|
|
[ASM 19] Zhuge Liang meminjam angin tenggara, peristiwa nyata atau fiksi?: msg#00430
culture.region.china.budaya-tionghua
|
Subject: |
[ASM 19] Zhuge Liang meminjam angin tenggara, peristiwa nyata atau fiksi? |
Tanya:
Dalam peperangan Chibi dikisahkan Zhuge Liang meminjam angin tenggara
untuk membantu Zhou Yu mengadakan serangan api ke armada Cao Cao.
Benarkah ini adalah peristiwa nyata, atau ditambahkan oleh Luo
Guanzhong?
Jawab:
Serial Samkok sudah beberapa kali ditayangkan di TV di sini. Saya
selalu melihat bila ada kesempatan. Malam ini, kebetulan sampai pada
serial yang mengisahkan Zhuge Liang meminjam angin tenggara dalam
peperangan Chibi. Dikisahkan bahwa Zhou Yu ingin menggunakan serangan
api untuk membakar armada Cao Cao di tepi utara Sungai Panjang tepatnya
di Sanjiangkou, namun serangan api perlu angin tenggara. Karena angin
tenggara tidak datang, Zhou jatuh sakit. Zhuge Liang kemudian datang
dan menawarkan obat untuk Zhou Yu, obat yang dimaksud oleh Zhuge Liang
adalah ia akan meminjam angin tenggara buat Zhou Yu untuk melancarkan
serangan api ke kubu Cao Cao. Zhuge Liang kemudian mengadakan upacara
meminta (meminjam) angin tenggara, beberapa saat kemudian angin
tenggara benar datang dan Zhou Yu berhasil membakar armada Cao Cao
lewat Huang Gai yang pura2 menyerah kepada Cao Cao.
Ini adalah kisah di dalam Sanguo Yanyi, namun kisah sejarah aslinya
tidak sepenuhnya demikian. Di dalam sejarah asli, tidak ada masalah
tentang angin tenggara. Luo memang sengaja menambahkan tentang angin
tenggara di novel karena perang Chibi berlangsung di musim dingin.
Musim dingin di Tiongkok biasanya akan berhembus angin barat laut
ataupun utara. Jadi, sama sekali mustahil bila ingin mengharapkan angin
tenggara berhembus. Ini memang menarik karena masuk akal mengingat
armada Zhou Yu harus berangkat dari tepi selatan Sungai Panjang
sedangkan armada Cao Cao berada di tepi utara Sungai Panjang.
Namun, saya ingin menganalisis kisah sejarah yang sebenarnya, di mana
peranan angin tenggara sama sekali tidak disinggung sebagai faktor
keberhasilan taktik Zhou Yu untuk membakar armada Cao Cao. Saya percaya
angin tenggara tidak punya peranan sama sekali dalam kenyataan
sebenarnya karena ditinjau dari lokasi armada Zhou Yu di tepi selatan
waktu itu dan Sanjiangkou di utara, maka armada Zhou Yu sama sekali
tidak membutuhkan angin tenggara. Sanjiangkou itu walau letaknya di
tepi utara sungai, namun sebenarnya menghadap ke sebelah barat, karena
Sungai Panjang di daerah tersebut membelok ke selatan. Jadi, mudah saja
bagi Zhou Yu untuk menyerang Cao Cao, armada Huang Gai cukup menyusuri
sesuai arus sungai dan sisanya serahkan kepada angin. Karena di musim
dingin, selalu saja ada udara bertekanan tinggi di pedalaman Tiongkok,
saban hari pasti ada angin kencang berhembus dari barat laut. Untuk
mengobarkan api, angin dari mana saja sama artinya, karena angin
membantu pembakaran meluas secara cepat dalam arti tidak harus angin
tenggara baru akan dapat mengobarkan api.
Jadi, peristiwa Zhuge Liang mengadakan upacara meminjam angin itu
sebenarnya tidak ada sama sekali karena memang tidak perlu. Lagipula
Cao Cao sebenarnya memang ditakdirkan untuk kalah dalam perang air ini,
karena tentara Cao Cao dari utara mahir berkuda namun tidak mahir
berperang di air. Jadi, bukan tandingan Zhou Yu yang mahir berperang di
air. Kalau ada yang bilang mengapa Cao Cao bisa memang melawan Yuan
Shao di Guandu yang juga berada di tepi Sungai Kuning. Itu karena Yuan
Shao memang pemimpin yang tidak becus.
Rinto Jiang
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
|