logo       

RE: Re: tanya: Remy Sylado: msg#00443

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: RE: Re: tanya: Remy Sylado

Ampun, mayat sebetulnya mau ngomong apa sih? To the point aja gitu lhoh,
enggak usah dibungkus macem-macem kayak bakcang.

Jadi inget satu kisah fiksi, menceritakan tentang Yang kuihui, latar
belakangnya politik tiongkok di sekitar kaisar.

Ada satu menteri, yang mau mengambil alih kekuasaan kaisar yang lagi
ngga napsu ngurus Negara. Tapi dia mau mengajukan usul "gue aja yang
ambil alih" khan kesannya kayak kudeta, jadi dia menyampaikan dengan
kalimat kalimat panjang yang berbelit-belit hingga makan waktu setengah
hari untuk membacakan maklumat,

mentri yang laen sampe keburu terkantuk-kantuk ngedengerinnya sehingga
terlewat itu maksud terselubung hingga di akhir maklumat mereka
manggut-manggut setuju aja.

Jadi, may, ada apa dengan remy silado? Lu mau ngomong soal sastranya,
atau konghucunya, atau apanya sih?


-----Original Message-----
From: mayatperempuan
[mailto:mayatperempuan-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx]
Sent: Friday, December 30, 2005 3:43 PM
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [budaya_tionghua] Re: tanya: Remy Sylado

Dirgahayu

Thanks untuk bro. anonym yang sudi mengirimkan file-file lama BT
terkait dengan pembahasan tentang Remy Sylado dan karya-karya
berikut sepenggal sepak-terjangnya. Saya jadi benar-benar merasakan
manfaat dari milis Budaya Tionghoa ini.

Saya jadi lebih tau lagi tentang Remy Sylado. Saya berharap
perbincangan seputar diri Remy Sylado bisa sampai ke telinga bung
Remy. Saya kira, begitu banyak masukan bagus untuknya yang telah
disampaikan oleh beberapa nama seperti Skalaras, david Kwa, Xuan
Tung dsb. Sungguh, mengagumkan pemahaman dan daya kritis kawan-kawan
itu.

Terasa agak lucu juga membaca diskusi kecil tentang opera Remy
Sylado yang bisa saja kemudian dituding menjadi si'ar agama
(Kristen) oleh Sdr. Xuan Tong. Kok bisa-bisanya Kong Hu Cu
dideretkan dalam barisan `para setan'?? he he he.masak Kong Hucu
dideretkan sebagai `setan' penghujat Jesus Crist sih? kenal dengan
Jesus pun tidak si A Kong ini.

Terlepas dari nilai estetik opera yang disutradarai bung Remy,
tetapi tampaknya memang ada nilai politis di balik tampilan opera
ini. Beruntungnya, teman-teman kong hucu tidak memperkarakan
penggelaran opera ini ke pengadilan dengan tudingan menghina agama.
Karena memang pengakuan legal konghucu sebagai agama masih dalam
perbincangan. Di samping komunitas KongHucu masih sangat lemah,
terlalu lemah untuk membela diri sehingga bahkan seorang teman dari
Katolik pernah berbicara asal mengenai orang-orang konghucu sebagai
golongan sisa-sisa abad primitive masa lalu.

Agaknya para pujangga, sastrawan, dan public nyeni juga harus
berhati-hati dalam mempertontonkan kevulgaran. Koreksi kritis untuk
Garin Nugroho yang saat ini diperingatkan secara keras oleh pemuda
Hindu seiring dengan proses pembuatan film yang menggambarkan kisah
Rama-Shinta. Sepak-terjang para penggiat seni ini bisa memicu
konflik komunal. Saya jadi tergoda untuk mendukung pendapat bahwa
seni tidak harus melulu bebas nilai.

Saya tidak berani untuk membantah para komentator yang mengomentari
film ca-bau-kan. Di samping karena pengetahuan saya yang minim
terhadap sejarah Tionghoa di Indonesia juga saya bukan seorang
pengamat film.

Tetapi cerita bung RM Danardono HADINOTO masalah hubungan mesra
golongan elite Tionghoa dengan golongan priyai Jawa dan aggressor
Belanda sebagai contoh perilaku Tionghoa yang baik agak-agaknya
perlu diberi komentar.

Bukan berarti Tionghoa "golongan bawah" itu adalah golongan baik
dalam ruang lingkup moralitas umum. Tetapi, tampaknya golongan elite
kelas atas itu, baik itu golongan aggressor Kompeni Belanda, Priyai
Jawa dan elite Tionghoa, memiliki `dosa sosial' yang sama apabila
ditilik dengan kenyataan hukum social yang berlaku yaitu perihal
tindas-menindas, hisap-menghisap dan eksploitasi kelas oleh kelas.

