logo       

Panduan untuk menghindari Kesesatan Logika dalam berdiskusi: msg#00424

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Panduan untuk menghindari Kesesatan Logika dalam berdiskusi

Saya mempostingkan ini dengan tujuan untuk menumbuhkan pemikiran
kritis bagi semua member dan sekaligus untuk mencegah terjadinya
debat kusir ataupun debat putar komedi yang tidak ada juntrungannya.
Sekaligus, dengan menghindari kesalahan2 logika ini, maka kita akan
menjadi lebih tajam dalam menganalisa masalah dalam kehidupan sehari-
hari.
Maafkan bila didalam contoh2 tersebut ada menyinggung soal
keagamaan, akan tetapi contoh2 kasus tersebut terjadi benar dalam
kasus-kasus diskusi yg pernah saya kumpulkan. Harap dipandang
sebagai wacana dan sebuah contoh belaka.

Semoga berguna.

=============
+++KESESATAN-KESESATAN LOGIKA+++

1. Ad hominem:
menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seorang arguer
tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence/ fakta /
reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.

a. Ad Hominem Abusive: menggunakan kata-kata yg menyerang langsung
penulis alih-alih membantah argumennya.
Contoh :
Abu : Kekacauan dalam organisasi disebabkan salah satunya oleh
rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada.
Badu : Ah, itu kan pendapat anda yang sombong dan mau turut campur
saja urusan orang lain.

Penjelasan:
Si Badu sama sekali tidak memberikan argumentasi lawan ataupun
menunjukkan kesalahan dari argumentasi si Abu, melainkan menyerang
pribadi si Abu dengan mengatakan sebagai 'sombong' dan 'mau tahu
urusan orang'. Apabila sikap si Badu seperti itu, maka apa gunanya
dilakukan suatu diskusi lagi? Suatu diskusi adalah untuk membahas
suatu masalah/ issue guna mendapatkan berbagai macam sudut pandang
dan pemecahannya.


b. Ad Hominem Circumstansial : menggunakan hal-hal di sekitar si
penulis dalam hubungan yg tidak relevan, untuk menyerang si penulis.
Contoh :
Abu : Kenaikan harga BBM memang sangat diperlukan pemerintah untuk
mengatasi kesenjangan defisit neraca pembayarannya.
Badu : Ah, kamu kan memang sudah kaya raya, jelas saja tidak
merasakan penderitaan rakyat.

Penjelasan:
Jawaban si Badu mengenai apakah Abu itu kaya atau tidak, tidak ada
hubungannya dengan argumentasi yg dikemukakan Abu. Hanya karena si
Abu kaya, tidak menjadikan argumentasinya tidak valid.
Kedua, disini terdapat gejala Logical Fraud kedua yaitu: Mind
Reading (membaca pikiran) : bagaimana si Badu tahu isi hati si Abu
bahwa ia dikatakan tidak merasakan penderitaan rakyat?

c. Ad Hominem Tu Quo Que : mengatakan bahwa si penulis tidak berhak
menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang
dikatakannya.
Contoh :
Abu : Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti sekarang ini maka
sebaiknya kita menghemat pemakaian energi dan mencegah pemborosan2
yang tak perlu.
Badu : Ah, mobil anda saja land rover yang terkenal boros bensin,
anda tidak pantas untuk menganjurkan penghematan.

Penjelasan:
Bagaimana tingkah laku si Abu dalam kenyataannya tidak memiliki
relevansi untuk menjelaskan kevalidan argumennya. Disamping itu,
kita tidak tahu sama sekali tentang pertimbangan2 apa yang terdapat
dalam benak si Abu untuk menggunakan mobil Land Rover.




2. Appeal to ignorance (Argumentum ex silentio)
Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu.
Contoh:
? Kita tidak memiliki bukti bahwa Tuhan tidak ada, maka dia
ada.
? Tidak ada orang yang pernah mengkritik kami selama ini, jadi
segala sesuatunya pasti baik-baik saja.

Penjelasan:
Ketidaktahuan akan sesuatu hal tidak serta merta mengatakan bahwa
sesuatu itu ada ataupun tiada.
Tiadanya orang yang mengkritik selama ini bisa saja disebabkan oleh
sebab2 lain (misal: sungkan, takut, mengisolasi diri, dsb) yang sama
sekali tidak serta merta berarti bahwa segala sesuatu berjalan
dengan baik-baik saja.
Peryataan / statement seperti itu jelas menyalahi kaidah2 logic,
sehingga tidak perlu dipertimbangkan sebagai sesuatu hal yg
bermanfaat, karena apabila diteruskan hanyalah mengarah pada debat
kusir.

3. Appeal to faith
Contoh :
? Bila anda tidak memiliki iman, maka anda tidak akan mengerti.

Penjelasan:
Bila seorang pendebat berdasarkan pada iman sebagai dasar dari
argumennya, maka tiada lagi yang dapat dibicarakan dalam diskusi.
Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan. Iman, dalam
definisinya adalah suatu kepercayaan yang tidak berdasar pada
logika, evidence maupun fakta. Iman berdasarkan pada pikiran yang
irasional, dan hanya menimbulkan kekeraskepalaan (bebal, fanatik).

4. Argument from authority (Argumentum ad verecundiam)
Menggunakan kata-kata "para ahli" atau membawa-bawa otoritas sebagai
dasar dari argumen instead of menggunakan logic dan fakta untuk
mendukung argumen itu.
Contoh :
? Profesor X, Doktor Y dari Pusat Riset ABC mengatakan
berdasarkan penelitian ilmiah bahwa teori evolusi itu tidak dapat
dibuktikan, dan yang benar adalah teori inteligent-design..
? Di Amerika pernah ada penelitian bahwa ketika orang yang
meninggal ditimbang secara teliti, maka bobotnya berkurang sedikit.
Ini membuktikan adanya roh yang meninggalkan tubuhnya
.
Sesuatu tidak lantas menjadi benar hanya karena suatu otoritas
mengatakan sesuatu hal. Bila pendebat memberikan testimoni dari
seorang ahli, lihat apakah dilengkapi dengan alasan yang logis dan
masuk akal, serta hati-hati terhadap keotentikan sumber dan evidence
di belakangnya. Seringkali suatu penelitian dibuat seakan-akan
canggih dan kredible tetapi setelah dicek ke komunitas profesinya
ternyata tidak mendapatkan pengakuan ataupun ditolak mentah2 sebagai
pseudo-science. Bahkan ada nama-nama ahli atau pusat riset tertentu
yang fiktif belaka.

Perhatikan juga karena seringkali, yang bersangkutan mengutip
penelitian tersebut secara sepotong-sepotong (tidak lengkap) dan out
of context.


5. Argument from adverse consequences
Contoh :
? Bencana terjadi karena Dewa / Tuhan menghukum orang yang
tidak percaya; oleh karena itu kita harus percaya kepada Dewa /
Tuhan.
? Allah telah marah dan menghukum dengan mengirimkan bencana
Tsunami di Aceh yang menewaskan beratus-ratus ribu muslim, oleh
karena itu kita harus bertobat dan masuk Kristen.

Hanya karena suatu bencana terjadi, tidak mengatakan sesuatu
mengenai eksitensi maupun non-eksistensi dari sesuatu.
Ataupun tidak menyatakan suatu keharusan untuk mempercayai sesuatu.

6. Menakut-nakuti (Argumentum ad Baculum)
Argumen yang didasarkan pada tekanan atau rasa takut.
Contoh:
? Bila anda tidak percaya kepada Tuhan, maka akan masuk neraka
dan disiksa secara mengerikan sekali selama-lamanya.
? Apabila anda tidak mengakui bahwa pendapat saya adalah
benar, maka anda adalah seorang pengkhianat.

Penjelasan:
Dengan menakut-nakuti, menekan ataupun mengancam, justru menunjukkan
betapa lemahnya argumen mereka tanpa bisa memberikan evidence
ataupun support atas argumentasinya itu. Biasanya hal ini dilakukan
apabila ybs sudah merasa kepepet dan tidak tahu lagi apa yang harus
diargumentasikan utk mempengaruhi si lawan bicaranya.

7. Argumentum ad ignorantiam
Suatu argumen yang mempelesetkan ketidaktahuan seseorang sebagai
pendukung atas kebenaran argumennya.
Contoh:
? Pernyataan kami pasti betul karena tidak ada yang pernah
membuktikan salah.
? Anda tidak bisa membuktikan hal yg sebenarnya tentang
perguruan kami, maka semua yang anda katakan itu pasti salah
sedangkan pendapat saya pasti benar (karena kami orang dalam).


8. Argumentum ad populum
Argumen yang digunakan untuk mendapatkan popularitas dengan
menggunakan issue-issue yang sentimental daripada menggunakan fakta
atau alasan.
Contoh:
? Orang kristen adalah anak Tuhan yang diserang bertubi-tubi
oleh anak2 gelap. Lihatlah betapa kita selalu dimusuhi dunia, lihat
saja pada sejarah gereja purba, dimana umat kita disiksa dan dibunuh
secara keji.
Kenyataannya mengatakan justru sebaliknya, pada abad 2 M baru ada 2%
gol.Kristen tapi memiliki kekuatan politis dalam kerajaan romawi.
Merekalah yang membunuhi orang2 pagan (source: Prof.Richard
Rubinstein, "When Jesus Became a God" ). Kedua, sikap eksklusifitas
dan fanatisme mereka itulah yang menyebabkan mereka tidak bisa
diterima secara baik di lingkungan mereka. Jadi akar permasalahan
justru ada dalam diri mereka sendiri, tapi dikambing-hitamkan ke
luar untuk mencari simpati dan dukungan.

? Mengapa anda terus menerus membantah argumen kami? Bukankah
saya sudah memperlakukan anda dengan ramah?


9. Bandwagon fallacy
Menyimpulkan suatu idea adalah benar hanya karena banyak orang
mempercayainya demikian
Contoh:
? Sebagian besar orang percaya pada Tuhan, maka Ia pasti ada.
? Kristen adalah agama mayoritas di dunia, jadi Kristen pasti
benar.
Hanya karena sekian banyak orang mempercayai sesuatu tidaklah
membuktikan atau menyatakan fakta mengenai sesuatu. Contohnya adalah
ketika Galileo mengatakan bahwa bumi bulat, maka ia ditentang oleh
mayoritas orang dijamannya. Mayoritas mengatakan bumi datar tidak
serta merta membuktikan kebenarannya.

10. Begging the question (mengantisipasi jawaban)
Contoh :
? Kita harus mendorong generasi muda kita untuk menyembah
kepada Tuhan untuk meningkatkan moralitasnya.
Tetapi apakah agama atau pemujaan benar-benar menyebabkan
pertumbuhan moral? Ataukah karena sebab yang lain??? (misalnya:
pendidikan moral, lingkungan pendukung, sistem manajemennya, dsb).

11. Circular Reasoning
Contoh:
? Tuhan itu ada karena alkitab menyatakan demikian; Alkitab
diwahyukan oleh Tuhan.
? Isi buku ini adalah benar, karena buku ini mengatakan
demikian.
A membuktikan B, B membuktikan A. Pembuktian berputar seperti ini
jelas tidak valid. Premis A & B sama-sama tidak terbuktikan , maka
premis A harus dibuktikan secara independent terhadap premis B.

12. Confusion of correlation and causation
Mengacaukan hubungan antara sebab dan akibat.

Contoh :
? Mayoritas dari orang sukses di dunia adalah beragama
kristen, maka masuklah kristen?anda pasti sukses.
Padahal mungkin orang-orang golongan tertentu yang berkumpul dalam
suatu masyarakat gereja tertentu itulah yang menyebabkan mereka
terlihat `sukses'.

? Anak yang menonton acara kekerasan di TV cenderung untuk
menjadi ganas ketika ia dewasa.
Apakah program di TV itu menyebabkan kekerasan, ataukah anak-anak
yang berbakat ganas cenderung menonton acara kekerasan di TV???


13. Half truths
Suatu pernyataan yang biasanya ditujukan untuk menipu seseorang
dengan menyembunyikan sebagian fakta / kebenaran.

Contoh:
? Orang-orang agama X itu pasti bahagia dan diberkahi Tuhan.
Sengaja tidak mencantumkan data tentang umatnya yang miskin,
penyakitan, broken home, dsb)


14. Communal reinforcement
Suatu proses dimana suatu klaim menjadi suatu kepercayaan kuat
melalui suatu pernyataan yang diulang-ulang oleh suatu anggota
komunitas. Proses ini independent terhadap kebenaran klaim tersebut
dan tidak didukung oleh data empiris yang signifikan untuk
menggaransi bahwa kepercayaan itu didukung oleh alasan yang
reasonable.
? Percaya Yesus pasti masuk surga. (semata-mata hanya karena
banyak orang yg meneriakkan hal yg sama)
Kebohongan yang diulang2 terus dalam jangka waktu yg lama, akan
menjadi seperti sebuah fakta. Hanya melalui penyelidikan dan
analisis yang seksamalah kita bisa menilainya.


15. Non-sequitur (nggak nyambung)
Suatu kesimpulan yang diambil tidak didasarkan pada suatu premis
ataupun evidence/ fakta.
? Sekarang ini banyak muncul nabi-nabi palsu. Kesimpulan:
membuktikan bahwa sekarang adalah akhir jaman.
Padahal munculnya tokoh-tokoh agama itu disebabkan oleh sebab yang
lain yang bukan karena akhir jaman.
Disamping itu, pelabelan tokoh-tokoh agama sebagai 'nabi-nabi palsu'
adalah penjangkaran (anchoring) yang manipulatif sekedar utk
melegitimasi asumsinya tanpa satu dasar-dasar penilaian yang
obyektif.


16. Post Hoc, ergo propter hoc (itu terjadi sebelumnya, maka itu
disebabkan olehnya)
Semacam non-sequitur, tetapi berdasarkan waktu.
? Lihat, ia menjadi sakit setelah pergi ke Klenteng, maka
Klenteng adalah tempat iblis; Ia sembuh dari penyakitnya setelah roh
jahat diusir oleh pendeta kami.
Padahal sakitnya / sembuh sakitnya tidak disebabkan oleh sesuatu
yang ada hubungannya dengan kepergiannya ke Klenteng ataupun doa.
Bisa saja penyakitnya disebabkan oleh infeksi bakteri / virus di
tempat lain atau terjadi jauh2 hari sebelumya dimana membutuhkan
masa inkubasi tertentu utk kemunculannya. Hanya kebetulanlah
penyakit itu muncul pada hari yg sama.
Demikian juga kesembuhannya, bisa disebabkan oleh faktor-faktor
alamiah ataupun gejala periodikal dari muncul-lenyapnya suatu
penyakit kronis. Disamping itu seringkali yang terjadi adalah ybs
juga pergi ke dokter dan meminum obat. Obat itulah yg menyebabkan
kesembuhannya, meskipun seringkali fakta ini diabaikan sekedar utk
memuaskan sentimental keagamaannya.

17. Red Herring
Sering terjadi?.sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian /
subyek pembicaraan.

18. Statistic of small number
Satu kasus digunakan untuk menjudge keseluruhan. Hanya karena suatu
kejadian, tidak dapat mewakili kemungkinan keseluruhannya.
? Lihat setelah ia menjadi Budhis hidupnya menderita, berarti
agama Buddha itu sesat.

19. Straw man (manusia jerami)
Membuat suatu skenario yang salah (image yang menyesatkan) kemudian
menyerangnya. Ini sangat sering digunakan dalam diskusi kita.
Contohnya:
? Budhisme itu agama pesimis, coba bayangkan bukankah hidup
kita harus optimis?.
Padahal agama Buddha bukan berparadigma pesimistis maupun optimistis
tetapi mencoba untuk melihat suatu permasalahan secara realistis.

? Karena mengajarkan Karma, maka bila seorang Buddhist melihat
seorang yg tenggelam di sungai maka ia tidak perlu menolongnya
karena itu adalah karma ybs. (source: Adam Liauw, milis Debat-
Alkitab)
Ini merupakan statement yg diungkapkan di sebuah mimbar agama
tertentu. Jelas-jelas ini merupakan suatu penghasutan yang tidak
benar untuk mengada-adakan alasan merusak nama Buddhism.


20. Dua salah menjadi benar
Dalam suatu penalaran logis, suatu premis salah tidak semata-mata
menjustifikasi suatu premis salah lain menjadi benar.
Contoh :
? Premis A :Di negara ini hukum tidak ditegakkan secara baik.
(salah)
Premis B : Banyak sekali koruptor yang dibiarkan bebas. (salah)
Oleh karena itu, sah-sah saja bagi saya untuk melakukan korupsi
karena memang negara tidak menegakkan hukum. Salah pemerintah
sendiri kenapa tidak menggunakan perangkat hukum untuk menangkap
saya.


? Orang Islam merusaki gereja adalah agama sesat, maka oleh
karena itu saya berhak untuk mengkonversi mereka menjadi Kristen
dengan cara apapun.
Menilai suatu agama melalui generalisasi dari hanya beberapa oknum
yang berkelakuan negatif jelas bukan merupakan suatu tindakan yang
bijaksana. Perlu dicari kompleksitas permasalahannya terlebih
dahulu. Selanjutnya, tindakan konversi yang juga bukan merupakan
tindakan yang etis tentu tidak layak untuk digunakan sebagai alasan
pembenarannya.
.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/







<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise