logo       

Re: Upacara minum teh, budaya Jepang: msg#00424

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: Upacara minum teh, budaya Jepang

Setuju. Saya sependapat dengan pemikiran dari Sdr Liang U.

Hormat saya,

Nio Tek Ceng

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, liang u
<liang_u@xxxx> wrote:
>
> Dalam sejarah Jepang sama seperti Tiongkok, perebutan
> kekuasaan tak pernah berhenti, bedanya mereka
> menganggap kaisarnya adalah Dewa untuk seluruh dunia,
> jadi kaisar tidak pernah digulingkan, yang saling
> menggulingkan adalah para samurai. Meskipun demikian
> akibatnya sama, kemajuan masyarakat macet pada tingkat
> feodalisme. Perbedaan utama terjadi pada pertengahan
> abad 19. Saat itu Jepang sadar ketinggalannya dari
> negara barat, mereka mengadakan restorasi
> besar-besaran, gerakan ini dikenal dengan restorasi
> Meiji. Westernisasi terjadi di segala bidang,
> pemerintahan, militer, ekonomi dll, kecuali budaya.
> Mereka tidak membuang budaya Jepang sedikitpun, nama,
> tata cara pergaulan, kepercayaan/agama, seni dll.
> Hasilnya sebuah negara Jepang yang kuat dengan budaya
> asli muncul di dunia. Memang sangat disayangkan,
> setelah kuat mereka merasa sudah waktunya kaisar
> Jepang menjadi kaisar dunia seperti yang mereka
> percayai, militerisme tumbuh dan menghasilkan
> malapetakan perang dunia II terutama bagi KOrea dan
> Tiongkok. 30 juta korban perang melawan Jepang di
> Tiongkok, toh mereka sekarang menganggap Jepanglah
> korban perang, agresor adalah Tiongkok dan sekutu.
> Meskipun demikian, memelihara budaya sendiri dalam
> perkembangan teknologi dan ekonomi, adalah ciri khas
> Jepang yang patut ditiru. Beda dengan orang Tiongkok
> dan Tionghoa umumnya, begitu merasa maju, nama
> diganti, adat istiadat, tatakrama diganti, bahkan
> bahasa diganti. Untuk Tionghoa Indonesia memang
> sebagian dipaksa jaman orde baru. Apakah sekarang
> bukan saatnya kita balik kembali ke jalan yang benar?
> Budaya kita hidupkan kembali, nama kita kembalikan,
> minimal untuk anak yang baru lahir secara formal, dan
> beri alias bagi anak yang sudah lahir dengan nama non
> Tionghoa.
> Usulan kumpul-kumpul minum teh patut disokong, tapi
> harus diikuti penceramah yang menjelaskan sejarah dan
> tatacaranya. Ada kesalahan, ada perbedaan pendapat tak
> penting dan harus dimaklumi, kita semua baru belajar
> kembali. Yang jelas merupakan hambatan adalah masalah
> dana.
> Kumpul-kumpul perlu biaya. ????
>
> --- Rinto Jiang <rinto@xxxx> wrote:
>
> > Christian menulis:
> >
> > Bung Rinto,
> > kami sangat awam dengan upacara minum teh ini,
> > bagaimana juga dengan
> > upacara minum teh jepang ? apakah upacara minum teh
> > dari tiongkok ini
> > yang mengilhami kebudayaan minum teh di jepang ?
> > bagaimana kalau sekali kali anggota miling lis ini
> > berjumpa untuk
> > mengadakan upacara minum teh. kami lihat di koran
> > beberapa hari lalu
> > perkumpulan minum teh jepang di indonesia merayakan
> > ulang tahunnya yang
> > ke 17 atau 18.
> >
> > salam
> >
> > christian
> >
> >
> > Rinto Jiang:
> >
> > Upacara minum teh Jepang sudah pasti berasal dari
> > Tiongkok. Daun teh
> > baru dibawa oleh pendeta Buddhis ke Jepang di zaman
> > Tang, sekitar 1400
> > tahun lalu. Waktu itupun belum mendapat perhatian
> > dari masyarakat
> > Jepang. Setelah zaman Song, sekitar 1000 tahun lalu,
> > seorang pendeta
> > Buddhis dari Jepang menuntut ilmu ke Tiongkok dan
> > tertarik mempelajari
> > budaya minum teh di Tiongkok. Sepulangnya ia ke
> > Jepang, barulah teh
> > dikenal secara luas di Jepang dan menjadi satu
> > dengan kebudayaan Jepang.
> > Teh juga menjadi budaya orang Korea.
> >
> > Bedanya adalah orang Jepang menganggap upacara minum
> > teh sebagai suatu
> > yang sangat serius, sedangkan budaya minum teh di
> > Tiongkok tidak begitu
> > terikat dengan nilai2 tata krama. Banyak sekali hal
> > yang harus
> > diperhatikan di dalam upacara teh Jepang yang resmi,
> > misalnya bagaimana
> > cara mengambil cawan, meletakkannya di tangan kiri,
> > memutar cawan 180
> > derajat sebelum diminum. Adapula seluruh yang hadir
> > meminum teh dari 1
> > cawan, ataupun masing2 memiliki cawan sendiri
> > sebagai simbol ikatan
> > persaudaraan.
> >
> > Di Tiongkok, tata krama lebih dititik-beratkan pada
> > gaya bicara tuan
> > rumah dan tamu dan bukan pada bagaimana cara meminum
> > teh tadi. Ini
> > sedikit perbedaan upacara minum Tiongkok dengan
> > Jepang. Sesuai dengan
> > kebudayaan berbicara orang Tionghoa yang suka
> > berbasa-basi dan
> > menekankan pada keindahan berbahasa dan kebudayaan
> > orang Jepang yang
> > lebih menekankan gerak-gerik dan perbuatan.
> >
> > Di Jepang, upacara minum teh juga disebut Chato,
> > dituliskan memakai
> > huruf kanji, sama dengan upacara minum teh di
> > Tiongkok yang disebut Chadao.
> >
> >
> > Rinto Jiang
> >
>
>
>
>
> __________________________________
> Start your day with Yahoo! - Make it your home page!
> http://www.yahoo.com/r/hs
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise