logo       

Re: Ajaran Khong Cu, agama?: msg#00392

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: Ajaran Khong Cu, agama?

Makasih atas pencerahannya, Rinto-xiong. Permainan Mao dalam perang
India itu mungkin saya lompati waktu baca bukunya Jing Fuzi atau
memang tidak diuraikan di sana. Satu hal, Mao memang ahli strategi
dan selalu unggul dalam hal beginian. Cuma dia kejam dan tidak
pedulian dan tingkahnya tidak beda dengan kaisar. Ketika Lin pakai
alasan sakit tidak datang ke rapat, dia perintah Lin dibawa ke rapat
pakai tandu dan biarkan Lin duduk keringatan dan gemetaran dan Mao
sama sekali tidak peduli dan perlakukan Lin sebagai angin saja. Itu
menurut ceritera dalam bukunya Jing Fuzi. Seberapa benarnya masih
harus dicari lagi. Tetapi dari sumber lain saya pernah baca juga
kekejaman dia memenjarakan Liu secara keji. Klarifikasi mengenai Lin
tidak sabaran urusan kekuasaan itu benar. Point saya, Lin pernah
berjaya tetapi tersisihkan dalam perjalanan revolusi kebudayaan.
Tidak seperti Liu Shaoqi yang dari awal sudah dikucilkan Mao. Soal
feodalnya pemerintah sekarang, saya sependapat. Cuma saya tidak tahu
apakah setelah Kaisar Mao, apa para petinggi lain bertingkah gaya
kaisar juga? Mohon di-share-kan di sini kalau punya ceriteranya.

Makasih,

Aris.


--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Rinto Jiang
<rinto@xxxx>
wrote:
>
> Aris menulis:
>
> Pak Liang U,
>
> Maaf, komentar saya sedikit OOT, soalnya traffic di forum hari ini
> sangat rendah dan ada waktu baca karena nganggur di hari libur
> sedangkan anak-anak masih tidur karena lek-lekan semalam. :-)
>
> Di awal revolusi kebudayaan, sebenarnya Lin Biao sangat berkuasa
> dan dengan diam-diam persiapkan diri dengan intriknya untuk merebut
> kekuasaan. Kemana-mana dia bawa buku kecil merah berisi petuah sang
> Ketua yang ada di kantong setiap pengawal merah. Setelah Lin Biao
> tewas karena niat kudetanya tercium dan dia melarikan diri terus
> pesawatnya jatuh di Mongolia, baru rasanya kelompok 4 mulai
> melakukan gerakan "Pi Lin ping Gong" (Kritik Lin (Biao) dan Gong
> (Fuzi)) yang kemudian mereka pakai dan arahkan gerakan "Pi Lin"
> untuk jatuhkan Zhou Enlai tetapi gagal. Jadi maksud pak Liang U
tiap
> hari mereka demonstrasi anti Lin dan anti Kongzi itu saya pikir
> terjadinya setelah Lin tewas bukan sebelumnya. Sedangkan revivalnya
> ajaran Kongzi memang setelah Mao dan Lin tewas.
>
> Salam,
>
> Aris.
>
>
> Rinto Jiang:
>
> Aris-heng,
>
> Sedikit tambahan dari saya. Lin Biao sebenarnya bukan pada mulanya
> merencanakan kudeta, melainkan ia diperalat Mao karena
kedudukannya
> sebagai Menteri Pertahanan. Waktu Revolusi Kebudayaan dilancarkan,
Mao
> perlu backing tentara (PLA) buat menyingkirkan lawan2 politiknya,
yang
> waktu berada di faksi lain, Liu Shaoqi dan Deng Xiaoping.
Sebenarnya
> sejak mosi tidak percaya atas Mao, otomatis Mao sudah disingkirkan
dari
> pusat kekuasaan sejak tahun 1959. Namun, pengaruh Mao di dalam PLA
masih
> ada yaitu melalui Lin Biao. Lin Biao sendiri diberikan janji bahwa
ia
> akan menjadi penerus Mao sepeninggal Mao, artinya, bila Mao
berkuasa
> kembali, maka Lin akan menjadi orang terkuat kedua di Tiongkok.
Siapapun
> akan terketuk hatinya mendengar janji seperti itu.
>
> Mao mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam pusat kekuasaan
kembali
> setelah kelihaiannya melancarkan perang Tiongkok-India, tahun
1962.
> Waktu itu, India di-backing oleh Sovyet dan AS. AS mengirimkan
peralatan
> perang untuk tentara India menyiapkan diri memaklumatkan perang.
> Kebetulan saja, tahun 1962 juga ada Insiden Kuba, di mana Sovyet
> tertangkap basah menempatkan peluru kendali di Kuba yang diarahkan
ke
> AS. Dalam waktu 1 bulan, PLA memukul mundur semua tentara penjaga
pos
> perbatasan India di Himalaya, serangan balasan India ke Tiongkok
> berhasil dipatahkan dan India kalah telak. Eh, setelah Insiden
Kuba
> selesai, PLA mundur sendiri ke garis perbatasan semula dan
mengumumkan
> gencatan senjata sepihak. Ini titik balik Mao di Beijing karena
setelah
> menang memberikan tamparan keras untuk Nehru, ia kemudian pelan2
> mendapat pengaruh kembali di dalam pusat kekuasaan.
>
> Tahun 1969, Lin Biao secara resmi dinobatkan sebagai penerus Mao,
orang
> kedua terkuat di Tiongkok. Sayang, Lin tidak sabaran, berbagai
> manuvernya di dalam PLA membuat Mao merasa kekuasaannya terancam,
> apalagi setelah itu Lin Biao juga terlibat konflik dengan Zhou
Enlai.
> Kudeta yang dilakukan Lin sebenarnya bertolak dari ia merasa
dikhianati
> Mao karena Mao mengingkari janjinya. Mao menarik dukungannya atas
Lin
> Biao sebagai penerusnya.
>
> Mengenai kritik atas Konfusianisme, sebenarnya cuma dimanfaatkan
oleh
> Mao sebagai taktik politik. Konfusianisme dianggap sebagai simbol
> tradisi lama yang kuno, tidak sesuai dengan filosofi negara
Tiongkok
> modern yang ia ingin tanamkan. Padahal, Mao sendiri adalah
pengagum
> sastra kuno Tiongkok, ia pintar berpuisi. Ia sendiri juga fasih
ajaran
> Konfusius. Banyak ajaran2 Mao yang lebih kurang sama dengan ajaran
> Konfusius, karena ia merasa sebagian ajaran Konfusius dapat
> diaplikasikan untuk menuntut kepatuhan atas legitimasi seorang
pemimpin.
> Mao adalah seorang yang kontradiksi, punya kepribadian ganda.
Lumrah,
> sebagaimana mayoritas politikus memang harus memiliki kepribadian
ganda.
>
> Walau secara kasat mata, pemerintahan Beijing membenci feodalisme,
namun
> sebenarnya pemerintahan yang sekarang itu adalah bentuk feodalisme
yang
> lain, feodalisme yang dibungkus oleh pakaian baru, sosialisme. Di
> Indonesia, sama saja, masih banyak pejabat yang merasa mereka itu
adalah
> raja2 kecil yang perlu dihormati, dilayani, dijunjung oleh rakyat
kecil.
>
> Sampai di sini dulu, sudah jauh meluas dari topik semula.
>
>
> Rinto Jiang
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise