Kongkou
achir tahun 2005 ? Apakah
uang membawa orang bahagia?
Pada
kesempatan menjelang achirnya tahun 2005 dan akan datangnya Tahun Baru 2006
marilah kita berkongkou-kongkou tentang kebahagian dan kesenangan seseorang.
Bahagia tidak akan ada kalau tidak ada kesusahan. Tahun 2005 adalah tahun dalam
sejarah dunia dengan banyak ketakutan dan kesusahan. Takut akan teroris dan pemboman seperti di Bali, London, Spanyol dan peperangan. Takut akan bencana alam seperti Tsunami di Aceh, Thailand, Sri Langka, Christina di New Orleans, dan di Pakistan-India, dengan akibat berpuluhan ribu korban manusia. Kita berharep agar
tahun 2006 akan memberikan keamanan dan kebahagian bagi semua umat manusia
seluruh dunia!
Bahagia
bukannya selalu disebakan oleh uang, tetapi banyak uang juga tidak membuat
kesusahan, uang hanya mempermudah kehidupan individu. Seorang anak yang lahir
dalam keluarga yang kaya tidak selalu lebih bahagia dari teman-temannya. Uang
tidak membuat seseorang selalu hidup seolah-olah dalam paradise. Juga seorang
hartawan hidup seperti umumnya manusia dengan ups en
downsnya.
Janganlah mencari kebahagian hanya dalam materiil saja. Bekerja keras,
tergesa-gesa, makan dengan cepat, kurang tidur, selalu membandingkan dengan
orang lain dan memikirkan bagaimana dia bisa lebih kaya dari orang lain.
Kehidupan mereka
akan menderita dan hidup dengan lebih banyak stress, bahkan sering bertengkaran dalam keluarga, karena konflik-konflik dalam pengeluaran uang. Kalau kita dari Surabaya akan ke Malang, apa bedahnya naik mobil Mercedes dan naik kereta api, keduanya sampai tujuan yang kita tujuh dan apa bedahnya makan Soto di Restaurant dari Hotel berbintang dan di Pasar Atom? Kalau si kaya makan soto di restaurant yang elit dengan cepat, apakah ini lebih nikmat dari pada makan soto dengan tenang dan dapat merasakan enaknya dari bahan-bahan yang dicampur dan
empuknya daging di pasar
atom? Saya rasa tidak, mereka sama-sama mersakan kepuasannya sesudah makan soto, dan dengan perut yang penuh meneruskan berjalan-jalan. Ini semua terletak pada state of the mind!
Saya rasa orang akan lebih baik dan lebih bahagia dengan uang yang didapat dari kerja. Bahagia hidup sebisanya dicari dari hal-hal yang kecil-kecil dari saling respek, toleransi, ketenangan jiwa, tidur yang nyenyak, keakoran dalam keluarga, makan dengan tenang kesukaan kita, libur, piknik, nonton bioskop etc.etc. jangan berbuat yang merugikan umum. Ini yang orang menamakan kekayaan jiwa seseorang.
Nikmatilah kehidupan
pikirlah betul-betul pengeluaranmu untuk berpesta ria penggantian tahun, jangan menghambur-hamburkan uang, sebab kalau anda memakai uang tanpa dipikir uangnmu sebentar saja akan habis.
Advisku ialah berikan anak-anakmu pendidikan yang baik, karena kekayaan diotak seseorang tidak akan ?bangkrut? selama yang punya masih hidup.
Saya mendoakan anda semua:
?Wishing
you all a happy New Year 2006?
Dr.
Han Hwie-Song
Breda,
28 desember 2005 The
Netherlands