logo       

Re: "owe" itu sopan sekali!: msg#00422

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: "owe" itu sopan sekali!

Saya tinggal di Tangerang/Benteng. Setahu saya di Tangerang juga masih
banyak yang memakai kata "oe" (dibaca owe tetapi huruf w nya dibaca
cepat sehingga tidak tegas). Saya tidak tahu apakah itu berasal dari
dialek Hokian/Mandarin atau yang lainnya.
Sama seperti Sdr Yan Widjaja sampaikan (dipakai di Jawa Tengah), di
daerah Benteng juga dipakai sebagai pengganti kata "saya" dan hanya
digunakan kepada anggota keluarga atau orang yang dekat atau orang yang
kita hornati.
Saya sendiri (umur 40 tahun) masih memakai kata "oe" untuk menyebut diri
sendiri, jika berbicara kepada orangtua dan famili yang lebih tua
daripada saya.

Salam,
Surjadie Ch.


----- Original Message -----
From: Yan <mailto:yan_widjaya-/E1597aS9LS+ZvmcBgLQeg@xxxxxxxxxxxxxxxx> Widjaja
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
<mailto:budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Sunday, November 20, 2005 3:19 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] "owe" itu sopan sekali!


Pendapatku beda,

Owe adalah sebutan merendah dan sangat sopan untuk diri sendiri oleh
lelaki Tionghoa bila berbicara dengan sesama orang Tionghoa yang lebih
tua (misal orang tua, engkong-emak, empek-encim, engkoh-enci, calon
mertua) atau untuk orang yang sangat dihormati (misal bos, direktur,
atau pimpinan), bukan untuk orang yang sederajat (misal kawan seusia,
sepantaran).
Sampai hari ini, sebutan owe masih lazim didengar, khususnya di kalangan
Tionghoa Jawa Tengah.
Asal-usulnya diduga berasal dari kata "Wo" yang memang berarti Aku,
diperkirakan sejak tahun 1900-an sudah digunakan oleh kalangan Tionghoa,
terlihat dari buku-buku bacaan, novel, majalah dan koran terbitan era
tersebut.

Tapi khusus mengenai tayangan di teve, memang itu untuk guyonan/dagelan
belaka, menjadi trademark pelawak asal Bandung anggota De Kabayan yang
aslinya berdarah Sunda (saya pribadi mengenalnya), almarhum Suryana
Fatah (pemeran Babah Ho Liang), sekarang dilanujutkan oleh putranya.
Tentu saja di zaman sekarang mana ada lelaki Tionghoa yang masih pakai
tauchang (rambut dikuncir) seperti ciri khas si Babah Ho Liang?

Itu kan cuma di fragmen lawakan teve belaka, karena kuncir sudah
digunting dari era Dr Sun Yat Sen pada tahun 1940-an dulu. Atau
dilakukan oleh Jet Li saat berperan sebagai Tabib Huang Fei-hung dalam
film karya Tsui Hark, Once Upon a Time in China.
Begitu,
Yan W.

"Martha J." <marthajan04-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

saya rasa anda benar. biasanya memang kalau non tionghoa mengatakan
kata itu, selalu dengan maksud mengejek.
jaman sekarang bahkan yang sudah usia 70 tahunpun tidak lagi
menggunakan kata itu, kecuali yang masih kuat kedaerahannya.

MJ




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise