|
Re: Menjadi Kristen bukan orang tionghoa lagi: msg#00834culture.region.china.budaya-tionghua
sdr.Dedi, tulisan ini seolah-olah anda mengkambinghitamkan Belanda atas terjadinya ketegangan atau clash antara budaya Kristen ( cat : agama Kristen yang dipengaruhi budaya barat seperti Sinterklas dan lain- lain ) dengan budaya Tionghoa. Jika anda belajar sejarah, terutama pasca pengusiran kaum Yesuit pada masa dinasti Qing dan puncaknya adalah clash besar-besaran antara kaum boxer dengan pihak barat. Anda bisa mencari arsip itu di mailing list ini atau di website. hormat saya, Xuan Tong --- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Dedi <dedistd@xxxx> wrote: > > masalah pertentangan budaya tionghoa dengan agama kristen kayaknya memang > nggak ada habisnya. di sini saya (sebagai orang tionghoa-kristen) hanya > sekedar berbagi pendapat. > > Harus diakui memang ada sebagian orang kristen yang anti sekali dengan > budaya tionghoa sampai2 merayakan imlek saja dilarang, pokoknya semua yang > berbau tionghoa dianggap haram. > > Tapi kalau kita selidiki, dari mana sih asalnya? > Di jaman belanda, orang tionghoa peranakan tadinya hidup rukun baik dengan > yang totok maupun dengan kaum pribumi. Namun ketika Dr Sun Yatsen berhasil > mendirikan Republik Tiongkok, semangat kebangkitan nasional juga menyebar > pertama-tama di antara kaum totok di Indonesia (dengan didirikannya THHK) > dan kemudian mulai menyebar juga di antara kaum tionghoa peranakan dan > lebih jauh lagi ke kaum prbumi. Hal ini membuat belanda ketakutan, > bayangkan saja bila kaum tionghoa totok-peranakan-pribumi bersatu, > tentunya belanda akan kewalahan. > > Untuk mengatasi hal itu belanda coba membuat pemisahan antara golongan > totok dan peranakan dengan mendirikan sekolah Belanda HCS yang khusus > ditujukan untuk kaum peranakan. Di HCS mereka dididik dengan pendidikan > belanda, dan sama sekali tidak diperkenalkan kebudayaan tionghoa, bahkan > dalam salah satu buku (saya lupa judulnya) disebutkan bahwa di hcs, banyak > guru-guru yang 'full of scornful of chinese culture'. bahkan ketika > belanda menawarkan hak kesamaan dengan kaum eropa bagi kaum peranakan, > salah satu syaratnya adalah bahwa harus menandatangani surat pernyataan > bahwa mereka tidak cocok hidup di kalangan tionghoa. dengan cara demikian, > akhirnya banyak kaum peranakan yang nggak lagi mengenal budaya tionghoa, > dan kebanyakan dari mereka kristen. > > Jadi mungkin sebab utamanya adalah karena mereka memang asalnya nggak tau > menahu ttg budaya tionghoa, tapi lantas belaga sok tau dan sayangnya > keliru, lalu lantas kemudian mulailah mereka menjelekkan budaya tionghoa. > Karena mereka kristen, ya lalu mulailah dihubung-hubungkan dengan > kekristenan. Jadi sebenarnya bukan karena kekristenan itu sendiri. > > Memang harus diakui ada beberapa aspek kebudayaan tionghoa yang > bertentangan dengan kekristenan, tapi bukan berarti semuanya dan toh di > agama mana saja juga pasti ada aspek yang bertentangan. trgantung > bagaimana kita mengakomodasi dan menyelaraskannya. dan juga bukan berarti > bisa seenaknya aja menjelekkan budaya tionghoa, ini dianggap setan, itu > sesat, dsb. > > Saya sendiri sebagai orang kristen juga sering merasa kesal sekali dengan > orang2 kristen (khususnya para pendeta) yang suka berbicara seenaknya saja > ttg budaya tionghoa. entah sudah berapa banyak yang saya tegur. Jadi saya > bisa maklum kalo banyak peserta milis ini yang non kristen yang merasa > kesal juga:). > > Tapi yang saya harapkan adalah jangan lantas menyamaratakan bahawa semua > orang kristen anti budaya tionghoa, atau kekristenan nggak cocok dengan > budaya tionghoa dsb. kalau kita demikian, tentunya akan susah diterima > juga oleh golongan kristen. > > Jadi bagaimana yang bisa kita lakukan? Sebisa mungkin kita memberi > penerangan pada mereka ttg apa sih sebenarnya arti dari tradisi yang ada, > asal mula dsb. Saya pribadi sebagai orang kristen punya misi pribadi untuk > memberi pengenalan budaya tionghoa pada mereka, supaya mereka nggak > keliru, dan bisa menghargai dan bahkan mau menerima budaya tionghoa. Jadi > saya ajak rekan2 di milis ini terutama yang kristen, mari kita mulai > "misi" ini agar akhirnya budaya tionghoa bisa diterima dengan baik oleh > seluruh orang tionghoa kristen. > > > > Subject: RE: Re: Menjadi Kristen bukan orang tionghoa lagi > > > > Makasih Pak Yan Widjaya, senior saya, serta sobat semua, > > Saya menyadari memang ini 'hot topic' yg cenderung eksplosif tapi > > perlu ! disadari dan untuk kita renungkan sebagai 'penikmat' budaya > > tionghoa bahwa rasanya ada yang kurang 'resep' bila seorang tionghoa > > menjadi Kristiani. Apa ngga semacam 'split personality' ?. > > Pak Yan Widjaya setujukan dgn yg saya katakan, bahwa sedikit banyak > > atau banyak sekali perilaku keseharian, paham, cara pandang (kalo > > istilah mang Ucup barangkali: Welt Anschauung) dan praktek > > keagamaan/budaya kristiani tidak sama bahkan sangat mungkin bertentangan > > dgn yg tionghoa > > Apa tidak lebih baik 'take it or leave it' aja ? supaya jgn sampai, di > > sana dibilang Katolik murtad (karena Imlek main barongsai & liong, Cap > > Go Meh Gotong Toapekong) di sini, tidak utuh masuk menyatu karena ada > > sekat, nuansa-nuansa yg sebagai katolik kalo konsekwen tidak bisa, tidak > > boleh dimasuki/dilakukan. > > Belom lagi, nanti sorganya kan lain ya?. > > Soe Hok Gie rasanya seorang Free thinker (karena tidak ada kesempatan > > mengenal/mendalami falsafah tionghoa barangkali). > > Apa orang seperti dia masih percaya tahayul adanya Tuhan? > > Sejarah mencatat adanya orang2 'Cina yg Gak Ngaku Cina' yang banyak > > mengidentifikasikan dirinya sebagai kristiani. Sebagian diantaranya > > mendiang pendiri Kompas Auwyang Peng Koen yang berganti menjadi P.K. > > Odjong, seingat saya pernah mengatakan dirinya katolik bukan tionghoa > > (mohon koreksi kalo salah). > > Tampaknya ada korelasi yang signifikan antara agama dan orientasi > > budaya seseorang. Gimanapun juga agama adalah benteng budaya atau budaya > > benteng agama (?) .( orientasi budaya biasanya menjadi orientasi politik > > ! lebih nurut Vatican atau Washington katimbang Jakarta ). > > Saya mohon rekan2 yg masih katolik/kristen jangan salah mengerti. Kalo > > ada hal2 yg dirasakan kurang nyaman, semua itu bukan ditujukan kepada > > anda pribadi sekalian karena pada dasarnya kita semua adalah korban, ya > > korban para pastor, misionaris, pedagang barat dgn bedil ditangan kanan, > > bibel ditangan kiri datang, ya datang ke kita untuk > > mengatakan/memaksakan "kalian salah/sesat, ini yg bener/selamet jadilah > > kalian seperti kami" seperti Rambo atau W. Bush gitulah. > > Apa kasanah budaya/falsafah/agama tionghoa dgn segala pernak- perniknya > > tidak cukup (saya tidak katakan anda tapi kita) membuat kita hidup > > damai,bahagia, sukses, dan SELAMAT DUNIA AKHERAT ??. > > KIta tidak bermaksud mengatakan Kristen/Katolik, Barat itu jelek atau > > jahat. KIta punya pun tidak jelek . Hanya tidak sama. Itu saja. > > Kalo kita punya ada yg kurang, ya diperbarui bukan dicampakkan. Jelek > > bagus tetep milik kita kan? > > Biarlah mereka menjadi mereka dan kita menjadi kita. > > Bakar Jembatan ! ucapkan good bye & thank you pada mereka. > > Ayo sobat semua...... pulang ke pelukan ibu pertiwi. Cu Ke Liang yg > > taoist, Kwan Kong yg Buddha, Petrus Gunadi Omas si domba mabur yg Kong > > Hu Cu sdh menanti kita. > > > > Semoga Pak Yan W & sobat semua berbahagia, > > > > AT > > AT > > > > ----------------------------------------------------------------- ------ > > Aku sungguh tidak paham jalan pikiran Sdr Arifin Tanzil yg seperti > > ini. > > Di Daratan China sendiri lebih dari 100 juta rakyatnya beragama > > Kristiani. Ketahuilah, walaupun Penerintahnya komunis, namun tidak semua > > warganya atheis alias tidak beragama! Belum lagi di Taiwan! > > Bagaimana di Indonesia? Sebagian beragama Kristiani (katolik, Kristen, > > Protestan dll), sebagian lagi Islam, sebagian Buddha, sebagian penganut > > ajaran Khong Hu Cu, apakah menurut Sdr Arifin Tanzil mereka tak layak > > disebut orang Tionghoa lagi? Sungguh aneh! > > Aku sendiri seorang Katolik. Lalu pertanyaanku, tokoh-tokoh Tionghoa > > seperti Teguh Karya, Rudy Hartono, PK Ojong, Liem Swie King, Soe Hok > > Gie, dan ribuan nama lainnya yang kebetulan Kristiani, apakah diragukan > > ketionghoaannya oleh Sdr. Arifin Tanzil? > > GBU > > Yan W. > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: suku barbar: 00834, melani chia |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Re: Cina Banana yg Kutu Cina: 00834, D.O.C 107 |
| Previous by Thread: | Re: RE: Re: Menjadi Kristen bukan orang tionghoa lagii: 00834, Dedi |
| Next by Thread: | Perbedaan agama di masyarakat Tionghoa: 00834, Ning S widjaja |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |