|
Ya, betul. Saya juga setuju dengan pendapat
kawan sebelumnya. Jangan dikacaukan antara biologis seseorang dengan
warga-negara, budaya, agama yang dianut seseorang itu. Apapun warga-negara,
budaya dan agama seseorang tentu tidak merubah biologies seseorang, kalau dia
berdarah Tionghoa ya tetap orang Tionghoa atau peranakan Tionghoa, kalau dia
berdarah Arab ya tetap orang Arab atau peranakan Arab, .... lepas dari
warga-negara, budaya dan agama mereka.
Sekalipun seorang India diberi nama
Tionghoa, Xiong Delong, yang sejak kecil dipelihara dan dibesarkan didalam
keluarga Tionghoa, bisa berbahasa Tionghoa fasih dan sedikit banyak mengerti
adat-istiadat Tionghoa, ya tetap orang India secara biologis.
Begitu juga seorang berdarah Tionghoa (entah
berapa%) tentu masih bisa dikatakan etnis Tionghoa, sekalipun dia praktis sudah
tidak mengenal adat-istiadat Tionghoa, dari bahasa Tionghoa dan budaya Tionghoa
tidak dikenal lagi, dia tetap bisa dikategorikan peranakan Tionghoa. Begitulah
kelompok Cina-Benteng, yang biasanya sudah tidak nampak sedikitpun wajahnya
sebagai orang Tionghoa, mereka juga tidak lagi mengerti bhs. Tionghoa dan hanya
umumnya masih mempertahankan agama Tao saja.
Mengenai peranakan Tionghoa dimana berada
masih belum diperlakukan sebagai warga-negara setempat secara penuh, ya itulah
yang harus terus diperjuangkan denegan gigih dan ulet. Disamping memeriksa diri
sendiri, dan hendaknya bisa menuntut lebih banyak pada diri sendiri untuk
menyatukan diri dengan rakyat setempat, menjadikan aspirasi rakyat terbanyak
juga sebagai aspirasi dirinya, bisa saling menerima dan menghargai segala
perbedaan yang ada didalam masyarakat dimana dia hidup, dipihak lain juga harus
berani menuntut pada pemerintah untuk konsekwen menegakkan hukum hak-hak
asasi manusia sebaik-baiknya, berjuangkan agar Pemerintah
bisa mencabut ketentuan-ketentuan yang berbau rasialis, yang masih
membeda-bedakan perbedaan suku, etnis dan agama yang ada, agar diwujudkan janji
Proklamasi untuk menjadikan warga-negara keturunan asing sebagai warga-negara
Indonesia asli, menjadi patriot dan demokrat Indonesia, menagih Pemerintah dalam
setiap tindakan dan keputusannya hanya mengakui satu macam warga-negara, dengan
hak dan kewajiban yang sama bagi setiap warga-negaranya, dengan
demikian bisa menciptakan satu kehidupan harmonis dan sehat di Nusantara
ini, menggerakkan segenap potensi yang ada semaksimal mungkin untuk mempercepat
perputaran roda ekonomi di Indonesia, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
terbanyak.
Salam,
ChanCT
----- Original Message -----
Sent: Sunday, January 22, 2006 1:02
AM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Ratusan
Juta Orang Cina Beragama Kristiani!
Aku sungguh tidak paham jalan pikiran Sdr Arifin Tanzil yg seperti
ini.
Di Daratan China sendiri lebih dari 100 juta rakyatnya beragama
Kristiani. Ketahuilah, walaupun Penerintahnya komunis, namun tidak semua
warganya atheis alias tidak beragama! Belum lagi di Taiwan!
Bagaimana di Indonesia? Sebagian beragama Kristiani (katolik,
Kristen, Protestan dll), sebagian lagi Islam, sebagian Buddha, sebagian
penganut ajaran Khong Hu Cu, apakah menurut Sdr Arifin Tanzil mereka tak
layak disebut orang Tionghoa lagi? Sungguh aneh!
Aku sendiri seorang Katolik. Lalu pertanyaanku, tokoh-tokoh Tionghoa
seperti Teguh Karya, Rudy Hartono, PK Ojong, Liem Swie King, Soe Hok Gie, dan
ribuan nama lainnya yang kebetulan Kristiani, apakah diragukan ketionghoaannya
oleh Sdr. Arifin Tanzil?
GBU
Yan W.
----- Original Message
-----
Sent: Saturday,
21 January, 2006 09:52
Subject: RE:
[budaya_tionghua] Re: Cina Banana yg Kutu Cina
Apa arti menjadi tionghoa? Apakah hanya secara fisik saja seseorang
dikatakan tionghoa? apakah dgn berbahasa mandarin atau dialeknya saja?
atau mengenal sejarah 5000 tahunnya saja? apa tidak ada yg lebih esensial
dari pada itu semua?
Seorang tionghoa yg sungguh
cinta, sayang, tahu, mengerti, menghayati, menikmati dan menjalani
falsafah/Ajaran/Nasehat/Agama tionghoa yg disampaikan oleh banyak
leluhurnya, apa masih masih sempet, bisa, mau menjadi
Kristen
Do you Yahoo!? New
and Improved Yahoo! Mail - 1GB free storage!
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|