|
|
Re: Re: Penanggalan Imlek yg beda Tahun ?->Xuan Tong: msg#00402
culture.region.china.budaya-tionghua
|
Subject: |
Re: Re: Penanggalan Imlek yg beda Tahun ?->Xuan Tong |
PH menulis:
dr.Ucup ,
sebenarnya Sun YatSen melarang penggunaan tahun imlek pada masa
berdirinya ROC. Tapi tidak bertahan lama, hanya sekitar 3 tahun.
Saya lengkapi tabel istilah bulan yang anda tulis itu dengan istilah
mandarinnya.
Rinto Jiang:
Sedikit koreksi buat Engkong PH. Sebenarnya, Sun Yat-sen tidak melarang
penggunaan tahun Imlek. Ia cuma mengeluarkan kebijaksanaan menggantikan
kalender resmi pemerintahan menjadi kalender Gregorian dengan alasan
kalender Gregorian telah digunakan secara luas di dunia internasional
di zaman tersebut. Untuk itu ia menamakan kalender Gregorian sebagai
kalender baru dan kalender Imlek sebagai kalender lama.
Tahun baru kemudian digantikan menjadi tahun baru Gregorian tanggal 1
Januari, sedangkan tahun baru Imlek dijadikan Festival Musim Semi. Ini
dimulai dengan berdirinya Republik China (sekarang di Taiwan) pada
tanggal 1 Januari 1912. Tahun 1912 kemudian disebut sebagai Tahun
Pertama Republik (Minguo Yuannian). Sesuai dengan tradisi pemerintahan
kuno yang mengganti era tahun bila ada pemerintahan baru terbentuk. Era
Xuantong kemudian digantikan dengan era Republik. Tahun Xuantong 3
(1911) berakhir dan digantikan dengan Tahun Minguo 1 (1912).
Tindakan Sun Yat-sen ini dapat dimengerti karena demi menjembatani
Tiongkok dengan dunia internasional. Bayangkan saja, bila ia bersikeras
ingin kalender Imlek sebagai kalender resmi Tiongkok waktu itu dan
sampai sekarang misalnya. Mungkin kalau kita ingin bertransaksi dengan
kolega di Beijing, kita harus pintar mengkonversikan tanggal Imlek
menjadi tanggal Gregorian dan vice versa. "Halo, Rinto, saya akan tiba
di Jakarta tanggal 19 bulan 12 tahun Yiyou, jemput saya yah". Tanya ke
sana kemari baru tahu tanggal 19 bulan 12 tahun Yiyou yang ia maksud
adalah tanggal 18 Januari 2006. Kan sulit.
Analaginya, bayangkan saja bila waktu RI merdeka, Sukarno bersikeras
menginginkan kalender Jawa menjadi kalender resmi Indonesia. Jadi
tindakan Sun Yat-sen menjadikan kalender Imlek sebagai kalender lama
(tradisi) adalah dapat dimengerti dan adalah tindakan yang tepat.
Rinto Jiang
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
|