|
Budaya Tradisional Tionghoa: Rendah Hati Adalah Cara Terbaik Menyikapi Diri: msg#00360culture.region.china.budaya-tionghua
(Erabaru.or.id) - Zhang Weiyan adalah seorang pria dari daerah Jiangyin di masa Dinasti Ming (1368 ? 1644 Sesudah Masehi). Ia adalah seorang yang senang belajar dan sangat berbakat dalam menulis puisi dan prosa. Sebenarnya, ia memiliki reputasi yang baik di antara sastrawan dan pelajar pada masanya. Namun, ia tidak lulus ujian dinas perdata sepropinsi saat ia mengikuti ujian yang pertama kali di Nanjing. Ketika ia gagal menemukan namanya dalam daftar kelulusan, ia menumpahkan kemarahannya dan berteriak bahwa si pemeriksa pasti telah buta. Seorang Taois yang berdiri di dekatnya dengan sebuah senyum memperhatikan Zhang Weiyan bertingkah. Zhang lalu melampiaskan kemarahannya kepada sang Taois. Sang Taois berkata padanya, ?Artikel yang anda tulis dalam ujian pastilah buruk.? Zhang menjadi sangat marah. Ia berteriak pada sang Taois, ?Kamu bahkan belummelihat artikelku. Bagaimana bisa kamu tahu kalau buruk?? Sang Taois menjawab, ?Saya mendengar bahwa seseorang harus memiliki hati yang tenang untuk menulis sebuah artikel yang baik. Sekarang saya melihat anda memaki-maki si pemeriksa dan mengeluh berbagai macam, ini jelas anda dipenuhi dengan kemarahan dan keluhan. Bagaimana anda dapat menulis sebuah artikel yang baik?? Zhang Weiyan segera menyadari apa yang dikatakan sang Taois benar, maka dengan rendah hati ia meminta saran bagaimana agar dapat lulus ujian. Sang Taois berkata, ?Berhasil tidaknya anda menempuh ujian bukan ditentukan dari nasib anda. Anda harus mengubah diri sendiri.? Zhang bertanya, ?Jika tidak ditentukan oleh nasib, bagaimana mungkin saya mengubah nasib saya?? Sang Taois membalas, ?Surga yang menciptakan hidup anda, namun anda menciptakan nasib anda dengan perbuatan amal anda. Selama anda berusaha semaksimal mungkin berbuat baik dan mengumpulkan kebijakan, keberuntungan apa yang tidak akan anda dapat? Zhang Weiyan bertanya, ?Saya adalah seorang berpendidikan yang miskin. Saya tidak memiliki kemampuan dalam hal keuangan untuk melakukan kegiatan amal.? Sang Taois berkata, ?Melakukan perbuatan baik dan mengumpulkan kebijakan keduanya datang dari hati anda. Selama anda secara konstan melabuhkan harapan ini di dalam hati anda untuk melakukan perbuatan baik dan mengumpulkan kebijakan, anda sedang mengumpulkan kebijakan yang tak terhingga. Marilah mengambil kerendahan hati sebagai contoh. Tidak akan merugikan anda untuk menjadi rendah hati. Mengapa anda tidak memeriksa diri sendiri untuk melihat apakah anda telah cukup belajar? Mengapa anda tidak belajar dari pengalaman ini? Sebaliknya mengapa anda menuduh si pemeriksa berlaku tidak adil? Setelah percakapan dengan sang Taois, Zhang Weiyan mulai menyingkirkan kesombongannya. Ia berhati-hati setiap saat agar tidak lagi tersesat. Ia berusaha keras untuk mengkultivasi kebaikannya dan melakukan perbuatan baik setiap hari. Tiga tahun kemudian, ia mendapat sebuah mimpi di mana ia pergi ke sebuah rumah berlokasi di tempat tinggi. Ia melihat sebuah buku yang menuliskan nama-nama orang yang telah lulus ujian dinas perdata. Namun terdapat banyak baris kosong tanpa nama. Ia tidak mengerti mengapa baris-baris itu kosong, maka ia bertanya pada seorang lelaki di dekatnya, ?Apa ini?? Lelaki itu menjawab, ?Seluruh peserta ujian dievaluasi setiap tiga tahun. Hanya peserta ujian yang telah mengakumulasi banyak kebijakan dan tidak melakukan kesalahan moral akan ditambahkan ke dalam buku ini. Seluruh baris kosong ini ditujukan pada semua orang yang sebenarnya lulus ujian dinas perdata. Namun, mereka akhir-akhir ini melakukan dosa. Konsekuensinya, nama-nama mereka kemudian dihapus dalam buku ini.? Kemudian lelaki tersebut menunjuk pada satu baris kosong, ?Selama tiga tahun ini, anda telah berhati-hati tidak melakukan dosa apapun. Mungkin inilah waktunya untuk mengisi baris kosong dengan nama anda. Saya harap anda akan menghargai apa yang telah anda peroleh dan tidak lagi berbuat kesalahan!? Zhang Weiyan sungguh-sungguh telah lulus ujian dinas perdata tahun itu di urutan ke 105. Catatan: Ujian dinas perdata diadakan setiap tiga tahun di Tiongkok. Sumber: http://www.pureinsight.org/pi/articles/2005/9/12/3314.html .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Pasar Imlek Semawis: 00360, agung setiawan |
|---|---|
| Next by Date: | OOT: Angpao Telpon Gratis - bUkAn IkLaN: 00360, MANG UCUP |
| Previous by Thread: | Re: KT Re: salam damai untuk ulysee_mei: 00360, Beny Husen Tanoto |
| Next by Thread: | OOT: Angpao Telpon Gratis - bUkAn IkLaN: 00360, MANG UCUP |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |