logo       

Re: Enggak Logis!! Re: Cina Banana yg Kutu Cina: msg#00902

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: Enggak Logis!! Re: Cina Banana yg Kutu Cina

betul sekali yg anda ungkapkan disini, saya masih
balita waktu taon segitu, heheheh. tapi dari yg anda
ungkapkan adalah pencekalan budaya tionghua oleh
negara melalui mekanisme walubi yg di kuasai oleh org2
pemerintah, bukan kebijakan dari masing sangha untuk
membudhiskan seluruh orang tionghua dan hal ini salah
1 sebab walubi pecah dan ribut sampe sekarang, beda
sekali dengan kebijakan mengkristenkan dunia yg
disetujui oleh dunia barat melalui slogan 3G di jaman
kolonial ataupun pemurtadtan agama oleh struktur
organisasi gereja2 tertentu di dunia ( not cuma di
indo) yg sayangnya lagi dengan bangga dijalankan oleh
org2 yg sudah "bertobat" melalui segala kampanye busuk
dan aneh2 mereka. heheheheh sekali lagi mau g tekankan
disini, G ga pernah membenci atau mempermasalahkan
agama tertentu yg g eneg itu adalah org2 sok suci yg
baru pindah agama dan sok tau yg memandang budaya
leluhurnya seperti memandang iblis dan sesat padahal
mereka ga tau apa2. so g ga pernah nyerang agamanya
yah. tiap agama memang ada oknum2 tertentu yg menyalah
gunakan " agama" untuk kepentingan pribadi tapi kalo
udah ada struktur organisasi resmi agama yg ebrtindak
seperti itu yah namanya dah kebangetan.


--- Erik <rsn_cc-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

> Sudah saya katakan, terlalu banyak kasus-kasus
> pelunturan budaya
> Tionghoa yang juga dilakukan oleh lembaga pendidikan
> Buddhis, dan
> tak bisa disebutkan lengkap semuanya di sini. Maksud
> saya kemukakan
> contoh-contoh kasus itu adalah untuk mengatakan
> bahwa Upaya
> Pelunturan Budaya Tionghoa adalah sebuah kebijakan
> yang memang
> direkayasa oleh pihak penguasa, dan diikuti oleh
> segenap lembaga
> masyarakat yang ada waktu itu.
> Apa yang dilakukan kelompok Kristiani memang benar
> ada. Tetapi kita
> juga jangan menafikan hal sama yang juga dilakukan
> oleh pihak
> Buddhis!
> Anda minta nama konkret oknum dan vihara? Tidak
> mungkin saya
> kemukakan di sini, itu tidak etis. Tetapi kalo
> pejabat dan lembaga
> agama Buddha yang melakukan pemberangusan budaya
> Tionghoa bisa saya
> sebutkan di sini :
> 1. dr. Krishnanda Wijaya Mukti : Waktu menjabat
> sebagai Kanwil Bimas
> Buddha Jakarta, menerbitkan surat edaran yang isinya
> melarang umat
> Buddha bersembahyang pada malam Tahun Baru Sin Cia,
> dan larangan
> pada vihara-vihara yang ada di Jakarta untuk tidak
> buka (tidak
> melayani) umat yang mau sembahyang di malam Sin Cia,
> karena
> Sin Cia bukan hari raya agama Buddha!
> 2. dr. Ratna Surya Widya : waktu menjabat sebagai
> ketua harian
> WALUBI (periode kepengurusan Bhante Giri sebagai
> ketua umum)
> melakukan inventarisasi vihara-vihara mana saja yang
> selenggarakan
> perayaan Sin cia, dan daftar itu dilaporkan kepada
> lembaga inteligen
> Indonesia';
> 3. juga masih dr. Krishnanda Wijaya Mukti : waktu
> menjabat Kanwil
> bimas Buddha DKI Jakarta, melakukan sweeping di
> vihara-vihara daerah
> kota, memaksa pengurus vihara menurunkan papan nama
> beraksara Cina
> serta Rupang-rupang dewa legendaris Tionghoa.
> 4. upaya pencaplokan (ato lebih halusnya pengambil
> alihan) Kelenteng
> Boen Tek Bio oleh lembaga + oknum Theravada yang
> menjadi pengurus di
> situ dan berusaha men-Theravada-kan kelenteng itu
> dengan mengganti
> nama kelenteng Boen Tek Bio yang bersejarah itu
> dengan "Vihara
> Padumuttara" yang menurut mereka lebih mncerminkan
> nilai Buddhis dan
> tidak berbau Cina!
> 5. Seminar-seminar yang gencar diselenggarakan
> sekitar tahun 77 s/d
> 80-an (waktu itu anda berusia berapa??) dengan
> mendatangkan pejabat
> BKMC (Badan Koordinasi Masalah Cina) dan pakar-pakar
> budaya Cina
> dari UI untuk membersihkan agama Buddha dari
> sisa-sisa budaya Cina,
> agar bisa menjadi agama yang tidak ekslusive dan
> dapat diterima oleh
> semua lapisan bangsa Indonesia!
>
> Tapi semua itu adalah masalah lampau yang sebetulnya
> tidak perlu
> diungkit-ungkit lagi sekarang. Semua orang memang
> dalam kondisi
> keterpaksaan, terlalu besar risikonya kalo ingin
> tetap
> mempertahankan budaya Cina di bawah politik
> diskriminasi yang gencar
> waktu itu.
> Kita harus jujur terhadap sejarah, kalo memang
> pernah melakukan ya
> akui memang pernah. Bukan masalah hanya kasus per
> kasus atau memang
> kebijakan yang tersistimatisir. Yang jelas memang
> hal itu dilakukan
> oleh semua pihak, bukan hanya salah satu golongan
> saja.
>
> Salam,
>
>
> Erik
>
---------------------------------------------------------------------
> In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, agung setiawan
> <agoeng_set@xxxx>
> wrote:
> ini mah org gila yg sok tau aturan aja yg berlaku
> begitu. dimana2
> juga tau kalo berduka itu pantang pake merah. kalo
> ada aliran /
> vihara tertentu yg ajarin gitu g jamin 90% ga bakal
> ada umatnya.
> kalo boleh kasih alamat viharanya, trus siapa
> gurunya or bhantenya
> yg ajarin begitu. g sering ikut kebaktian kematian
> tapi ga pernah
> tuh nemu yg kayak begini.
>
> aliran teravada ga pernah ngelarang makanan daging
> kok, asal ga
> bunuh sendiri hal ini ga dipermasalahin, malah
> aliran mahayana yg
> melarang makan daging.
>
> ga ada larangan juga tuh buat bakar kim coa n
> gincoa,trus
> sepengatahuan saya seh siripada puja pertama kali di
> adain di indo
> itu thn 2003 pada waktu perayaan khatina kalo ga
> salah
> >
> > > tradisi orang Thai. Waktu upacara Waisak di
> > > vihara-vihara dan
> > > Borobudur, amoy-amoy penyambut tamu tidak boleh
> > > berbusana gaun
> > > Shanghai, dan harus berpakaian kebaya, katanya
> untuk
> > > menunjukkan
> > > nasionalisme Indonesia!
> >
> > agama budha yg merayakan waisak bukan budaya
> tionghua,
> > itu mah ngajak ribut namanya kalo adain waisak
> puja
> > tapi malah menonjolkan budaya tionghua, banyak
> aliran
> > dalam agama budha di indo (9 kalo gak salah) cuma
> > mahayan aja yg bener2 bercorak tionghua.
> >
> > Baca sutra (Liam Keng)
> > > dengan bahasa
> > > Mandarin dan irama oriental seperti yang di
> vihara
> > > suhu Benny dan
> > > Lodan juga tidak boleh, alasannya bukan bahasa
> asli
> > > yang digunakan
> > > oleh sang Buddha, jadi keasliannya diragukan!
> Dan
> > > masih banyak lagi
> >
> > ini mah sama aja kasusnya antara kristen protestan
> n
> > kristen katolik roma, sama pengikut jesus tapi
> caranya
> > bisa beda2 jadi pikir aja sendiri yah jawabannya
> >
> > > kasus-kasus lain yang tak bisa disebutkan satu
> per
> > > satu di sini!
> >
> > laen kalo ambil kasus jgn sepotong2 atau kejadian
> yg
> > cuma 1 -2 kasus aja tapi kasus umum, misal
> > pemutarbalikan fakta tulisan tionghua berasal dari
> > bahasa sansekerta sampe pake seminar segala, atau
> > tripitaka adalah sumber2 kebudayaan tionghua, kalo
> > perlu yg udah diseminarkan segala pake panelis dan
> > nara sumber lulusan tiongkok yg profesor, trus
> > kesaksian bikhu yg mantan peramal sama penguasa
> jurus
> > penghisap arwah, dan hal2 lain yg umum dah tau,
>
> yup memang bener ada beberapa perdebatan antara
> budaya tionghua
> dengan agama budha ( terutama terjadi terhadap
> budaya tionghua yg
> banyak dipengaruhi KHC ama TAO ) tapi jarang (
> mungkin ada tapi ga
> pernah denger padahal g tiap minggu di vihara
> teravada ) yg sampe
> > menghujat atau penghinaan terhadap budaya tersebut
>
>
>
>
>
>


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise