Boca angon lebih pengalaman dari pelukis yang ternama
Kami membaca di Chinese Ancient Fables satu cerita yang interesan, seperti yang saya pernah tulis dahulu bahwa Guru yang besar dan ternama didunia Kong Fu Zi, tidak dapat menjawab pertanyaan dua boca mengenai kapan matahari, lebih dekat didunia, diwaktu siang atau sore hari.
Ada seorang pelukis yang besar melukis dua sapi yang sedang bertempur, lukisannya dipuji oleh orang-orang kota baik kaum intelektuil maupun pedagang besar. Setiap orang yang melihat umumnya berkata:?betul betul bagus lukisan ini seperti kedaan hidup.? Pelukis ini puas atas kepandaiannya melukis diatas kain sutra. Karena indahnya lukisannya ini diatas dan bawahnya dilipatkan dengan batang batu giok, dan disimpannya baik-baik.
Lukisan ini disimpan dalam kotak terbuat dari cedar. Beliau jarang tontonkan lukisannya pada orang, terkecuali pada orang yang mengerti dan menghargai lukisan yang halus.
Pada satu hari
lukisannya dibawa keluar dikebunnya untuk dijemur dibawah matahari, untuk menjaga agar jangan sampai rusak digigit oleh insekt-insekt buku. Dia duduk dipinggir sambil menjaga lukisannya baik-baik jangan sampai terbang atau menghindari kerusakan akibat binatang-binatang atau burung yang menginjak-injak lukisannya.
Pada
itu waktu ada boca angon masuk kebunnya sambil ketawa besar. Pelukis itu
bertanya:?teman kecil apakah kau mengerti tentang lukisan, kalau kau mengerti
bagaimana pendapatmu tentang lukisanku ini? Apakah sapi yang aku lukis seperti
sapi yang hidup?? Boca itu menjawab:?lukisan bapak bagus, betul-betul menyerupai
sapi.?katanya, tetapi boca ini tetap ketawa terbahak-bahak. Pelukis itu heran
atas ketawanya si boca dan tanya :?Teman kecil, kau tetap ketawa apakah
maksudmu, adakah apa-apa yang kau ingin mengatakan. Katakanlah dengan jujur
pendapatmu.? Si boca angon itu sambil menuding berkata:? bapak pelukis, saya
kerjanya angon sapi, kalau sapi bertarung, dipakai tanduknya, tetapi buntutnya
diselipkan diantara dua kaki belakangnya, anda melukis buntutnya dalam posisi
biasa, bahkan yang paling bawah agak naik sedikit. Selama aku angon bertahun-tahun aku belum pernah melihat sapi bertengkar seperti lukisan bapak!?
Pelukis yang besar ini
tidak dapat menjawab omongan boca ini. Pelukis ini baru tahu kesalahannya dan tentunya menyesal mengapa tidak menyelidiki dahulu sebelum dia melukis.
Saya
pikir-pikir apakah message dari tulisan ini? Saya kira
begini:
- Ilmu
pengetahuan itu luas sekali, seorang sarjana bagaimanapun tidak dapat
menguasahi segalanya. Karenanya kalau kita memulai satu pekerjaan atau
berdiskusi kita harus tahu thema yang dikerjakan agar tidak berbuat salah atau
diskusi itu tidak simpang siur sehingga tujuan dikusi itu tidak mengenai
sasarannya.
- kesimpulan
lainnya, sekalipun boca kalau yang dikatakan itu zhenli, tjingli, benar dan
adil kita harus belajar pada boca ini. Kalu seorang senior bicara hanya demi
kepentingan dirinya sendiri anggaplah ini sebagai awan yang
berlalu.
- Kong
Fu Zi mengatakan:?Kalau anda tahu tentang sesuatu katakanlah apa yang anda
tahu itu dengan jelas. Kalau anda tidak tahu tentang sesuatu, bilanglah terus
terang bahwa anda tidak tahu tentang itu. Inilah yang dikatakan ilmu
pengetahuan.?
Essay
ini ditulis oleh Dong Po Zhi Lin