logo       

Imlek dan Berkah Kue Keranjang: msg#00934

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Imlek dan Berkah Kue Keranjang

祝财运亨通!
 


Imlek dan Berkah Kue Keranjang
Oleh
Yuyuk Sugarman


YOGYAKARTA ? Sebentar lagi, warga Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek 2557 yang jatuh pada 29 Januari 2006. Pada awalnya, Imlek atau Sin Tjia merupakan perayaan yang dilakukan para petani di China yang biasanya jatuh pada tanggal 1 di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini berkaitan dengan pesta petani menyambut musim semi.

Para petani di China ini dalam menyambut Imlek biasanya melakukan sembahyang kepada Sang Pencipta dan mengadakan perayaan Cap Go Meh. Semua ini dilakukan sebagai perwujudan syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak.

Dalam menyambut Imlek, mereka menyajikan berbagai jenis makanan, biasanya 12 jenis, untuk menjamu leluhur. Selain itu, mereka juga menggunakan hari itu sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga. Kedua belas macam makanan atau kue ini mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12.
Di China, hidangan yang wajib adalah mi panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang mempunyai arti ?kemakmuran?, ?panjang umur?, ?keselamatan? atau ?kebahagiaan?, dan merupakan hidangan kesukaan para leluhur.

Ada suatu kepercayaan bahwa kue-kue yang dihidangkan lebih manis daripada biasanya. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Di samping itu, dihidangkan pula kue lapis sebagai perlambang rezeki yang berlapis-lapis. Kue mangkok dan kue kekeranjang juga merupakan makanan yang wajib dihidangkan pada waktu persembahyangan menyambut datangnya tahun baru Imlek.

Maka, tak heran jika banyak pengusaha kue atau roti yang membuat kue kekeranjang untuk dijual secara partai kecil atau partai besar, bahkan banyak yang menerima pesanan. Salah satu yang membuat kue keranjang di Yogyakarta adalah Ny Siauw Lie Tjen (60) yang meneruskan usaha ayahnya, Siauw Boen Tjiauw yang merintis sejak tahun 1930-an.

?Sudah menjadi tradisi, setiap perayaan Imlek harus ada kue keranjang. Keberadaan kue keranjang sama dengan keberadaan ketupat dan opor dalam perayaan lebaran umat Islam. Untuk itu, kami membuat kue keranjang ini,? kata Siauw Lie Tjen, pengusaha Kue ?Mapan? ini.

Sejak tiga minggu menjelang Imlek, ia telah kebanjiran permintaan dari berbagai kota, misalnya Magelang, Semarang dan Banyumas. ?Saya tak bisa merambah Jakarta atau Surabaya karena di sana juga sudah banyak pengusaha yang membuat kue keranjang. Tak mungkin kami bersaing dengan mereka yang punya modal dan jaringan besar,? ujarnya.

Hingga Minggu (22/1), Ny Siauw Lie Tjen telah menghabiskan 1,5 ton tepung ketan dan 1,5 ton gula pasir untuk membuat kue keranjang. Permintaan ini akan terus meningkat hingga empat hari menjelang Imlek. ?Biasanya banyak yang memesan kue keranjang tingkat. Perkiraan saya sampai puncak perayaan Imlek bisa meghabiskan 4 ton tepung beras ketan dan 4 ton gula,? katanya.

Setiap hari Siauw Lie Tjen dibantu sepuluh karyawan, mampu mengolah 300 kg tepung beras ketan dan 300 kg gula menjadi 1.200 kue keranjang berukuran kecil dan besar. Untuk ukuran kecil, kue keranjang ini dijual seharga Rp 5.000, sedangkan kue kekeranjang bertingkat ukuran lebih besar dijual Rp 50.000.

Untuk menghasilkan kue keranjang, dibutuhkan proses cukup lama. Setelah tepung ketan dan gula diadoni, lantas dikukus selama delapan jam, tidak lebih dan tidak kurang. ?Lebih dari delapan jam hasilnya terlalu keras. Kurang dari delapan jam kuenya tidak tahan lama,? tuturnya.

Setelah itu, kue yang telah matang didinginkan dan dicetak dalam sebuah kaleng yang telah disiapkan, lalu diangin-anginkan, bahkan bila perlu dijemur. Agar terlihat menarik, setelah kue itu dibungkus ditambah dengan hiasan lampion. ?Imlek merupakan berkah bagi kami sekeluarga,? ujar Ny Siauw Lie Tjen. n
 
Copyright © Sinar Harapan 2002


.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise