Cerita tentang kerstmis spesial ?Bagian satu
Tanggal 23
desember jam 03.30 putriku
Shiuw-Huey dan keluarganya
bersama putraku Kuo-Sen dan keluarganya pergi ke rumahnya Shiuw-Huey di Swiss untuk winter sport, karena pada waktu ini anak-anak mereka istrirahat selama dua minggu. Putraku yang besar Kuo-Ming tidak ikut serta karena dia baru membangun rumah baru dan harus pindah nanti tanggal 30 desember. Maka kami merayakan Natal bersama mereka di Rotterdam.
Malam tanggal 23-12
kami melihat live TV dengan
programma berjudul ?Kerstmis met Andr?lt;/SPAN> Rieu ? Johan-Straussorkest dari Belanda beken didunia chususnya di Eropa. Show ini diramaikan dengan Little Angles from Nagasaki, koor anak-anak kecil. Lagu-lagu
yang di mainkan spesial lagu-lagu Tradisional Natal dari banyak negara.
Disanpingnya ada tiga sopran yang terkenal sehingga kami dapat duduk dengan
tenang dan menikmati lagu lagunya violist tersebut diatas yang kenamaan asal
dari kota Maastricht. TV-nya Kuo-Ming monitornya besar sehingga kami bisa
melihatnya dengan terang tampa memerlukan
kaca-mata.
Zaal penuh sesak dan semua penonton berpakeanpelente, lelaki pakai jas
dan wanita pakai pakean longdress, lain dengan penonton lagu-lagu pop musik.
Zaalnya melihatkan dekor yang sangat bagus dan suasanya klasik dan indah. Berbagai lagu lagu Natal populer seperti Walking in a winter
wonderland, Kling Glócken kling, Gesu Bambino (Italia).
Stille Nacht,
White Christmas, Jingle bell, Ave Maria etc. Dan ditutup dengan
Haleluja.
Pada waktu lagu stille nacht air mataku keluar dan diteruskan dengan lagu White Christmas. Untungnya karena lampunya dipasang agak remeng-remeng dibantu dengan beberapa penerangan lilin oleh menantuku sehingga permulaan mereka tidak tahu. Tetapi sewaktu menantuku datang dan tanya padaku apakah aku mau minum teh dan taart, aku tidak bisa tidak harus menjawab dengan suara yang jelas menunjukkan keadaan emosiku. Menantuku berhenti sebentar, melihat aku dan tanpa tanya lagi dia membawa secangkir teh dengan taart di letakkan di meja didepanku.
Putraku mendekati
aku dengan menggosok-gosok gegerku. Aku melihat dia sambil senyum, dia ketawa dan memberikan cangkir teh padaku untuk aku minum. Aku minum teh yang masih hangat dan hatiku terasa bercampuran antara nostalgi, gembira dan tentram, apalagi dengan datangnya lagu Jingle bell yang mencerminkan kegembiraan.
Aku ketawa pada istriku yang duduk dipinggiku. Beliau tahu emosiku karena sewaktu aku masih pacaran dengan Beliau aku pernah pada hari Natal di Batu pergi bersama Beliau malam jam 24.00 ke Gereja katholik meskipun ituwaktu aku mengikuti ajaran ayah dan ibuku sembahyang Buddha. Malam ituwaktu betul-betul kurasakan suasanya yang sunyi dan Holy, dan perasaan ini, remeng-remeng timbul kembali pada sanubariku waktu aku melihat permainan orkestra Andr?lt;/SPAN> Rieu.
Programma
itu berlangsung kurang lebih satu setengah jam lamanya, sebagai penutup dimainkan lagu Ave Maria dan Haleluya sunggu satu programma yang nostalgi pada masa mudahku yang sudah pass?lt;/SPAN>, lewat untuk selamanya. Sesudah selesai prgramma itu dan untuk menutupi emosiku saya katakan pada menantuku dan putraku sambil senyum:?lt;SPAN class==SpellE>orang boleh nangis karena musik !?Putraku dan menantuku ketawa, istriku spontan mendampingi aku dan mencium aku.
Aku tahu dan aku merasakan bahwa aku ini sekarang sudah tidak muda lagi. Memang sesudah aku mendapatkan penyakit ini aku harus mengakui bahwa aku lebih emosionil dari sebelumnya, Semoga doa restu dari kawan-kawan netters dapat terkabul!. Insya Allah aku masih bisa hidup bertahun-tahun lagi dan dapat menikmati hidup didunia ini.
We
wish you a merry christmas, we wish you a merry christmas.
We wish you a merry christmas and a happy new
year.
Dr.
Han Hwie-Song
Breda,
23-12-2005 The Netherlands