Di Jogja, partisipasi elite penjilat Tionghoa yang diberi peran
sebagai pemungut rente dan pajak oleh penguasa colonial dan keraton
Jawa. Hasilnya, masyarakat bawah cenderung apriori dengan sepak-
terjang golongan Tionghoa secara etnis sampai sekarang.

Seingat saya, film Ca-bau-kan kalo gak salah diperankan oleh Ferry
Salim (seorang artis beretnis Tionghoa yang juga perlu diundang
berdiskusi di milis BT di samping agnes monica, leoni, dellon dsb)
memang tidak bisa menjadi alat yang menggambarkan secara menyeluruh
dan benar tentang Tionghoa sebagai golongan.

Saya hanya senang dengan kemunculan sebuah film yang mengangkat
cerita dan penokohan Tionghoa. Sekalipun, saya kira perlu pembedahan
yang lebih menyeluruh terhadap film ca-bau-kan ini. Saya kira begitu
banyak aspek yang bisa dikupas dan tidak hanya masalah upaya untuk
mendeskreditkan orang Tionghoa dalam film ini. Contohnya,
permufakatan keji yang melibatkan bukan hanya etnis tionghoa seperti
praktek konglomerat yang kebetulan beretnik Tionghoa, tetapi
tionghoa sebagai golongan menjadi korbannya, tanpa melibatkan
kolaborasi pejabat pemerintahan terlepas dari apa etniknya.

Paling tidak, film ini menggambarkan bahwa orang Tionghoa sudah lama
menetap dan berinteraksi secara wajar di pulau jawa. Sehingga,
kedekatan psikologis orang-orang beretnik Tionghoa terhadap
nusantara tampak begitu rapat. Sehingga agak runyam juga kalo orang-
orang Tionghoa selalu dipandang sebagai orang (yang sangat) asing.

Mayat

Anonym menulis:

Mayat,
Ente bener2 mengharapkan RS masuk ke milis ini dan bisa belajar
banyak dari dia?
Nih gua kasih sebagian komentar ttg RS, dari arsip milis BT.


----------------------------------------------------------
5993

From: "Skalaras" <skalaras-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Sat Aug 14, 2004 5:21 pm
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Cerita Samkok

Maaf seribu kali maaf, nama yang satu ini saya nilai tidak kompeten
dalam
hal budaya dan sastra Tiongkok. bukunya Cabokan penuh dengan
prasangka yang
tendensius dan ketidak akuratan data dan istilah, apalagi sejarah.

----- Original Message -----
From: "lin_zonghe" <biawak_99-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: <budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Saturday, August 14, 2004 12:11 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Cerita Samkok


> Kalau nggak salah ada juga yang versi Remy Silado ya?
> Yang bagus yang mana ?


11036

From: "david_kwa2003" <david_kwa2003-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Thu Feb 24, 2005 1:28 pm
Subject: Re: Unsur bhs Tionghoa dlm bhs Indonesia->DK

Mang Ucup anu bageur,

Alo juga pernah mendengar "dongeng" lain, juga dari penulis yang sama
(23 761 alias Remy Sylado alias Japie Tambajong), yang bahkan sudah
dibukukan, judulnya Alo lupa (kalau tidak salah ingat, 9 dari 10 Kata
Indonesia adalah Asing?). Menurut dongeng itu, cenah, kata Sunda
sibeungeut (mencuci muka) berasal dari kata Hokkian Selatan "se-bin"
(mencuci muka), "seka" (ini mah Melayu, bukan Sunda ya) dari "se-kha"
(mencuci kaki). Yang Alo tanyakan, bagaimana dengan kata
Sunda "sibanyo" (mencuci tangan), apakah dari kata Hokkian "se-chiu"?
Ko tebih pisan, dari se-bin ke sibeungeut...

Lalu, mengenai informasi yang diperoleh dari, antara lain, situs
Masjid Agung Karawang sendiri, kesalahan bisa saja terjadi, karena
sumber yang diambil salah. Jadi, bukan mereka sengaja hendak menulis
sejarah yang salah.

Alo curiga, jangan-jangan sumber sejarahnya juga mitos
macam "dongeng" 23 761 tadi! Apalagi kalau generasi di bawah kita
nanti mengambil novel Ca Bau Kan karya penulis yang sama yang jelas-
jelas dongeng fiktif antah berantah isapan jempol sebelum tidur
sebagai sumber sejarah Tionghoa di Indonesia, kan bisa runyam!!!
Namun Alo yakin, generasi penerus kita akan lebih arif, lebih bisa
membedakan yang mana emas yang mana loyang, daripada kita yang mudah
dikelabui mentah-mentah oleh penulis macam 23 761 itu!!!

Mohon maaf, Alo bukannya hendak menggurui Emang, apalagi sampai
menghajar Emang, Alo hanya sekadar ingin sharing pendapat. Mugi agung
nya paralun, mugi ageng pangaksami, tah kitu anu disuhun ku Alo.

Sembah baktos ti Alo,
Pun DK tea

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "Mang_Ucup"
<mangucup@xxxx>
wrote:
>
> DK:
> Apa iya namanya Kerawan-an, bukanya Karawang?
>
> MU:
> Yth sdr David yg baik
> Informasi itulah yg mang Ucup dapatkan dari beberapa situs antara
lain
> Dari situs sejarahnya Mesjid Agung Karawang yg mungkin ini bisa
jauh lebih
> dipercaya, sebab tidak mungkin mereka mau menulis sejarah yg salah
apalagi
> untuk Mesjid Agung nya sendiri
>
> DK:
> Mengenai cai/ci yang artinya air atau sungai dalam bahasa Sunda
> diambil dari kata Hokkian selatan "cui" (bukan "sui), Alo terus
> terang agak meragukannya. Dibusek..
>
> MU:
> Kok tega banget sih, moso sih kagak boleh dongeng dikit aza
> entah itu bohong entah kagak, kan MU mau pamer bahwa MU itu
> juga ngerti bhs Sunda maklum hobby makan jengkol he-he-he
>
> Dongeng "cai" ini bukan hanya dari MU saja banyak sudah ada tokoh2
lainnya
> juga yg sok pinter seperti MU yg telah turut menyebar luaskan
dongeng ini
> antara lain Remy Sylado pengarang novel Ca Bau Kan, nah kalau
informasi ini
> salah bukankah tugasnya para enghiong dan locianpwee disini yg
mudeng bhs
> Tionghoa untuk dapat meluruskannya, jadi jangan langsung di embat
penulisnya
> dong kesian tuh udah pada benjol kena pentungan melulu
>
> Untuk informasi2 lainnya saya mengucapkan banyak terima kasih yg
telah
> menambah pengetahuan dan wawasannya mang Ucup, minimum udah jadi
lebih
> pinter daripada kemarin he-he-he
>
> Salam persahabatan dgn tabik jabat tangan erat
> Mang Ucup
11037
From: "perfect_harmony2000"
<perfect_harmony2000-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Thu Feb 24, 2005 1:38 pm
Subject: Re: Unsur bhs Tionghoa dlm bhs Indonesia->DK

Kwa heng ,


Saya pernah bertemu dengan seorang yang paham sejarah Semarang dan
Sampo Taijin mentertawakan buku Remy Sylado mengenai Sampo Taijin.
Belum lagi Remy Sylado pernah memelintiri tulisan aksara Tionghoa
demi kepentingan siar agama.

hormat saya ,

Xuan Tong
11051

From: "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono-LWAfsSFWpa4@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Thu Feb 24, 2005 9:01 pm
Subject: Re: Unsur bhs Tionghoa dlm bhs Indonesia->DK

Sekarang saya baru faham.

Beberapa tahun yang lalu, anak saya beli film Ca Bau Kan, dan kami
nonton bersama. Kesan kami: sangat menarik, karena banyak adegan2
yang kami belum pernah lihat, terutama di Betawi dikelas "bawah".

Saya juga katakan pada isteri dan anak, yang sama sama nonton: "kok
aneh ya, peran Tionghoa disini miring sekali". "Memang ini sebagian
dari fakta, tetapi banyak peran positif yang dapat diungkapkan untuk
publik".

Misalnya, ketika ayah menjadi pejabat tinggi ekonomi di Kasunanan
Mangkunagara, jauh sebelum RI berdiri (Mangkunagara adalah wilayah
berdaulat yang langsung dibawah takhta Belanda kala itu), maka mitra
para ningrat Mangkunagaran adalah keluarga keluarga Tionghoa yang
sangat kaya dan berpendidikan tinggi (rata rata Universitas di
Belanda). Misalnya keluarga Han dari Semarang (salah satunya, Dr.Mr.
Han Bin Siong, adalah murid tuntunan ayah dalam meraih gelar doktor
di Negeri Belanda). Jadi,ada masyarakat Tionghoa yang setaraf dengan
Belanda dan ningrat tinggi Jawa yang dapat di-expose ke publik.

Kalau Sylado tak mampu meraih lingkungan itu, ya kasihan, tetapi
jangan membuat gambaran yang miring..

Salam

Danardono


--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "Skalaras"
<skalaras@xxxx>
wrote:
> Remy Silado? hati2 terhadap mahluk yang satu ini, dia banyak
menulis tentang masyarakat tionghoa, sepertinya ada perhatian sama
masyarakat tionghoa. padahal, dia menulis dengan berbagai prasangka,
sangat tendensius, dan justru menghitamkan citra orang tionghoa .
coba lihat Cabokan, Cinanya jelek semua, yang pahlawan malah
Maremanan(?), (orang sekampung Remy, yang di bukunya Pram "Rumah
Kaca" menjadi tokoh antagonis, kaki tangan penjajah ) . apalagi,
data dan berbagai istilah Tionghoa yang dia ungkapakan sangat tidak
akurat dan banyak pengawuran. untuk ini saudara David pernah
membedah panjang lebar.
>
> Dan, saya pernah menonton pementasan drama yang disutradarai Remy
silado. disitu, digelar adegan Yesus yang sedang dihujat, yang
ramai2 menghujat adalah para tokoh2 jahat, termasuk Lucifer. dan....
masyaallah, lihatlah, diantara barisan penghujat itu juga ikut
berdiri tokoh Konfucius. dia termasuk satu kesatuan dengan para
setan rupanya! dan yang lebih fulgar, disitu konfusius dijadikan
bahan olok2an, hanya karena dia tidak sunat!!!
>
> kelihatan kan sikap anti Cinanya? konon, sikap dendamnya si Remy
ini disebabkan oleh latar belakang kelahirannya ............ entah
betul apa tidak.....
>
> ZFy
From: "Skalaras" <skalaras-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Fri Feb 25, 2005 3:44 pm
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Unsur bhs Tionghoa dlm bhs
Indonesia->Zhou xiong

Mohon maaf, saya lupa judulnya, kejadiannya sudah berlangsung lama
sekali,
waktu itu sekitar tahun 1976, saya menontonnya di gedung kesenian
Rumentang
Siang Bandung. mungkin bisa diusut dari dokumentasi acara gedung
tersebut.
tapi itu pertunjukan teater biasa, bukan Opera.

salam,
ZFy

----- Original Message -----
From: "perfect_harmony2000"
<perfect_harmony2000-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>

> Zhou xiong ,
>
> saya sungguh terkejut sekali mendengar cerita ini.
> Mungkin Zhou xiong bisa memberitahu saya judul operanya.
> Terimakasih.

> Xuan Tong
---



mayatperempuan <mayatperempuan-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
From: "mayatperempuan" <mayatperempuan-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Thu, 29 Dec 2005 10:44:38 -0000
Subject: [budaya_tionghua] tanya: Remy Sylado

Dirgahayu

Dear friends.

Nama REMY SYLADO muncul kembali dan menguak ingatanku pada saat
seorang kawan pengurus PMKRI bernama Alex Ferry melaunching cuplikan
berita dari detik.com perihal gugatan REMY SYLADO kepada organisasi
massa Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) perihal penggunaan tanpa
izin foto pagelaran teaternya pada kartu undangan VIP oleh panitia
MUNAS I INTI.

Saya ingat-ingat kiprah REMY SYLADO yang pernah menulis buku CA-BAU-
KAN yang mengisahkan seorang tokoh TAN PING LIANG, seorang kiau seng
flamboyant dan tinggi hati tetapi merasa diri sebagai patriot dengan
alasan bisnisnya, sekalipun menyimpang, ternyata bermanfaat untuk
menghajar pemerintah colonial Belanda dan Jepang. Bagi saya Remy
Sylado salah satu "pahlawan" Tionghoa dalam bidang budaya dan sastra
yang patut dipuji. Bukunya itu mengingatkan kembali kiprah histories
golongan Tionghoa di masa lalu. Ternyata golongan Tionghoa tidak
hanya menghasilkan segelintir koruptor bajingan dan para penjilat
saja.

Tetapi pengetahuan saya tentang REMY SYLADO amat minim. Untuk itulah
saya hendak bertanya pada forum BUDAYA TIONGHOA yang ruang lingkup
aktivitasnya memiliki kesamaan dengan aktivitas seorang Remy.

Dan apakah bung Remy Sylado tercatat menjadi anggota milis ini??
Kalao belum, saya usul kepada moderator untuk mengundang bung Remy.
tentunya kalo board of moderators tidak keberatan.

Saya kira, apabila bung Remy bersedia bergabung di milis BUDAYA ini
maka manfaat lebih besar akan kita rasakan. Saya memahami bahwa
milis BT ini telah diisi oleh tokoh-tokoh berkualitas seperti David
Kwa, Erik Eresen dan sejumlah nama yang tidak begitu saya kenal
tetapi saya kira memiliki pemahaman yang cukup detail mengenai
budaya Tionghoa yang saat ini mulai dirasakan sangat kuno oleh
generasi MTV.

Thanks.

Mayat











.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise