logo       

Cina Benteng Hadapi Imlek dengan Penuh Kesulitan: msg#00930

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Cina Benteng Hadapi Imlek dengan Penuh Kesulitan


SUARA PEMBARUAN DAILY

Cina Benteng Hadapi Imlek dengan Penuh Kesulitan

"Saya Belum Masak, Berasnya Gak Ada"

TANGERANG - Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek tinggal beberapa hari lagi. Namun, tak sedikit etnis Tionghoa di Tangerang yang tidak bisa berbuat banyak karena mereka sama sekali tidak memiliki persiapan bahan makanan untuk dimasak saat Imlek tiba.

"Untung ada bantuan dan pembagian sembako, saya kini bisa merencanakan menu masakan untuk Imlek nanti," kata Nancy Kim Ong (35) kepada Pembaruan di Tangerang, Kamis (26/1).

Ia tampak kepayahan. Di tangan kirinya terdapat bungkusan plastik berisi beras tiga liter, empat plastik mi instan, dan sebungkus biskuit serta amplop merah atau ang pao berisi uang. Sedangkan di tangan kanannya bergelayut putri bungsunya berusia dua tahun.

Bungkusan itu adalah sembako bantuan untuk warga keturunan Tionghoa Tangerang yang miskin atau dikenal dengan Cina Benteng yang akan merayakan Imlek. Nancy sendiri sudah menunggu bantuan itu sejak pagi.

Setelah melampaui antrean di antara ratusan warga lainnya, dia tergopoh-gopoh menuju rumahnya di Gang Rizka RT 03/RW 04, Kelurahan Karawaci, Kota Tangerang. Maklum, sesiang itu, dia belum masak untuk anak-anaknya.

Padahal hari sudah menunjuk pukul 11.00 WIB. "Saya memang belum masak, berasnya gak ada," ujarnya.

Nancy menuturkan, kenaikan harga beras sekarang ini makin membuat hidupnya tambah sengsara. Jangankan untuk perayaan Imlek, untuk makan sehari-hari saja dia susah.

Suaminya hanya bekerja sebagai pedagang bubur. Modalnya dipinjam dari bank keliling yang harus dibayar setiap hari.

"Paling banyak dia bisa bawa pulang uang ke rumah Rp 20.000. Uang itu habis untuk beli beras, minyak tanah, dan lauk sekadar tahu atau tempe," katanya.

Jangan dikata untuk sekolah anak-anaknya. Dari lima anaknya, hanya satu yang sekolah di kelas II SD. Lainnya sudah tidak sekolah.

Bahkan anak keempatnya bernama Tanu, yang kini berusia 14 tahun, tidak pernah menginjak bangku sekolah. "Jangankan sekolah, makan saja susah," katanya.

Kesulitan menghadapi hidup ini seperti Nancy ini banyak dialami oleh warga keturunan Cina Benteng lainnya. Mereka bukan saja sulit mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi juga pendidikan yang baik juga sangat sulit mereka capai.

Banyak anak mereka yang putus sekolah, bahkan tidak sekolah sama sekali, karena mereka tidak punya biaya dan tidak punya identitas. Warga Cina Benteng ini kesulitan untuk mengurus kewarganegaraan ataupun akte kelahiran. Apalagi banyak di antara keturunan mereka yang tidak menikah di catatan sipil, tetapi hanya secara adat.

Bantuan

Warga Cina Benteng juga sangat sedikit yang mendapatkan bantuan langsung, sehingga kehidupan mereka cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, adanya bantuan seperti yang dilakukan oleh Solidaritas Masyarakat Islam Tionghoa (SMIT) Tangerang dan Perkumpulan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sangat membantu warga masyarakat Cina miskin ini.

Menurut Ketua PITI, Trisno Adi alias Chin Ci Sin, bantuan itu merupakan bentuk solidaritas kerukunan umat beragama. "Ini bentuk perhatian sesama, mudah-mudahan berarti bagi mereka," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua SMIT, Edi Sulaiman. Dia menyatakan, bantuan yang sudah diberikan sejak tujuh tahun lalu dalam rangka perayaan Imlek, adalah untuk berbagi kebahagiaan kepada warga keturunan yang tidak kebagian subsidi langsung tunai (SLT) dari pemerintah.

"Pemberian ini kecil, tapi kami ingin sedikit berbagi rasa gembira terutama kaum keturunan yang merayakan Imlek, khususnya mereka yang tak dapat SLT. Tujuan utama lainnya adalah menyambung tali kasih sesama antarumat beragama," kata Edi.

Pemberian 1.000 paket sembako hari itu, tidak hanya dilakukan di Karawaci, tetapi juga di tiga lokasi lainnya di Kelurahan Kedaung Wetan, Kelurahan Sewan Kecamatan Neglasari dan Kawasan Shinta, Karawaci. (132)


Last modified: 27/1/06



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise