang baik Arab maupun
kaum Tionghoa Muslim.

Proses akulturisasi agama Islam di Nusantara melalui para pedagang
Tiongkok Muslim telah tercatat sejak abad ke XV. Sebelumnya, pada
abad ke XIII telah tercatat adanya hubungan antara kerajaan Samudra
Pasai (Aceh) dengan Tiongkok (1275).

Peran laksamana Cheng Ho dengan penterjemahnya Ma Huan, juga cukup
kita kenal. Pembangunan mesjid Agung Banten oleh seorang arsitek
Tionghoa, menurut pemberitaan Daniel Perret juga menguatkan fakta
historis ini.

Kini adalah peran dan tugas para penu;lis generasi muda untuk
menggali kenyataan kenyataan historis yang mengukir adanya
akulturisasi antara pendatang dari Tiongkok dan penduduk Nusantara
ini. Dengan demikian akan terkikis dikotomi yang timbul antara kaum
Tionghoa dan pribumi. Apalagi, kalau kita sadari, bahwa dikotomi ini
memang sengaja ditiupkan oleh segolongan manusia untuk
mengakomodasikan kepentingan politik ekonomi mereka.

Tidak saja jabatan tangan antara Islam Tionghoa dan Islam pribumi,
namun juga berseminya agama Buddha di Tanah Air ini terjadi berkat
upaya para umat Buddha dari Tiongkok.

Monument sejarah seperti Borobudur, Prambanan, Kalasan dll
senantiasa mengingatkan kita akan kebanggaan leluhur kita, dimana
Nusantara ini sempat berjaya RATUSAN tahun (walau amburadul sejak
proklamasi).
Agama Buddha yang juga diperkuat oleh para rohaniwan dari Tiongkok,
Siam, Vietnam dan Burma telah mengisi kehidupan kenegaraan dan
kemasyarakatan di Nusantara, dimana kita sebagai bangsa tak perlu
merasa malu akan kejayaan kita.

Kebudayaan dan agama yang telah menghantar bangsa ini RATUSAN tahun
mencapai puncak kejayaannya. Sampai tiba saat kelam gelap dimana
bangsa ini diinjak injak oleh bangsa Barat.

Mari kita kenang warisan Cheng Ho dan para bangsa bersahabat
dikawasan Asia Tenggara dan Timur yang telah memberi kesempatan pada
kita untuk mengukir sebuah sejarah yang gemilang.

Jakarta, 31 Januari 2006














.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise