logo       

OOT: CORAT-CORET KETIKA DI PARIS ( Perkara Visa - bagian satu ): msg#00363

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: OOT: CORAT-CORET KETIKA DI PARIS ( Perkara Visa - bagian satu )

Sobron Aidit :


C O R A T - C O R E T K E T I K A D I P A R I S
( Perkara Visa - bagian satu )

Ketika itu ada peraturan yang dikeluarkan pemerintah RI mengenai orang-orang
asing yang datang ke Indonesia. Beberapa negara tertentu - boleh mengambil
visanya di Jakarta - begitu sampai di bandara. Beberapa negara tertentu
harus mengambil visanya di KBRI negara setempat.

Misalnya, kami yang berpaspor Perancis - boleh mengambil visanya begitu
sampai di Jakarta. Tetapi bagi orang-orang yang berpaspor Kerajaan Belanda -
harus mengambil visanya di Den Haag - di negara setempat. Saya tidak tahu
apa dasar perhitungannya maka adanya perbedaan itu. Tetapi bagi orang-orang
yang berpaspor Perancis - boleh juga mengambil visa di negara setempatnya.
Jadi boleh dua-duanya - baik di Jakarta maupun di Perancisnya. Bagi pemegang
paspor Kerajaan Belanda - hanya boleh mengambil visa di negara setempatnya
saja ( Den Haag ).

Tampaknya menurut pikiran saya yang dulu - enak dong kami - mengambil
visanya di Jakarta saja baiknya! Ternyata perhitungan saya salah. Nah, ini
ada sebabnya. Ketika kedatangan saya di Jakarta tahun 2004, saya mengambil
visanya secara "visa on arrival" - begitu datang. Dan ketika itu betapa
mudahnya - sebab saya tidak antri - hanya saya sendirian! Barangkali
kebetulan tak banyak orang lainnya.

Begitu sampai di bandara ada petunjuk dengan pengumuman besar - mana-mana
negara yang bisa mengambil visanya di sini ( bandara Cengkareng - Jakarta ).
Saya sempat membacanya bahwa orang yang berpaspor Perancis ada pada urutan
ke 17. Saya dengan sedikit berhati geer ( GR ) merasa ada enaknyapunya
paspor Perancis.

Tetapi ketika kedatangan saya selanjutnya pada tahun 2005 - akhir Juli -
minta ampun. Ketika itu ada beberapa pesawat yang kebetulan mendaratnya
dalam waktu berbeda hanya beberapa menit. Yang juga dari Jerman - Inggris
dan lainnya. Dan apa yang saya lihat. Yang antri buat mengambil "visa on
arrival itu", seperti orang antri beras zaman dulu kala! Panjang sampai
puluhan meter - jalannya seperti bekicot. Sebab satu per satu semua paspor
harus diteliti - diperiksa - menerima bayaran uang asingnya - euro atau
dolar AS - lalu menukarinya dengan uang rupiah. Dan setiap orang memerlukan
beberapa menit sampai belasan menit! Jadi hari itu - saya hitung benar -
saya antri buat mengambil visa - selama 4 jam! Berdiri dengan muka dan badan
berkeringat - pakaian basah. Begitu banyaknya orang-orang antri buat
mengambil visa.

Kemudian saya pikir-pikir - dan mau saya anjurkan kepada siapa saja pemegang
paspor yang disebutkan boleh mengambil visa on arrival - sebaiknya Anda
berusahalah mengambil visa di negara Anda di mana Anda tinggal. Pabila
mengambilnya di Jakarta - besar kemugkinan akan lama antrinya bisa
berjam-jam seperti yang pernah saya alami.

Dan buat Tahun 2006 nanti ini - saya ke KBRI Paris buat minta dan mengambil
visa RI di KBRI Paris. Enak saja - sebab nggak antri - ketika itu hanya dua
tiga orang yang ada. Dan bisa dibuatkan pada hari itu juga. Kalau tahu
begini - kata saya dalam hati - ngapain susah-susah antri di Jakarta ketika
itu.
Lalu ada perhitungan lain - pabila kita bayar dengan euro atau dolar AS -
kembali uang kita akan dikembalikan dalam rupiah - ini artinya uang kita
akan selalu berkurang karena sudah dipecahkan - dan kita harus terima -
tidak boileh ada tawar-menawar dengan bagian Pabean - Imigrasi. Jadi jauh
sangat mendingin lebih baiklah minta dan mengambil visa di negara setempat -
di mana Anda tinggal.

Minta dan mengambil visa di KBRI Paris - bagi saya adalah pengalaman
pertama. Sebab dulunya kami bebas visa - tanpa visa buat wilayah RI. Nah,
begitu ke KBRI Paris - ada cerita lain. Tapi bukan perkara KBRI-nya - tak
ada hubungannya dengan KBRI-nya - jangan pula nanti belum apa-apa ada orang
KBRI membaca cerita ini lalu deg-degan - cemas dan kuatir. Tenang aja -
nggak ada apa-apa. Saya hanya mau cerita pengalaman bertemu dengan TKW yang
mau pulang ke Jakarta - sangat memelas dan saya sangat jatuh-hati - sangat
iba-hati - kasihan melihatnya. Besok saya lanjutkan ceritanya atau Hari
Senan - sebab Hari MInggu sudah ada jadwal buat khusus Hari Minggu dengan
Minggu Pagi-nya,-

--------------------------------------------------------

Negeri Belansa,- 24 desember 05,-






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help the victims of the Pakistan/India earthquake rebuild their lives.
http://us.click.yahoo.com/it0YpD/leGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/







<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise