logo       

Re: Rencana Pelarangan Bahasa Asing Di Tempat Umum: msg#00692

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: Rencana Pelarangan Bahasa Asing Di Tempat Umum


betul, waktu jaman harto juga pernah kan ada
pelarangan ini, sampe mall2 ganti nama aja jadi aneh2.
tapi anehnya itu nama2 toko or merk2 toko yg pake
bahasa arab ga kena disuruh ganti tuh.

--- andre susanto <nreharto-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

> Kalau sampai terjadi pelarangan ini, apakah semua
> bahasa asing yang dilarang atau ada pengecualian ?
> karena bahasa asing yang paling banyak dipakai di
> seluruh Indonesia adalah bahasa Arab. Bahasa ini
> dipakai oleh orang dari semua tingkatan umur dan
> menjadi majoritas bahasa asing yang dipergunakan.
> Ini cuma mau mengingatkan saja.
>
> --- xiaolongni73 <xiaolongni73-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
>
> > Paham Kebangsaan Yang Sempit Sekali Lagi Akan
> > Mendongakkan Kepala.
> >
> > Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
> > Indonesia,
> > merencanakan bahwa mulai tahun 2007 akan diumumkan
> > satu peraturan
> > baru, yaitu melarang penggunaan bahasa asing di
> > tempat-tempat umum. Di
> > era globalisasi ini, era beragam etnis, era
> beragam
> > kebudayaan, era
> > beragam perekonomian, peraturan ini, bisa
> dipastikan
> > tidak sesuai
> > dengan perkembangan jaman, juga mengingkari
> > perjalanan sejarah.
> >
> > Masyarakat Tionghoa di Indonesia bisa
> dikategorikan
> > suku ke 4
> > terbesar, bahasa Mandarin adalah bahasa leluhur
> dari
> > suku ke 4 ini,
> > apakah termasuk kategori bahasa asing, masih
> > menunggu penjelasan
> > instansi berwenang. Bahasa Mandarin saat ini
> > mengalami perkembangan
> > pesat di seluruh negeri, dan yang mendorong sekuat
> > tenaga agar
> > kegiatan belajar bahasa Mandarin semakin
> berkembang
> > adalah juga
> > pejabat di Departemen Pendidikan RI, sebagai
> sesama
> > instansi di bawah
> > Departemen Pendidikan bagian "Pusat Bahasa",
> apabila
> > dengan keras
> > menggolongkan bahasa Mandarin sebagai bahasa
> asing,
> > maka peraturan ini
> > akan bertolak belakang dengan kebijakan sekarang
> > yang sekuat tenaga
> > mendorong perkembangan bahasa Mandarin, saling
> > kontradiksi, sungguh
> > aneh dan sulit dimengerti !.
> >
> > Bahasa adalah alat berkomunikasi bagi umat manusia
> > di dunia ini, di
> > dunia ada hampir 200 lebih negara, semuanya
> memiliki
> > bahasanya
> > sendiri, setiap negara, selalu ada beragam etnis,
> > beragam kebudayaan.
> > Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Sekjen PBB
> > Kofi Annan di dunia
> > ini ada sekitar 6000 lebih bahasa ibu. Annan
> > memandang ini sebagai
> > kekayaan peradaban manusia, sehingga mendorong
> untuk
> > menghargai dan
> > melestarikannya, Tiongkok sendiri punya 56 suku
> > bangsa, setiap suku
> > mempunyai bahasa dan dialek sendiri; demikian pula
> > Indonesia, orang
> > Jawa berbicara bahasa Jawa, orang Sunda berbicara
> > bahasa Sunda, orang
> > Madura berbicara bahasa Madura, orang Batak
> > berbicara bahasa Batak,
> > orang Tionghoa berbicara bahasa dialek daerahnya
> > serta berbicara
> > Mandarin. Setiap suku bangsa mempunyai aksaranya
> > sendiri, ini
> > terbentuk dari perjalanan sejarah, ini merupakan
> > suatu kondisi yang
> > sangat normal, sesuai dengan kondisi suatu negara
> > yang beragam etnis,
> > beragam budaya yang terbentuk dari perjalanan
> > sejarah.
> >
> > Sekarang, pejabat urusan bahasa di bawah naungan
> > Departemen
> > Pendidikan, berniat untuk menerbitkan peraturan
> yang
> > bertujuan
> > menghalangi pergerakan bahasa dan budaya, ini
> bukan
> > hanya mengingkari
> > perjalanan sejarah, juga mengingkari hak asasi
> > manusia. Ini merupakan
> > wujud paham kebangsaan yang sangat sempit, serta
> > tidak menguntungkan
> > bagi persatuan keluarga besar suku-suku bangsa,
> > suatu keputusan yang
> > sangat tidak bijaksana. Dengan adanya paham
> > kebangsaan yang sempit
> > ini, mau tak mau akan membangkitkan perhatian
> orang.
> >
> > Peraturan untuk melarang penggunaan bahasa asing,
> > sebenarnya sudah
> > terjadi 30 tahun silam di masa pemerintahan rejim
> > Soeharto. Saat itu
> > Soeharto melarang penggunaan bahasa asing di semua
> > penunjuk nama
> > lembaga / instansi, semua harus tercantum dalam
> > bahasa Indonesia,
> > tidak dibolehkan mencantumkan dalam bahasa Inggris
> > maupun Mandarin,
> > namun kondisi ini tidak efektif dan akhirnya
> > berakhir begitu saja
> > sebelum tercapai tujuannya.
> >
> > Indonesia mempunyai banyak bahasa dari luar
> negeri,
> > ini tidak hanya
> > tidak menghalangi perkembangan bahasa Indonesia,
> > malah sebaliknya
> > justru memperkaya kosa kata bahasa Indonesia,
> kalau
> > seluruh bahasa
> > asing harus disingkirkan, maka, semua buku
> pelajaran
> > di sekolah harus
> > dicetak ulang, termasuk kamus-kamus dalam bahasa
> > Indonesia juga harus
> > dirilis ulang.
> >
> > Kalau sampai tidak diijinkan menggunakan bahasa
> > asing di tempat umum,
> > maka bagaimana bisa kita berkomunikasi dengan
> orang
> > luar negeri ?
> > Bagaimana menjalin hubungan dengan pihak luar
> > negeri, berbisnis
> > misalnya ? Kalau sampai begitu, di masyarakat
> tidak
> > diperbolehkan
> > menyanyikan lagu berbahasa Inggris, lagu-lagu
> > Mandarin, stasiun
> > televisi dilarang memutar film-film luar negeri,
> > barang impor yang
> > tidak mencantumkan bahasa Indonesia dilarang
> masuk,
> > maka bagaimana
> > akibatnya dengan perubahan masyarakat yang terjadi
> > di negara kita ?
> > suatu negara yang terbelakang sekaligus miskin;
> saat
> > inipun kemampuan
> > berbahasa asing kita masih kalah total
> dibandingkan
> > dengan
> > bangsa-bangsa lain, sulit dibayangkan bagaimana
> > akibatnya apabila
> > muncul pelarangan penggunaan bahasa asing di
> tempat
> > umum sesudahnya?
> > Maka, negara dan bangsa kita akan menjadi tanpa
> > pengetahuan, bodoh,
> > bangsa yang terbelakang, kalau sampai terjadi
> > demikian, bagaimana kita
> > mempertanggung jawabkan kepada generasi pendahulu
> > kita ?
> >
> > Kita sangat mendukung kegiatan pengajaran bahasa
> > Indonesia,
> > menggunakan bahasa Indonesia yang baik, di
> > lingkungan instansi
> > pemerintahan atau penulisan dokumen haruslah
> > tertulis bahasa Indonesia
> > yang standar, sedangkan saat menjalani kehidupan
> > sehari-hari, anda mau
> > menggunakan bahasa apapun juga, itu adalah
> kebebasan
> > mutlak
> > masing-masing ! Di saat kita giat belajar
> > menggunakan bahasa Indonesia
> > yang baik dan benar, juga harus giat mempelajari
> > bahasa asing, kita
> > gunakan bahasa asing untuk memperkaya khasanah
> > bahasa dan budaya kita,
> > kalau kita membatasi bahasa dan budaya asing sama
> > juga dengan mengikat
> > sepasang tangan dan kaki kita, menghentikan
> langkah
> > serta menutup diri
> > jelas tidak sesuai dengan arus perubahan,
> > mengingkari ilmu
> > pengetahuan, keputusan mengingkari kemajuan yang
>
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com





.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise