|
|
Re: Re: Co Kun Kong: msg#00906
culture.region.china.budaya-tionghua
|
Subject: |
Re: Re: Co Kun Kong |
Namanya kepercayaan, maka pasti banyak hal yang tidak masuk di akal.
Masalah iman atau kepercayaan tidak boleh disandingkan dengan
rasionalitas. Bila mau rasional, maka tidak akan ada agama yang cocok
untuk seseorang. Saya pernah baca ntah di mana, apakah lawan dari
theis? Jawabannya bukan atheis. Bukan.
Theis dan Atheis itu adalah sama, berada di pihak yang sama. Lawan
mereka berdua adalah rasionalitas. Mengapa begitu? Seorang yang
rasional akan mempertanyakan apakah Tuhan itu benar ada? Lalu juga akan
bertanya apakah Tuhan itu benar tidak ada? Jadi, theis dan atheis
adalah sama2 tidak rasional. Karena masing2 tidak dapat membuktikan
secara realistik untuk menyebabkan pihak yang lain percaya.
Jadi, bila seseorang itu percaya ini dan itu, biarkanlah selama tidak
mengganggu dan membahayakan ketentraman masyarakat. Saya kasih satu
contoh saja, ada anak yang mengejek orang tuanya masih taat membakar
hio dan membakar uang kertas tiap ce-it capgo. Itu kepercayaan orang
tua, mereka melakukannya dan akan mendapat ketenangan batin setelah
itu. Biarkanlah.
Masalah bakar-membakar terlepas dari apakah benar atau tidak, namun itu
adalah satu obat psikologis buat mereka. Manusia selalu ingin mencari
pegangan psikolosig karena merasa diri mereka terlalu kecil
dibandingkan alam ini. Saya tidak menolak bakar-bakaran, namun juga
tidak setuju bila membakar dalam jumlah banyak karena efeknya negatif
terhadap lingkungan. Saya sering mengatakan kepada orang tua agar
membakar dalam jumlah sedikit, karena banyak sedikit tidak melambangkan
apa2, yang penting adalah niat mereka. Untuk menenangkan mereka, saya
ajarkan mereka agar membakar uang kertas yang nominalnya lebih besar.
Di sini, ada jenis2 uang kertas yang berbeda dalam nilainya. Yah tentu
saja, masalah nominal ini juga kepercayaan. Win-win solution bukan?
Ini cuma masalah tradisi bakar-membakar, belum lagi banyak tradisi
lainnya yang dianggap clash/bertentangan dengan nilai2 agama lain.
Rinto Jiang
paparaca88 wrote:
salam,
wkt sama menanyakan hal yg sama kepada se org taose di tiong kok, sy
di jwb: patung di tiongkok kan besar2 tingginya sampai 8-10 m,
bahkan lebih, mk klo tdk dibuatkan dongeng dewa naik ke langit, ga
ada org yg berani bersihkan patung dewa-dewi tsb dg menginjak-injak
hidungnya (misalnya) jd semua itu hanya dongeng agar yg bersihkan
klenteng se blm sin cia ga takut kena walat krn dianggap kurang ajar
pd dewa.
wassalam
paparaca.
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
|