|
|
Re: Re: Lun Yu Sehari-hari--perlu disalin di milis BT: msg#00403
culture.region.china.budaya-tionghua
|
Subject: |
Re: Re: Lun Yu Sehari-hari--perlu disalin di milis BT |
|
Bravo Bung Rinto!
SOL,
Han
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, December 27, 2005 1:30
PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Lun Yu
Sehari-hari--perlu disalin di milis BT
Erik menulis:
Demikian pendapat
saya. Mohon dikoreksi bila saya salah. (Saya heran, kenapa Rinto Heng yang
adalah salah satu moderator bisa jadi ikut-ikutan tidak setuju dengan
postingan Lun Yu??)
Salam,
Erik
Rinto Jiang:
Hm,
Erik-heng,
Kalau dibaca lagi secara teliti, maka di dalam posting saya
itu ada terkandung perasaan setuju saya atas posting Lun Yu, cuma karena saya
bertindak sebagai moderator, maka sebelum ada kesimpulan lebih lanjut atas
kontroversi ringan Lun Yu di milis, maka tentu saja saya harus mengambil sikap
netral terlebih dahulu.
Di dalam posting itu, saya menekankan
universalisme ajaran Konfusius sehingga walaupun Konfusianisme dilembagakan
sebagai agama oleh sekelompok orang, tidak langsung ajaran Konfusius itu
menjadi suatu yang haram karena diklaim sebagai ajaran agama. Hal ini menjadi
sensitif karena kita telah sejak lama dididik bahwa agama itu menjadi titik
tolak utama dalam mengemukakan pandangan apapun. Agama terlalu dipolitisir di
Indonesia. Ini pendapat saya dari dulu.
Universalisme Konfusianisme itu
dapat ditarik ke 2000 tahun lalu sejak Dinasti Han, apapun agama negara pada
saat itu, tetap saja Konfusianisme mendapat tempat sebagai filosofi
pemerintahan dan negara. Bahan ujian kenegaraan tidak pernah memakai ajaran2
lain selain Konfusius. Di zaman Han, Taoisme pernah berusaha menandingi
Konfusianisme, namun tetap saja kalah dalam hal universalisme. Konfusianisme
tetap dapat lebih banyak diterima oleh khalayak. Hal yang sama terjadi di
Dinasti Tang di mana Buddhisme berjaya, Konfusianisme tidak pernah digantikan
oleh Buddhisme sebagai filosofi negara. Hal ini terus berlangsung sampai zaman
Qing.
Universalisme Konfusianisme daapt dilihat dari satu hal lagi,
yaitu bagaimana misionaris Yesuit bukan hanya menyebarkan ajaran Kristen di
Tiongkok, namun juga menerjemahkan ajaran Konfusius dan membawanya ke Eropa.
Bila ada pengaruh ajaran Konfusius di dalam filsafat Barat, jangan pernah
merasa heran.
Dari sini, tidak usah disuratkan, saya tidak merasa Lun
Yu tidak pantas di sini. Demikian supaya jelas.
Rinto Jiang
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
|