|
|
Re: [ASM 19] Zhuge Liang meminjam angin tenggara, peristiwa nyata atau fiks: msg#00438
culture.region.china.budaya-tionghua
|
Subject: |
Re: [ASM 19] Zhuge Liang meminjam angin tenggara, peristiwa nyata atau fiksi? |
Hm, tidak juga engkong Andreas. Menurut komposisi sejarah dalam cerita
Samkok, sekarang ini mayoritas berpendapat bahwa komposisi fakta
sejarah dan bumbu cerita fiksi di dalam Samkok adalah 70% : 30%.
Saya juga berpendapat demikian, karena Luo menyusun buku Samkok mengacu
kepada sejarah sebenarnya. Jadi, bagian sejarah yang ia utak-atik
sangat sedikit. Dari pengertian saya sesudah membaca cerita ini, saya
merasa prinsip Luo Guanzhong dalam menyusun cerita Samkok adalah
sedapat mungkin tidak mengurangi fakta sejarah, sedikit mengubah dan
banyak menambahkan.
Dalam beberapa bagian peristiwa, Luo memang sangat kelihatan mendukung
secara sepihak Liu Bei karena Luo merasa Liu Bei lebih memiliki
legitimasi meneruskan Dinasti Han yang pecah menjadi 3 negara. Liu Bei
juga memiliki darah biru karena masih keturunan salah seorang raja.
Sedangkan, Cao Cao digambarkan sebagai orang jahat di dalam ceritanya
itu. Padahal bila ditinjau dari sejarah, maka sejarah meletakkan
legitimasi pada Cao Cao walau keluarga Cao Cao tidak menang pada akhir
cerita. Namun, Luo pada akhirnya juga menaati fakta sejarah, bahwa Liu
Bei akan kalah.
Kalau Samkok itu cerita fiksi, maka Luo boleh saja menuliskan ending
yang bagus untuk Liu Bei misalnya, Shu Han berhasil mempersatukan
kembali Tiongkok yang terpecah setelah Cao Cao meninggal.
Kesimpulannya, Samkok sendiri bukan cerita fiksi, cuma sebagian
peristiwa di dalamnya, ditambahkan oleh Luo sedapat mungkin dengan
tidak mengubah alur cerita dan garis besar peristiwa sebenarnya.
Rinto Jiang
ANDREAS MIHARDJA wrote:
Cerita Samkok adalah cersil jaman dulu jadi
kejadian didalamnya mungkin banyak isap jempol. Sekarang sudah ratusan
tahun kemudian sebagai bukan ahli sulit memilih true atau tidaknya.
Tatapi kalau si mengikuti film2nya saya kira 90% bikinan.
Andreas
Rinto Jiang <rinto-AT/QKnBnPB+N0MkfQzDCYQ@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
Tanya:
Dalam peperangan Chibi dikisahkan Zhuge Liang meminjam angin tenggara
untuk membantu Zhou Yu mengadakan serangan api ke armada Cao Cao.
Benarkah ini adalah peristiwa nyata, atau ditambahkan oleh Luo
Guanzhong?
Jawab:
Serial Samkok sudah beberapa kali ditayangkan di TV di sini. Saya
selalu melihat bila ada kesempatan. Malam ini, kebetulan sampai pada
serial yang mengisahkan Zhuge Liang meminjam angin tenggara dalam
peperangan Chibi. Dikisahkan bahwa Zhou Yu ingin menggunakan serangan
api untuk membakar armada Cao Cao di tepi utara Sungai Panjang tepatnya
di Sanjiangkou, namun serangan api perlu angin tenggara. Karena angin
tenggara tidak datang, Zhou jatuh sakit. Zhuge Liang kemudian datang
dan menawarkan obat untuk Zhou Yu, obat yang dimaksud oleh Zhuge Liang
adalah ia akan meminjam angin tenggara buat Zhou Yu untuk melancarkan
serangan api ke kubu Cao Cao. Zhuge Liang kemudian mengadakan upacara
meminta (meminjam) angin tenggara, beberapa saat kemudian angin
tenggara benar datang dan Zhou Yu berhasil membakar armada Cao Cao
lewat Huang Gai yang pura2 menyerah kepada Cao Cao.
Ini adalah kisah di dalam Sanguo Yanyi, namun kisah sejarah aslinya
tidak sepenuhnya demikian. Di dalam sejarah asli, tidak ada masalah
tentang angin tenggara. Luo memang sengaja menambahkan tentang angin
tenggara di novel karena perang Chibi berlangsung di musim dingin.
Musim dingin di Tiongkok biasanya akan berhembus angin barat laut
ataupun utara. Jadi, sama sekali mustahil bila ingin mengharapkan angin
tenggara berhembus. Ini memang menarik karena masuk akal mengingat
armada Zhou Yu harus berangkat dari tepi selatan Sungai Panjang
sedangkan armada Cao Cao berada di tepi utara Sungai Panjang.
Namun, saya ingin menganalisis kisah sejarah yang sebenarnya, di mana
peranan angin tenggara sama sekali tidak disinggung sebagai faktor
keberhasilan taktik Zhou Yu untuk membakar armada Cao Cao. Saya percaya
angin tenggara tidak punya peranan sama sekali dalam kenyataan
sebenarnya karena ditinjau dari lokasi armada Zhou Yu di tepi selatan
waktu itu dan Sanjiangkou di utara, maka armada Zhou Yu sama sekali
tidak membutuhkan angin tenggara. Sanjiangkou itu walau letaknya di
tepi utara sungai, namun sebenarnya menghadap ke sebelah barat, karena
Sungai Panjang di daerah tersebut membelok ke selatan. Jadi, mudah saja
bagi Zhou Yu untuk menyerang Cao Cao, armada Huang Gai cukup menyusuri
sesuai arus sungai dan sisanya serahkan kepada angin. Karena di musim
dingin, selalu saja ada udara bertekanan tinggi di pedalaman Tiongkok,
saban hari pasti ada angin kencang berhembus dari barat laut. Untuk
mengobarkan api, angin dari mana saja sama artinya, karena angin
membantu pembakaran meluas secara cepat dalam arti tidak harus angin
tenggara baru akan dapat mengobarkan api.
Jadi, peristiwa Zhuge Liang mengadakan upacara meminjam angin itu
sebenarnya tidak ada sama sekali karena memang tidak perlu. Lagipula
Cao Cao sebenarnya memang ditakdirkan untuk kalah dalam perang air ini,
karena tentara Cao Cao dari utara mahir berkuda namun tidak mahir
berperang di air. Jadi, bukan tandingan Zhou Yu yang mahir berperang di
air. Kalau ada yang bilang mengapa Cao Cao bisa memang melawan Yuan
Shao di Guandu yang juga berada di tepi Sungai Kuning. Itu karena Yuan
Shao memang pemimpin yang tidak becus.
Rinto Jiang
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
|