|
Re: [Pendapat pribadi] Masalah Lun Yu; Kerukunan agama dan kerukunan ras ; : msg#00353culture.region.china.budaya-tionghua
Rekan-rekan, Saya telah menulis beberapa kali di sini, perdebatan agama akan mengakibatkan perdebatan kusir, karena agama sifatnya pribadi dan dogmatis, yang tidak dapat dibuktikan. Tapi kali ini sebetulnya bukan perdebatan agama, karena Lunyu bukan buku agama, dan boleh diperdebatkan. Jadi masalahnya setuju atau tidak? Sama saja kalau ada orang menasehati anda jangan beli toto, toto adalah judi. Itu bukan kutipan dari kitab suci, tinggal anda percaya atau tidak. Kalau percaya ikuti, kalau tidak jangan, yah titik. Lebih halus lagi, ada orang yang menganggap future trading adalah judi. Tidak usah berdebat, anda percaya tidak, percaya jangan beli, tidak percaya yah jalan terus. Tiga tahun yang lalu, meskipun saya datang ke Shenzhen bukan pertama kalinya, tapi pertama kali saya datang ke Window of the World. Sampai ke situ saya masih menganggap itu taman mini, melihat bangunan bangunan dunia secara mini, naik menara Eifel, masuk piramid dll. Tepat setengah delapan kami mau pulang ke hotel, sampai di pintu gerbang koq melihat di podium demikian banyak orang berkumpul, apakah ada pertunjukkan? Ternyata memang ada sendra tari katanya. Kamipun tak jadi pulang dan nongkrong di situ. Saya mulai tertarik koq ditulis dari Sendra Tari Kejadian (Chuang Shiji Gewutuan), Kitab Kejadian kan kitab pertama dalam Injil. Pertunjukkan kolosal di mulai, bola bumi besar di depan belah, dan ternyata di dalamnya panggung pentas. Musik mulai mengalun lagu gereja berkumandang, permaninan lampu yang luar biasa di panggung raksasa itu, tanpa sadar mantu menarik lengan saya, lihat ke kiri katanya. Saya menengok, ternyata tempat duduk sebelah sudah bergeser, di antara kita ada lubang besar dan dari dalam muncul dua orang, Adam dan Eva. Dengan perlahan-lahan mereka bergeser ke panggung. Pembawa suara dan layar yang memampangkan teks dekat panggung menceritakan bahwa pertunjukkan tentang penciptaan bumi dimulai. Kita mulai dari kepercayaan orang Kristen, katanya. Pertunjukkan yang megah dan artistik menakjubkan semua orang baik turis dalam negeri maupun turis luar negeri, setelah selesai dikatakan, kita melihat bagaimana kepercayaan orang Tionghoa tentang penciptaan bumi ini, mulai dengan Pan Gu membelah bumi, kemudian muncul dewi Nvwa, sampai Nv Wa melayang terbang menutup langit yang bocor. Pertunjukkan dilanjutkan dengan kepercayaan penciptaan bumi orang Mesir,India (termasuk Hindu dan Budha) Babilonia dan Yunani. Sendra tari raksasa dilanjutkan dengan peperangan zaman Qin Shihuang, zaman Ayodhia dll. Yang sangat mengagumkan saya ada dua hal: 1. Tentu saja kekolosalannya, karena waktu perang, puluhan kuda tampil di pentas, panggung belah dan muncul danau dengan air benaran. Ratusan pemain muncul sekali gus, kereta kuda untuk berperang dsb. Keindahan pakaian dan tata lampu jangan dikatakan lagi, untuk saya pribadi tercengang. 2. Di sini ditonjolkan kerukunan beragama. Orang bisa melihat bagaimana kepercayaan orang Kristen, bagaimana kepercayaan orang Tionghoa dll. Koq ini terjadi di Tiongkok, negara yang selama ini dianggap pusat setan? Sedang kalau di Indonesia, kalau sudah menonjolkan satu agama yang lain harus menjadi kafir atau setan, bahkan buka mulut saja tak berani. Padahal hanya Indonesia yang mempunyai Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Saya sih selalu mengidamkan kerukunan ras, kerukunan beragama, bukan saling maki dan saling benci. Mudah-mudahan banyak yang sependapat. Liang U --- Rinto Jiang <rinto-e/okvV/AduUAepHBdVXc9KxOck334EZe@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > Dear all members, > > Beberapa hari ini saya ada memperhatikan masalah Lun > Yu antara yang > menganggap bahwa Lun Yu adalah kutipan ayat dari > kitab suci sebuah agama > vs yang menganggap Lun Yu hanya kutipan bersifat > ajaran filsafat. > > Di Indonesia, segala macam hal sepertinya harus dan > tidak dapat tidak > dikotakkan ke dalam sekat2 religius. Sebenarnya > hemat saya sendiri, > masalah agama sudah kelewat dipolitisir di > Indonesia. > > Pandangan saya sendiri terhadap Lun Yu adalah bahwa > Lun Yu adalah nilai2 > ajaran dari Konfusius yang universal, tidak harus > cuma dipandang sebagai > ajaran sebuah agama. Lalu bila ada yang > mempertanyakan bagaimana bila > anggota beragama lain juga ramai2 mempostingkan > kutipan ayat kitab suci > mereka ke milis budaya, jawaban saya sederhana saja. > Bila tidak ada > hubungannya dengan kebudayaan Tionghoa, maka > kutipan2 tersebut tidak > akan diperbolehkan di milis ini. Milis ini bukan > milis budaya umum > karena telah jelas dikemukakan bahwa milis ini hanya > membahas > permasalahan ke-Tionghoa-an di Indonesia dan dunia, > serta > sejarah-sejarah mengenainya. > > Kalau hari ini, Konfusius bukan kelahiran Tionghoa > melainkan seorang > India ataupun seorang Aztec, maka ajarannya tidak > akan tim moderator > perbolehkan di sini. Saya akan sarankan kepada > anggota yang ingin > memposting (Sdr. Hendri Irawan) untuk mencari milis > budaya_india atau > budaya_aztec untuk mempostingkan kutipan ajaran > Konfusius di sana. > > Ini pula alasan mengapa tidak ada ayat-ayat kutipan > kitab suci agama > Buddha, Kristen walaupun mayoritas Tionghoa di > Indonesia memeluk agama > ini. Dengan ini saya juga menghimbau kepada anggota > yang biasanya > memposting ayat2 agama di atas untuk tidak > menyelipkan ayat2 kitab suci > agama lagi di dalam milis ini. Mungkin lebih klop > kalau dikirim ke milis > budaya_yahudi atau budaya_india seperti yang saya > telaah di paragraf > atas. Ini masalah prinsip yang harus ditegakkan, > bukan karena > diskriminasi agama atau sejenisnya. > > Jadi, dari sini, terlepas apakah ajaran Konfusius > adalah sebuah agama > atau filsafat, ajaran itu tidak dapat dilepaskan > begitu saja dari > kebudayaan Tionghoa dan sejarah Tiongkok yang > merupakan topik di milis > ini. Tenang saja, mengetahui sedikit ajaran > Konfusius tidak akan > menyebabkan anggota milis ini ramai-ramai "pindah > agama" atau > "tergoyahkan imannya". Saya jamin mayoritas anggota > di sini akan setuju > dengan pendapat saya di atas. > > Bila ada yang tidak berkenan, mohon didiskusikan > lagi. Untuk sementara, > sebelum masalah Lun Yu ini punya kesimpulan akhir, > saya memohon kepada > Sdr. Hendri Irawan untuk tidak melanjutkan posting > Lun Yu ini ke milis > terlebih dahulu. Terima kasih. > > > Rinto Jiang > > __________________________________________ Yahoo! DSL ? Something to write home about. Just $16.99/mo. or less. dsl.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help the victims of the Pakistan/India earthquake rebuild their lives. http://us.click.yahoo.com/it0YpD/leGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | [Opini pribadi] Masalah posting Mang Ucup: 00353, Rinto Jiang |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Weeweechu a Merry Christmas: 00353, kribo1 |
| Previous by Thread: | Re: Agama Buddha bagian tak terpisahkan dari budaya tionghuai: 00353, perfect_harmony2000 |
| Next by Thread: | Buku silsilah Gan Peng: 00353, Rinto Jiang |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |