Cerita
tentang kerstmis spesial ? Bagian tiga
Aku bangun dan terasa hawa udara dingin sekali, karena banyaknya angin
dan rendahnya temperatur antara 0 derajad celsius, siaran radio dan TV
mengatakan bahwa di bagian utara Belanda
akan hujan salju. Kami berangkat ke Rotterdam, rumah putra kami pagi hari
karena di Rotterdam ada banyak acara dan yang terpenting adalah kompetisi
sepakbola antara dua jagoan ialah Feyenoord dan AZ, dan kedua ialah Circus Natal
Ahoy, yang terachir ini kami akan nonton. Kami berangkat jalanan highway masih
sepih, dan saya bisa dengan tenang dan lancar nyetir mobil. Kami hanya
menggunakan kira-kira 45 menit jalanan Breda-Rotterdam yang jaraknya house to
house kira-kira 80 kilometer. Kami sampai dirumah putraku kira-kira jam 10
pagi.
Dirumah mereka kelihatannya agak semerawut, karena mereka sudah mulai
dengan berkas-berkas untuk pindah rumah yang baru. Barang-barang yang mereka tidak mau seperti ranjang dan mebel-mebel diberikan pembantunya dan diepvriesnya juga mulai dikosongkan. Kami disitu masih nunggu, minum teh dan makan taart sambil berkongkou karena circus baru dimulai pada jam 12.00 tepat.
Kami berangkat jam 11.40 menit, ternyata jalanan kesana mancet sehingga kami agak telat masuk. Bagian pertama ialah tarian piring dari Henan RRT kami hanya bisa melihat yang terachir saja. Gedung Ahoy sangat besar dan sesak dengan penonton dan programmanya bervariasi dari banyak negara, namun dari RRT ada tiga ialah tarian (akrobatik halus dengan piring yang berputar-putar), akrobatik sepeda, sampai satu sepeda dinaiki oleh 12 wanita dan acting diatas dengan sutra yang digantung dari atas.
Dari
Russia ialah springplank (jumping-board, salinan bebas dari saya) akrobatik,
acting di-uadara, clown, naik kuda, show singa dan macan. Dan untuk pertama kali saya melihat singa yang putih, indah keliahatnnya. Disini terlihat bahwa singa jantan kebanyakan malas tidak begitu aktif seperti macan. Barisan kamil show, disini dikatakan bahwa kamil-kamil itu lahir di Denmark dengan pemandangan yang hijau indah, lain dari pada di padang
pasir. Show dari binatang ini terutama datang dari Jerman dan Denmark. Permainan sulap seorang wanita yang dalam sekejap mata dapat berganti pakean dan dalam show ini beliau kira-kira berganti antara sepuluh macam pakean yang dilakukan sangat gulai gemulai.
Yang mengherankan saya ialah circus yang dulu saya lihat beberaka kali, atau show lainnya biasanya gedung terang sekali, tetapi ini sangat gelap hanya di pistenya di sinari. Maka sewaktu kami datang terlambat susah untuk mencari tempat duduk kami, dan harus hati-hati jangan sampai jatuh, karena banyaknya trap-trap yang harus kita naik dan mencari nomor dari tempat duduk kami. Susanya pula tiada
pembantu yang membwa sentolop (flashlight) untuk membantu kami.
Untungnya
dipinggir, baris yang paling atas masih kosong sehingga kami tidak perlu mencari
tempat duduk kami menurut kartu. Musiknya terlalu ramai menulikan kuping, kami
tidak dengar kalau kami bicara, meskipun jaraknya sebelahan. Inilah yang
kukatakan datangnya genarasi muda, merobah juga kebudayaan. Dahulu musik waktu
mudaku ritmenya slow, bandingkan lagu Christmas yang beken dan klassik ?White Christmas? yang dinyanyikan oleh
Bing Crosby dengan lagu yang dinyanyikan oleh artis jaman sekarang dengan ritme
cepat, mencerminkan keadaan sosial jaman sekarang! Anyhow cucu saya Anthonie
melihatnya dengan sangat antusias dan inilah tujuan dari ayah dan ibunya. Memang
betul-betul show yang spectaculair. Jam tiga sore show selesai dan kami pulang
kerumah putra kami memakan waktu kira-kira 45 menit, karena macetny
jalanan.
Pada
Natalan umunya kami makan bersama-sama, repot didapur dan bersama bersuka ria.
Pada generasi tua biasanya masih mengikuti tradisi, pesta Natal harus
betul-betul menurut pesta tradisionil, pergi ke gereja merupahkan satu
keharusan. Tujuan dari pesta natal adalah Peace dan reconciliation, dan juga
hari dari seorang Anak yang dilahirkan untuk menolong dunia! Cahaya Beliau akan
menerangi hati manusia yang gelap. Sayang pada generasi muda di Eropa, pesta
christmas kebanyakan tidak lagi berarti satu keharusan ke gereja. Pesta ini
dianggap untuk memperdalam persahabatan dan saling pengertian dan respek antar
kolega dan penghidupan sosial. Tetapi bagi kedua generasi tua dan muda ada
kebersamaan ialah pertama-tama pesta bagi keluarga dan teman-teman baik.
Pesta
Natal harus diakui adalah pesta yang unik dan bertujuan baik, bagi saya yang
sudah mempunyai anak-anak dewasa dan cucu-cucu adalah satu kenyataan bahwa pesta
ini bermanfaat untuk memperapat relasi antar keluarga dan teman-teman baik,
tetapi juga pesta untuk bertrimakasih atas kelahiran Jezus dan berharep akan
datangnya damai dan kesejahteraan bagi semua umat didunia.
Dr. Han
Hwie-Song
Breda, 27-12-2005 The
Netherlands