|
OOT: Kredibilitas yang babak bundas!: msg#00380culture.region.china.budaya-tionghua
" Perlunya apa kita punya Pulisi dan tentara kalau tidak bisa melindungi warganya?" Apa yang diujarkan oleh seorang yang baru aku kenal, aku bawa pulang dan aku pikirkan lebih jauh . Lima hari ber-turut2 ngalor ngidul aku diundang makan oleh konco2 , ya ketemu/dijamu di restoran ya kadang2 pesta2 dirumah mereka sendiri. Terutama makan di restoran, apalagi restoran Chinese dan Vietnam perlu di kerjakan se langka mungkin karena masakannya di beri Vetsin/MSG yang bagi kesehatan tidak baik. Di salah satu pesta/undangan ini aku ketemu seseorang yang baru aku kenal, tamu ini adalah konco baiknya tuan rumah. Cerita kehidupannya di Indonesia, dia sempat menceritakan kenapa dia sekarang
pindah ke Australia memboyong seluruh keluarganya pasca Peristiwa Mei 98. Dia kehilangan dua tokonya di kawasan Glodok dalam huru hara Mei 98 itu. Muncullah perkataannya seperti diatas dalam mengkomentari persoalan KENAPA sampai peristiwa itu bisa terjadi yang menelan banyak korban. Korban tidak saja dikalangan Chinese tapi juga pribumi. Bukan soal korban yang dia tekankan dalam percakapan aku dengan dia, tapi dia memertanyakan:(seperti diatas):"Perlunya apa kita punya Pulisi dan tentara kalau tidak bisa melindungi warganya" Dia meneruskan "tidak ada satu hidungpun kelihatan para pulisi dan tentara itu" "Lha buat apa kita jadi wn yang bayar pajak tapi keselamatan tidak bisa dijaga" " Baru muncul pulisi dan tentara setelah begitu banyak korban jatuh dan kerusakan materiil terjadi" Pi
kir punya pikir, dirumah aku me"cerna" soal ini dan bersamaan dengan itu aku membaca berita
kalau pulisi bahkan tentara turun tangan ,dan unjuk "gigi" demi menyelematkan perayaan hari natalan dan tahun baru. Rupanya BIN bisa kerja "bagus"dan bisa mencium bau :adanya anasir gelap yang mau bikin rusuh di hari2 achir tahun 2005 ini. Koq bisa ada kesigapan itu ,dan tak kepalang tanggung aku mengkaitkan dengan peristiwa Mei 98 itu. Dimana lho para penegak hukum dan penjaga keamanan waktu itu ?dimana selama dua hari Jakarta di-obrak abrik dan korban berjatuhan. Apakah ada U dibalik Ba, kalau orang berlogika pasti akan bertanya dalam hati, ada apa ini? Betapa bedanya apabila aku simak peristiwa huru hara rasial yang terjadi disini di Sydney. Korps pulisi dan keamanan dan intel kerja keras dan achirnya anasir gelap yang mau mengobarkan kekacauan rasialis di patahkan. Banyak pengganas dari pihak2 yang saling bertent
angan kena jerat dan mereka menunggu proses hukumnya. Sekarang pantai2 sepanjang pesisir
Sydney aman tentram. Patroli pulisi dan penegakkan the rule of law di tuntaskan tanpa pandang bulu. Aku bilang :"ngak percuma bayar pajak" Pemerintah dan para birokratnya, dengan semua instansinya itu hidup dan dibayar oleh tax payers, mereka ini seyogianya mengabdikan diri kepada pembayar pajak dan bukan sebaliknya. Apalagi pembayar pajak kayak di Indonesia itu malahan dijadikan permainan kayunya instansi2, seperti pulisi dan tentara yang jadi "banci" menghadapi kerusuhan contohnya peristiwa Mei 98 itu. Apa memang jadi "banci" karena di koreogapi oleh dalang di belakang layar?Sekali lagi ternyata "no proof". memang disinilah "hebat"nya penuntasan hukum di Indonesia..."no proof" jadinya tetap saja perkara law and order itu sesuatu yang masih jadi impian. Harry Adinegara Send instant messages to your online
friends http://au.messenger.yahoo.com
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Religious revival fills a void in China: 00380, Ambon |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Re: Lun Yu Sehari-hari--perlu disalin di milis BT: 00380, Rinto Jiang |
| Previous by Thread: | Religious revival fills a void in Chinai: 00380, Ambon |
| Next by Thread: | Segera Terbit SINERGI No-34 / Januari 2006: 00380, HKSIS |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |