logo       

Sebuah pendapat kecil (Re: Cina Banana yg Kutu Cina): msg#00698

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Sebuah pendapat kecil (Re: Cina Banana yg Kutu Cina)

Tidak ada definisi Tionghoa sejati di dunia ini sebenarnya. Tionghoa adalah sebuah kata dengan definisi relatif dan dinamis. Salah satu kunci kebudayaan Tionghoa bisa bertahan selama ribuan tahun adalah karena ia adalah sebuah budaya yang dinamis dan elastis. Ia dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, melakukan reformasi dan evolusi menjadi bentuk yang sesuai dengan zamannya itu.

Kebudayaan Tionghoa tidak serta merta hanya terbatas pada tradisi dan tradisionalitas semata, masih banyak aspek yang bisa ditilik dari kebudayaan Tionghoa. Tradisi dan agama bersinggungan pada permasalahan gaya hidup, di sini, tradisi biasanya relatif lemah karena agama punya doktrin yang kuat. Masalahnya, agama biasanya juga membawa kebudayaan lain, sehingga penyebaran agama sering sekali menjadi culture-clash, seperti misalnya perang kaum adat dengan padri di Sumbar dulu. Otomatis saja, tradisi yang melekat akan dianggap kuno dan harus diganti dengan norma hidup sesuai kebudayaan yang dibawa agama tadi. Ini menyebabkan clash lebih lanjut antara kaum konservatif tradisionalis dengan kaum pembaharuan (dalam arti norma kebudayaan yang lebih akhir).

Saya kemukakan pandangan saya atas ini, jangan saling menghujat dan mengejek. Hidup di zaman penuh kebebasan ini, Tionghoa nampak sebagai satu kesatuan namun pluralis. Tidak pernah akan ada Tionghoa sejati walau darah yang mengalir di kita itu adalah darah murni orang Han 2000 tahun yang lalu.

Kebudayaan adalah satu cara manusia meningkatkan kualitas hidup mereka, dengan kebudayaan manusia mencari pasal2 untuk memudahkan mereka hidup di dunia, memecahkan kesulitan2 dan masalah. Hemat saya cuma satu, bila seseorang menganggap gaya hidupnya dapat meningkatkan mutu hidupnya tanpa menyebabkan kericuhan dan kemunduran sosial masyarakat, maka siapapun tidak berhak mengatur dan mempermasalahkannya. Ini tentu saja terlalu naif, namun realisasinya mudah saja, jangan mempertanyakan dan mencampuri urusan privat orang lain (agama dan kepercayaan).

Pengetahuan tentang kebudayaan Tionghoa di Indonesia memang relatif minim bila dibandingkan dengan di negara lainnya di Asia Tenggara atau di AS, namun bila ada euforia keingin-tahuan terhadap ke-Tionghoa-an dalam pada ini kebudayaan Tionghoa oleh orang2 yang merasa peduli, maka orang tersebut tidak harus langsung menjadi orang Tionghoa yang tradisional, apalagi definisi tradisional itu sangat kabur. Ini yang harus dicamkan.

Sebaliknya, bagi yang kurang mengerti atau tidak mengerti sama sekali akan makna dari banyak pernak-pernik tradisi Tionghoa juga jangan sekali2 menjatuhkan definisi dari segi pandangnya sendiri karena seseorang tidak berhak mengkritik suatu masalah bila belum benar2 mengerti akan persoalannya dan makna dari banyak pernak-pernik tradisi tadi.


Rinto Jiang



Arifin Tanzil wrote:
Sobat sekalian,
Apa barangkali tulisan Agung dibawah ini yg menjelaskan sedikit arti sebener-benernya yang disebut Chinese Banana ?
 
Cina Banana adalah orang tionghoa yg telah dikristenkan. Kalau dikatakan kristen itu artinya ya kristen dan katolik karena pada dasarnya mereka ya sama. barangkali perumpamaannya seperti apakah Belanda dan  Jepang sama ? ya, sama2 penjajah.
 
Menjadi Kristen apa masih orang tionghoa??
Apa arti menjadi tionghoa? Apakah hanya secara fisik saja seseorang dikatakan tionghoa? apakah dgn berbahasa mandarin atau dialeknya saja? atau mengenal sejarah 5000 tahunnya saja? apa tidak ada yg lebih esensial dari pada itu semua?
Seorang tionghoa yg sungguh cinta, sayang, tahu, mengerti, menghayati, menikmati dan menjalani falsafah/Ajaran/Nasehat/Agama tionghoa yg disampaikan oleh banyak leluhurnya, apa masih masih sempet,bisa,mau menjadi Kristen yg bagaimanapun juga sedikit banyak atau banyak sekali tidak sama bahkan bertentangan, dalam hal perilaku, adat istiadat keseharian maupun konsep-falsafah tentang hidup-kehidupan dan alam semesta??
 
Pernah saya dengar,  ada satu daerah di pulau Jawa dekat ibukota Jakarta, yaitu Tangerang, ada seorang encek yg menjadi target untuk dikristenkan, setelah menerima segala move,appoach sampai intimidasi & teror, encek yg sederhana ini menjawab dengan lugu & tanpa maksud negatip: owe(?) mah tenglang !.
Setelah tahapan indoktrinasi, training how to win & sell ala Anthony Robbin dan Bill Graham selesai, seorang Cina Banana akan menjadi Kutu Cina. Masih ingatkan cerita bangkai singa yg habis dimakan kutunya sendiri.
Karena itu ada seorang kawan yg pernah berkata: Kalo anda sekolahkan anak-anak disekolah Kristen itu sama saja seperti anda membayar seseorang untuk mengajar anak memusuhi anda !!! Pake uang orang tionghoa untuk memerangi/menghilangkan kebudayaan/agama orang tionghoa!! Ironis atau menggembirakan? pintar atau (maaf) bodoh?
 
Dengan demikian apakah kata2: by race I'm Chinese, by grace I'm Christian adalah absurd ??. Welcome, Coming Home, bagi kita yg masih Banana jangan takut ! untuk menjadi 'Jeruk' , menjadi Tionghoa sejati !   Welcome, Coming Home, untuk teman semua yg mau jadi 'Jeruk', menjadi tionghoa sejati.
 
makasih,
AT



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise