logo       

RE: Rencana Pelarangan Bahasa Asing Di Tempat Umum: msg#00687

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: RE: Rencana Pelarangan Bahasa Asing Di Tempat Umum


Benar sekali Pak Andre, sampai2 Gus Dur secara seloroh dalam satu kesempatan
sempat mengutarakan bahwa kalo mau konsisten dijalankan peraturan ini,
khobah dalam bahasa Arab harus di Indonesia-kan, nama mesjid dan madrasah
yang berasal dari bahasa Arab harus di Indonesia-kan juga.

Penasaran nanti apakah Microsoft mau ganti nama jadi MikroLunak hehe, Java
jadi Jawa, IBM (International Business Machine) jadi MBI (Mesin Bisnis
Internasional), Computer House jadi Komputer Haus :-)

Meningkatkan nasionalisme tidak seharusnya jadi meng-kerdilkan diri sendiri.



MH


> -----Original Message-----
> From: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> [mailto:budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx] On Behalf Of
> andre susanto
> Sent: Tuesday, January 24, 2006 7:50 AM
> To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Rencana Pelarangan Bahasa Asing Di Tempat
> Umum
>
> Kalau sampai terjadi pelarangan ini, apakah semua
> bahasa asing yang dilarang atau ada pengecualian ?
> karena bahasa asing yang paling banyak dipakai di
> seluruh Indonesia adalah bahasa Arab. Bahasa ini
> dipakai oleh orang dari semua tingkatan umur dan
> menjadi majoritas bahasa asing yang dipergunakan.
> Ini cuma mau mengingatkan saja.
>
> --- xiaolongni73 <xiaolongni73-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
>
> > Paham Kebangsaan Yang Sempit Sekali Lagi Akan
> > Mendongakkan Kepala.
> >
> > Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
> > Indonesia,
> > merencanakan bahwa mulai tahun 2007 akan diumumkan
> > satu peraturan
> > baru, yaitu melarang penggunaan bahasa asing di
> > tempat-tempat umum. Di
> > era globalisasi ini, era beragam etnis, era beragam
> > kebudayaan, era
> > beragam perekonomian, peraturan ini, bisa dipastikan
> > tidak sesuai
> > dengan perkembangan jaman, juga mengingkari
> > perjalanan sejarah.
> >
> > Masyarakat Tionghoa di Indonesia bisa dikategorikan
> > suku ke 4
> > terbesar, bahasa Mandarin adalah bahasa leluhur dari
> > suku ke 4 ini,
> > apakah termasuk kategori bahasa asing, masih
> > menunggu penjelasan
> > instansi berwenang. Bahasa Mandarin saat ini
> > mengalami perkembangan
> > pesat di seluruh negeri, dan yang mendorong sekuat
> > tenaga agar
> > kegiatan belajar bahasa Mandarin semakin berkembang
> > adalah juga
> > pejabat di Departemen Pendidikan RI, sebagai sesama
> > instansi di bawah
> > Departemen Pendidikan bagian "Pusat Bahasa", apabila
> > dengan keras
> > menggolongkan bahasa Mandarin sebagai bahasa asing,
> > maka peraturan ini
> > akan bertolak belakang dengan kebijakan sekarang
> > yang sekuat tenaga
> > mendorong perkembangan bahasa Mandarin, saling
> > kontradiksi, sungguh
> > aneh dan sulit dimengerti !.
> >
> > Bahasa adalah alat berkomunikasi bagi umat manusia
> > di dunia ini, di
> > dunia ada hampir 200 lebih negara, semuanya memiliki
> > bahasanya
> > sendiri, setiap negara, selalu ada beragam etnis,
> > beragam kebudayaan.
> > Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Sekjen PBB
> > Kofi Annan di dunia
> > ini ada sekitar 6000 lebih bahasa ibu. Annan
> > memandang ini sebagai
> > kekayaan peradaban manusia, sehingga mendorong untuk
> > menghargai dan
> > melestarikannya, Tiongkok sendiri punya 56 suku
> > bangsa, setiap suku
> > mempunyai bahasa dan dialek sendiri; demikian pula
> > Indonesia, orang
> > Jawa berbicara bahasa Jawa, orang Sunda berbicara
> > bahasa Sunda, orang
> > Madura berbicara bahasa Madura, orang Batak
> > berbicara bahasa Batak,
> > orang Tionghoa berbicara bahasa dialek daerahnya
> > serta berbicara
> > Mandarin. Setiap suku bangsa mempunyai aksaranya
> > sendiri, ini
> > terbentuk dari perjalanan sejarah, ini merupakan
> > suatu kondisi yang
> > sangat normal, sesuai dengan kondisi suatu negara
> > yang beragam etnis,
> > beragam budaya yang terbentuk dari perjalanan
> > sejarah.
> >
> > Sekarang, pejabat urusan bahasa di bawah naungan
> > Departemen
> > Pendidikan, berniat untuk menerbitkan peraturan yang
> > bertujuan
> > menghalangi pergerakan bahasa dan budaya, ini bukan
> > hanya mengingkari
> > perjalanan sejarah, juga mengingkari hak asasi
> > manusia. Ini merupakan
> > wujud paham kebangsaan yang sangat sempit, serta
> > tidak menguntungkan
> > bagi persatuan keluarga besar suku-suku bangsa,
> > suatu keputusan yang
> > sangat tidak bijaksana. Dengan adanya paham
> > kebangsaan yang sempit
> > ini, mau tak mau akan membangkitkan perhatian orang.
> >
> > Peraturan untuk melarang penggunaan bahasa asing,
> > sebenarnya sudah
> > terjadi 30 tahun silam di masa pemerintahan rejim
> > Soeharto. Saat itu
> > Soeharto melarang penggunaan bahasa asing di semua
> > penunjuk nama
> > lembaga / instansi, semua harus tercantum dalam
> > bahasa Indonesia,
> > tidak dibolehkan mencantumkan dalam bahasa Inggris
> > maupun Mandarin,
> > namun kondisi ini tidak efektif dan akhirnya
> > berakhir begitu saja
> > sebelum tercapai tujuannya.
> >
> > Indonesia mempunyai banyak bahasa dari luar negeri,
> > ini tidak hanya
> > tidak menghalangi perkembangan bahasa Indonesia,
> > malah sebaliknya
> > justru memperkaya kosa kata bahasa Indonesia, kalau
> > seluruh bahasa
> > asing harus disingkirkan, maka, semua buku pelajaran
> > di sekolah harus
> > dicetak ulang, termasuk kamus-kamus dalam bahasa
> > Indonesia juga harus
> > dirilis ulang.
> >
> > Kalau sampai tidak diijinkan menggunakan bahasa
> > asing di tempat umum,
> > maka bagaimana bisa kita berkomunikasi dengan orang
> > luar negeri ?
> > Bagaimana menjalin hubungan dengan pihak luar
> > negeri, berbisnis
> > misalnya ? Kalau sampai begitu, di masyarakat tidak
> > diperbolehkan
> > menyanyikan lagu berbahasa Inggris, lagu-lagu
> > Mandarin, stasiun
> > televisi dilarang memutar film-film luar negeri,
> > barang impor yang
> > tidak mencantumkan bahasa Indonesia dilarang masuk,
> > maka bagaimana
> > akibatnya dengan perubahan masyarakat yang terjadi
> > di negara kita ?
> > suatu negara yang terbelakang sekaligus miskin; saat
> > inipun kemampuan
> > berbahasa asing kita masih kalah total dibandingkan
> > dengan
> > bangsa-bangsa lain, sulit dibayangkan bagaimana
> > akibatnya apabila
> > muncul pelarangan penggunaan bahasa asing di tempat
> > umum sesudahnya?
> > Maka, negara dan bangsa kita akan menjadi tanpa
> > pengetahuan, bodoh,
> > bangsa yang terbelakang, kalau sampai terjadi
> > demikian, bagaimana kita
> > mempertanggung jawabkan kepada generasi pendahulu
> > kita ?
> >
> > Kita sangat mendukung kegiatan pengajaran bahasa
> > Indonesia,
> > menggunakan bahasa Indonesia yang baik, di
> > lingkungan instansi
> > pemerintahan atau penulisan dokumen haruslah
> > tertulis bahasa Indonesia
> > yang standar, sedangkan saat menjalani kehidupan
> > sehari-hari, anda mau
> > menggunakan bahasa apapun juga, itu adalah kebebasan
> > mutlak
> > masing-masing ! Di saat kita giat belajar
> > menggunakan bahasa Indonesia
> > yang baik dan benar, juga harus giat mempelajari
> > bahasa asing, kita
> > gunakan bahasa asing untuk memperkaya khasanah
> > bahasa dan budaya kita,
> > kalau kita membatasi bahasa dan budaya asing sama
> > juga dengan mengikat
> > sepasang tangan dan kaki kita, menghentikan langkah
> > serta menutup diri
> > jelas tidak sesuai dengan arus perubahan,
> > mengingkari ilmu
> > pengetahuan, keputusan mengingkari kemajuan yang
> > jelas tidak tepat,
> > dapat dipastikan hasilnya pasti tidak sesuai yang
> > diharapkan, suatu
> > keputusan bodoh yang tak patut didukung.
> >
> > Sumpah Pemuda tahun 1928 menelurkan "Satu Nusa",
> > "Satu Bangsa", "Satu
> > Bahasa"; pada kata "Satu Bahasa" bukan berarti
> > mengarah ke paham
> > kebangsaan yang sempit, namun yang tersirat adalah
> > setiap etnis atau
> > suku bangsa mempunyai satu bahasa persatuan yang
> > sama, menetapkan
> > bahasa persatuan bahasa Indonesia sebagai bahasa
> > yang bisa diterapkan
> > di seluruh negeri bukan berarti meniadakan
> > penggunaan bahasa ibu dari
> > masing-masing suku bangsa, juga bukan berarti
> > meniadakan bahasa asing,
> > karena itulah selama berabad-abad, bahasa asing
> > selalu diterima dan
> > dihargai serta digunakan oleh negara dan rakyat.
> >
> > Melarang penggunaan bahasa asing di tempat umum
> > merupakan suatu
> > langkah mundur, tak mungkin bisa terlaksana. Kita
> > adalah warga negara
> > Indonesia dari suku Tionghoa, kita punya hak
> > dimanapun berada untuk
> > berbicara dialek kita sendiri, ini adalah hak asasi
> > mendasar dari
> > setiap manusia, sama sekali tak boleh dilanggar,
> > karena itulah kita
> > menolak pembatasan penggunaan bahasa Mandarin di
> > tempat
> === message truncated ===
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
>
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
>
> .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Jaringan pertemanan Friendster :
> budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>





.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/







<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise