Maaf, saya salah mengetik. Shijing serharusnya
.
encoding: unicode utf 8
Menurut Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia), kitab suci KHC adalah: Su Si å??æ?¸ (4 buku) dan Ngo King äº?ç¶? (5 kitab).
Su Si sering juga disebut kitab yang empat, dan Ngo King disebut kitab yang lima.
Su Si terdiri dari:
1. Tai Hak (ajaran utama) [Daxue 大å¸]
2. Tiong
Yong (tengah sempurna) [Zhongyong ä¸åº¸]
3. Lun Gi (sabda suci) [Lunyu ��]
4. Bing Cu (ajaran Bing Cu) [Mengzi å?å?]
Ngo King terdiri dari:
1. Si King (kitab sanjak) [Shijing è©©ç¶?]
2. Su King (kitab sejarah) [Shujing ��]
3. Ya King (kitab perubahan) [Yijing æ??ç¶?]
4. Le King (kitab kesusilaan) [Lijing 禮�]
5. Chun Chiu King (kitab sejarah jaman Chun Chiu) [Chunqiujing ���]
Kitab Le King terdiri dari 3 bagian:
a. Ciu Le (kesusilaan dinasti Ciu) [Zhouli �禮]
b. Gi Le (kitab peribadahan) [Yili å??禮]
d. Le Ki (catatan kesusilaan) [Liji
禮�]-> bagian ini yang dianggap paling penting
Setahu saya, sampai saat ini Matakin 'baru' menerjemahkan: Su Si, Ya King, Su King, dan Le Ki ke dalam bhs. Indonesia.
catatan:
1. Dialek yang digunakan Matakin adalah bhs Hokkian dialek Ciangciu (Zhangzhou 漳�):
-> Lunyu (è«?èª?) menjadi "Lun Gi", dalam dialek Emng (Xiamen å»?é??) dibaca "Lun Gu", dalam dialek Cuanciu (æ³?å·?) dibaca "Lun Geu"
-> Dalam Su Si, huruf buku (æ?¸) dibaca "si" (dialek Ciangciu), tetapi dalam Su King, huruf buku (æ?¸) dibaca "su" (dialek Xiamen), m
ungkin cara penulisan ini untuk membedakan Suking (��) dengan
Si King (è©©ç¶?).
2. Untuk nama2 buku, dalam bhs Hokkian digunakan bunyi tulisan (wenyanyin æ??è¨?é?³)
-> Sishu (å??æ?¸) dibaca menjadi Su å?? (empat) dan Si æ?¸ (buku). Dalam bunyi baihua dibaca Si å?? (empat) Ci æ?¸ (buku).
-> Daxue (大å¸) dibaca menjadi Tai 大 (besar) dan å¸ Hak (ajaran). Dalam bunyi baihua dibaca Tua 大 (besar) Oh å¸ (ajaran)
salam,
KH
Rinto Jiang <rinto@so
-net.net.tw> wrote:
Saya kurang tahu bagaimana romanisasi di tahun 60'an itu, namun bila langsung diromanisasikan dari dialek mandarinnya kira2 adalah:
- Si Shu (mandarin) = Shi Shu (Hokkian) = Empat Buku
- Lun Yu = Lun Gi = Kumpulan Ajaran/Sabda
- Zhong Yong = Tiong Iong = Jalan Tengah
- Da Xue = Tai Hak = Ajaran Besar
- Meng Zi = Beng Cu = Ajaran Mencius
- Wu Jing = Ngo Keng = Lima Kitab
- Shi Jing = Shi Keng = Kitab Sajak-sajak/Puisi
- Shang Shu = Siong Shu = Kitab Sejarah
- Li Ji = Le Ki = Kitab Tata Krama
- Yi Jing = Ek Keng/Ia Keng = Kitab Perubahan (biasa kita kenal sebagai I'Ching)
- Chun Qiu = Chuun Chiuu = Kitab Musim Semi dan Gugur
Ngo Keng sebelumnya ada 6 kitab, namun salah satu kitab (Yue Jing = Gak Keng =
Kitab Musik/Irama) dibakar oleh Kaisar Qin Shihuang sehingga tinggal 5 kitab. Namun di dinasti
berikutnya, 5 kitab ini ada ditambahkan beberapa kita lainnya, jumlah total terakhir adalah 13 kitab, namanya Shi San Jing = Cap Sha Keng.
Demikian supaya jelas. Romanisasi Hokkian bisa berbeda2 menurut lafal logat yang berbeda, namun pada dasarnya, nama buku klasik biasanya juga memakai lafal wenyan. Nama buku juga dapat berbeda2 karena setiap buku sepertinya punya nama lebih dari satu.
Rinto Jiang
harry alim wrote: sangat menarik mengkuti diskusi tentang lun yu dan kong hu cu akhir2 ini di
milis.
agar bisa nyambung dengan memory waktu dulu, mungkin ada yang bisa membantu
memberi nama hokkian ke buku buku yang ditinggalkan dan dikumpulkan kong hu
cu.
seingat saya dulu matakin solo (khong kauw) dith 60'an pernah menerbitkan
kumpulan buku2 tersebut
yang saya ingat ada 4 buku ajaran khong hu cu (su
seng) dan 5 kitab classic (go
keng)
yang empat buku (su seng) adalah seingat saya (tolong dikoreksi kalo salah)
lun gi, thay hak, tiong yong dan beng cu(?)
dan yang lima buku (go keng) adalah seingat saya si keng, ya keng dan yg
lain sudah lupa (maklum waktu itu masih kecil)
mungkin ada yg bisa membantu dengan memberi nama mandarin (pin yin) dan nama
hokkian empat buku dan lima classic ini
salam,
harry alim