logo       

Re: Agama Buddha bagian tak terpisahkan dari budaya tionghua: msg#00384

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: Agama Buddha bagian tak terpisahkan dari budaya tionghua

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Rinto Jiang
<rinto@xxxx>
wrote:
>
> Arifin Tanzil menulis:
>
> mas Rinto dan kawan2 lain yg baik,
> menurut saudara sekalian,
> Seandainya unsur2 agama Buddha dikeluarkan dari kebudayaan
tionghoa,
> apakah masih bisa disebut sebagai kebudayaan tionghoa???
> seandainya Shao lin, Tai chi chuan, cerita seperti Sun go kong,
Siluman
> Ular Putih, Sampek Engtai, Bodhidharma, 4 gunung buddhis
(omeishan,
> Jiuhua shan, Putuoshan, Wuthaishan), seni patungdan arsitektur
seperti
> pagoda, pahatan Buddha di bukit Leshan setinggi 71 meter yg
dibangun pd
> abad ke 6 , di Dun Huang, di Long Men terdapat 1352 goa dan 750
lorong
> dengan 97.306 patung yg dibangun pd abad ke 5, Shaolin, Tai Chi(?)
dll.
> (tolong diperpanjang daftar ini). dikeluarkan dari kebudayaan
tionghua ???
>
>
> Rinto Jiang:
>
> Yah, dalam hal ini saya setengah setuju atas pendapat Arifin-heng,
> setengah tidak setuju karena kita membahas isi ajaran Buddhisme
apakah
> boleh diposting di sini atau tidak. Tentu saja lain dengan
pembahasan
> pengaruh Buddhisme terhadap kebudayaan Tionghoa pada umumnya.
>
> Karena kita cuma membahas apakah isi Lun Yu boleh diposting di
milis ini
> atau tidak, maka kembali pada masalah inti ajaran dari ajaran
Buddhis
> dan Konfusianisme dapat ditarik banyak perbedaan mendasar yang
> menyebabkan isi Dhammapada atau Tri-Pitaka misalnya menurut saya
tetap
> saja tidak baik dipostingkan ke milis. Hal yang sama juga dapat
> dipasangkan kepada Buddhisme dan Taoisme. Aris-heng misalnya juga
sering
> mengirimkan terjemahannya tentang Daodejing (Tao Tse Tsing),
padahal
> Aris-heng ini bukan pemeluk Taoisme bila Taoisme itu dianggap
sebagai
> agama. Konfusianisme sebenarnya "terpaksa" dilembagakan sebagai
agama di
> Indonesia karena di Indonesia ada peraturan "miring" tentang agama
yang
> diakui oleh negara. Padahal, bila mengerti ajaran Konfusianisme,
inti
> ajarannya cuma mengenai tata cara dan aturan interaksi antar
manusia.
> Tidak ada ajaran mengenai surga neraka, kehidupan setelah
meninggal dan
> doktrin sejenisnya.
>
> Jadi, mengenai apakah postingan kutipan kitab suci, pandangan saya
tetap
> kembali kepada agama yang diakui secara de-yure di Indonesia.
Secara
> de-facto walaupun nampaknya Konghucu telah ada sebagai lembaga
agama di
> Indonesia, namun secara de-yure tetap saja belum diakui.
Departemen
> Agama masih mencantumkan pemeluk agama selain 5 agama yang diakui
> sebagai "Lainnya". Jadi, menurut saya sesuai dengan pendapat
teman2
> anggota lainnya, saya kira postingan Lun Yu lebih akan dapat
diterima
> sebagai suatu filsafat universal daripada filsafat Buddhisme di
milis
> ini. Satu lagi, dari sejarah dapat diketahui sebenarnya Buddhisme
> Mahayana adalah corak Buddhisme di Tiongkok, sangat lain dari
Buddhisme
> Theravada yang mayoritas di Indonesia. Ada sedikit banyak kesan
bahwa
> Buddhisme Theravada di Indonesia menolak kekangan tradisi Tionghoa.
>
> Membahas pengaruh Buddhisme di Tiongkok dan kebudayaan Tionghoa
secara
> keseluruhan tentunya tidak dapat dinihilkan begitu saja. Sejarah
> Buddhisme di Tiongkok tentu saja dapat dibahas, namun saya tetap
merasa
> tidak dengan membahas ajaran Buddhisme itu sendiri. Di zaman
Dinasti
> Han, Konfusianisme pernah dipertentangkan dengan Taoisme, namun
karena
> Konfusianisme lebih universal, maka Konfusianisme kemudian menjadi
> tata-cara pemerintahan kekaisaran. Setelah itu, zaman Dinasti Sui,
> Buddhisme juga dipertentangkan dengan Konfusianisme, namun
universalisme
> Konfusianisme tetap menjadi satu point tak tertandingi waktu itu.
> Walaupun Buddhisme pernah menjadi agama negara pada zaman Dinasti
Tang,
> namun ujian negara dan pemerintahan tetap tidak menguji
pengetahuan
> calon pejabat tentang ajaran Buddhisme, karena bahan ujian tetap
adalah
> nilai2 ajaran Konfusianisme. Orang Mongol juga menerapkan tata
cara
> ujian negara ini. Hal ini bertahan selama ribuan tahun sampai
zaman Qing
> membuktikan ke-elastis-an ajaran Konfusianisme.
>
> Inti dari pandangan saya di atas bukan karena saya itu gandrung
atau
> fanatik dengan Konfusius dan ajarannya, saya sendiri bahkan belum
pernah
> mempelajari secara serius apa itu ajarannya.
>
> Terakhir, dari point ini saya ingin mengkoreksi sedikit daftar
> Arifin-heng. Taichi berasal dari Taoisme. Novel "Perjalanan ke
Barat"
> (Sun Go Kong) walaupun sekilas dilihat adalah menceritakan masalah
> Buddhisme, namun sebenarnya bila membaca hakikat dari novel tadi
maka
> novel tadi tidak banyak mengandung filsafat Buddhisme, melainkan
> menitik-beratkan pada sifat-sifat fana manusia yang lemah (Pendeta
> Tong), sombong (Sun Go Kong), serakah dan mata keranjang (Ti Pat
Kai)
> dan bodoh (Sam Cheng). Jadi, menurut saya, novel itu intinya
sekular,
> tidak membawa misi agama apapun.
>
>
> Rinto Jiang
>
Maaf saya anggota baru yang ikut nimbrung,hehe.............salam
untuk semua anggota senior.....
saya sangat setuju dengan pendapat saudara Rinto,dan saya ingin
menambahka sedikit hal mengenai budaya Tiong-hoa dan Buddhisme.
Buddhisme tentulah hanya Buddhisme dan Budaya Tiong-hoa tentulah
budaya Tiong-hoa, tentu kedua-duanya sebenarnya tidak terpaut sama
sekali(sebelum ajaran Buddhis masuk ke Tiong-kok)namun kedua hal ini
menjadi dekat setelah masuknya ajaran Buddhis ke Tiong-kok. Coba
kita pikirkan dengan sederhana,"Apakah sebelum Buddhisme masuk ke
Tiong-Kok, Tiong-kok tidak punya budaya sendiri?",tentu jawabannya
adalah tidak.Sebelum Buddhisme masuk di Tiongkok,Tiongkok sendiri
sudah memiliki banyak cerita legenda, misalnya "Pan-khu membelah
langit dan bumi","Nu-Wa menciptakan manusia dari bayangannya","Fu-Xi
mengajari rakyat menangkap ikan(juga menemukan Pat-Koa sebagai dasar
ilmu perbintangan)","Shen-nong bercocok tanam(pengembangan ilmu
perbintangan untuk menghitung musim dalam bercocok tanam)"
dan "Pertarungan Huang-Ti dan Che-Yu(menunjuk kepada tahun baru atau
perayaan musim semi)",bukanlah semuanya itu sudah ada sebelum adanya
Buddhisme dan semua hal itu terlepas dari ajaran Buddhis?Pat-Koa dan
Ilmu perbintangan Tiong-Hoa tidak ada dalam ajaran Buddhis bukan?








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/







<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise