logo       

Re: Re: Agama Buddha bagian tak terpisahkan dari budaya tionghua: msg#00389

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: Re: Agama Buddha bagian tak terpisahkan dari budaya tionghua


kenapa budhisme aliran mahayana terbentuk di tiongkok?
mungkin kalo budhisme tidak mau menyatu atau
mengadopsi kebudayaan tionghoa maka perkembangannya
juga tidak akan sepesat sekarang. lagipula budhisme
terlihat sangat flexible kok, alirana trantrayana
banyak mengadopsi dan tercampur dengan kebudayaan
tibet, agama shinto jepang juga merupakan jelmaan dari
akulturasi budhisme dengan kebudayaan jepang. di
indonesia juga ada aliran kasogatan yg banyak terdapat
di kantung2 tradisional budhisme di sekitar jawa
tengah, aliran teravada sendiri juga banyak
terpengaruh dengan kebudayaan thailand misalnya
pemujaan se mien fo. dan untuk alm bhante ashin saya
kira dia bukan mengembangkan aliran theravada tapi
aliran budhayana yg banyak mengakomodasi perbedaan
mahayana dan teravada.


--- vidi_hermes <vidi_hermes-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

> --- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Rinto Jiang
> <rinto@xxxx>
> wrote:
> >
> > Arifin Tanzil menulis:
> >
> > mas Rinto dan kawan2 lain yg baik,
> > menurut saudara sekalian,
> > Seandainya unsur2 agama Buddha dikeluarkan dari
> kebudayaan
> tionghoa,
> > apakah masih bisa disebut sebagai kebudayaan
> tionghoa???
> > seandainya Shao lin, Tai chi chuan, cerita seperti
> Sun go kong,
> Siluman
> > Ular Putih, Sampek Engtai, Bodhidharma, 4 gunung
> buddhis
> (omeishan,
> > Jiuhua shan, Putuoshan, Wuthaishan), seni
> patungdan arsitektur
> seperti
> > pagoda, pahatan Buddha di bukit Leshan setinggi 71
> meter yg
> dibangun pd
> > abad ke 6 , di Dun Huang, di Long Men terdapat
> 1352 goa dan 750
> lorong
> > dengan 97.306 patung yg dibangun pd abad ke 5,
> Shaolin, Tai Chi(?)
> dll.
> > (tolong diperpanjang daftar ini). dikeluarkan dari
> kebudayaan
> tionghua ???
> >
> >
> > Rinto Jiang:
> >
> > Yah, dalam hal ini saya setengah setuju atas
> pendapat Arifin-heng,
> > setengah tidak setuju karena kita membahas isi
> ajaran Buddhisme
> apakah
> > boleh diposting di sini atau tidak. Tentu saja
> lain dengan
> pembahasan
> > pengaruh Buddhisme terhadap kebudayaan Tionghoa
> pada umumnya.
> >
> > Karena kita cuma membahas apakah isi Lun Yu boleh
> diposting di
> milis ini
> > atau tidak, maka kembali pada masalah inti ajaran
> dari ajaran
> Buddhis
> > dan Konfusianisme dapat ditarik banyak perbedaan
> mendasar yang
> > menyebabkan isi Dhammapada atau Tri-Pitaka
> misalnya menurut saya
> tetap
> > saja tidak baik dipostingkan ke milis. Hal yang
> sama juga dapat
> > dipasangkan kepada Buddhisme dan Taoisme.
> Aris-heng misalnya juga
> sering
> > mengirimkan terjemahannya tentang Daodejing (Tao
> Tse Tsing),
> padahal
> > Aris-heng ini bukan pemeluk Taoisme bila Taoisme
> itu dianggap
> sebagai
> > agama. Konfusianisme sebenarnya "terpaksa"
> dilembagakan sebagai
> agama di
> > Indonesia karena di Indonesia ada peraturan
> "miring" tentang agama
> yang
> > diakui oleh negara. Padahal, bila mengerti ajaran
> Konfusianisme,
> inti
> > ajarannya cuma mengenai tata cara dan aturan
> interaksi antar
> manusia.
> > Tidak ada ajaran mengenai surga neraka, kehidupan
> setelah
> meninggal dan
> > doktrin sejenisnya.
> >
> > Jadi, mengenai apakah postingan kutipan kitab
> suci, pandangan saya
> tetap
> > kembali kepada agama yang diakui secara de-yure di
> Indonesia.
> Secara
> > de-facto walaupun nampaknya Konghucu telah ada
> sebagai lembaga
> agama di
> > Indonesia, namun secara de-yure tetap saja belum
> diakui.
> Departemen
> > Agama masih mencantumkan pemeluk agama selain 5
> agama yang diakui
> > sebagai "Lainnya". Jadi, menurut saya sesuai
> dengan pendapat
> teman2
> > anggota lainnya, saya kira postingan Lun Yu lebih
> akan dapat
> diterima
> > sebagai suatu filsafat universal daripada filsafat
> Buddhisme di
> milis
> > ini. Satu lagi, dari sejarah dapat diketahui
> sebenarnya Buddhisme
> > Mahayana adalah corak Buddhisme di Tiongkok,
> sangat lain dari
> Buddhisme
> > Theravada yang mayoritas di Indonesia. Ada sedikit
> banyak kesan
> bahwa
> > Buddhisme Theravada di Indonesia menolak kekangan
> tradisi Tionghoa.
> >
> > Membahas pengaruh Buddhisme di Tiongkok dan
> kebudayaan Tionghoa
> secara
> > keseluruhan tentunya tidak dapat dinihilkan begitu
> saja. Sejarah
> > Buddhisme di Tiongkok tentu saja dapat dibahas,
> namun saya tetap
> merasa
> > tidak dengan membahas ajaran Buddhisme itu
> sendiri. Di zaman
> Dinasti
> > Han, Konfusianisme pernah dipertentangkan dengan
> Taoisme, namun
> karena
> > Konfusianisme lebih universal, maka Konfusianisme
> kemudian menjadi
> > tata-cara pemerintahan kekaisaran. Setelah itu,
> zaman Dinasti Sui,
> > Buddhisme juga dipertentangkan dengan
> Konfusianisme, namun
> universalisme
> > Konfusianisme tetap menjadi satu point tak
> tertandingi waktu itu.
> > Walaupun Buddhisme pernah menjadi agama negara
> pada zaman Dinasti
> Tang,
> > namun ujian negara dan pemerintahan tetap tidak
> menguji
> pengetahuan
> > calon pejabat tentang ajaran Buddhisme, karena
> bahan ujian tetap
> adalah
> > nilai2 ajaran Konfusianisme. Orang Mongol juga
> menerapkan tata
> cara
> > ujian negara ini. Hal ini bertahan selama ribuan
> tahun sampai
> zaman Qing
> > membuktikan ke-elastis-an ajaran Konfusianisme.
> >
> > Inti dari pandangan saya di atas bukan karena saya
> itu gandrung
> atau
> > fanatik dengan Konfusius dan ajarannya, saya
> sendiri bahkan belum
> pernah
> > mempelajari secara serius apa itu ajarannya.
> >
> > Terakhir, dari point ini saya ingin mengkoreksi
> sedikit daftar
> > Arifin-heng. Taichi berasal dari Taoisme. Novel
> "Perjalanan ke
> Barat"
> > (Sun Go Kong) walaupun sekilas dilihat adalah
> menceritakan masalah
> > Buddhisme, namun sebenarnya bila membaca hakikat
> dari novel tadi
> maka
> > novel tadi tidak banyak mengandung filsafat
> Buddhisme, melainkan
> > menitik-beratkan pada sifat-sifat fana manusia
> yang lemah (Pendeta
> > Tong), sombong (Sun Go Kong), serakah dan mata
> keranjang (Ti Pat
> Kai)
> > dan bodoh (Sam Cheng). Jadi, menurut saya, novel
> itu intinya
> sekular,
> > tidak membawa misi agama apapun.
> >
> >
> > Rinto Jiang
> >
> Maaf saya anggota baru yang ikut
> nimbrung,hehe.............salam
> untuk semua anggota senior.....
> saya sangat setuju dengan pendapat saudara Rinto,dan
> saya ingin
> menambahka sedikit hal mengenai budaya Tiong-hoa dan
> Buddhisme.
=== message truncated ===




__________________________________________
Yahoo! DSL ? Something to write home about.
Just $16.99/mo. or less.
dsl.yahoo.com





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise