|
Sastra Multikultural: msg#00418culture.region.china.budaya-tionghua
Sastra Multikultural Pemersatu Bangsa Kompas - Sastra multikultural tidak bisa dilepaskan dari kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Jika pemerintah memiliki good will untuk mengelola dan memberikan dukungan terhadap pertumbuhannya, sastra multikultural dapat berguna sebagai alat pemersatu bangsa. Demikian diungkapkan sastrawan Budi Darma selaku pembicara dalam seminar Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) XIII, Selasa (28/9) di Surabaya. "Negara yang kedatangan migran selalu menimbulkan masalah budaya. Di situ muncul masalah krisis identitas karena adanya dominasi dari para pendatang yang membawa ciri khas daerah mereka masing-masing," ujarnya. Ia mencontohkan seorang pengarang Amerika keturunan China bernama Amy Tan, yang dari sejumlah karyanya selalu berujung pada "Aku adalah orang China, tetapi benarkah aku orang China? Tidak benar, karena aku adalah orang Amerika. Namun, benarkah aku orang Amerika? Ah tidak, aku orang China". Meskipun belum menjadi bagian penting dari sastra Indonesia, beberapa karya sastra multikultural banyak bermunculan di dunia sastra Indonesia. Contohnya adalah warna China dalam beberapa karya, seperti novelet Bibi Giok (Zarra Zettira), novel Miss Lu (Naning Pranoto), dan novelet Pai Yin (Lan Fang). "Krisis identitas ini muncul sesuai dengan situasi politik. Ketika situasi dan kondisi politik memanas, mau tidak mau, krisis identitas yang awalnya tidak terasa temperaturnya menjadi melonjak," ujar Budi Darma menambahkan. Sastrawan Singapura Djamal Tukimin-yang juga menjadi pembicara dalam seminar PSN tersebut-juga mengatakan, masalah multikulturalisme berkembang menurut budaya masyarakatnya. "Di Singapura, ada cerpen dengan watak China atau India, yang membawa falsafah hidup masing-masing. Namun, karena pemerintah sangat mendukung, sastra itu dapat berkembang baik," ungkapnya. Menurut penilaian Djamal, krisis identitas dalam sastra Singapura tidak sampai memanas seperti yang terjadi di Indonesia, misalnya. Pemerintah sangat akomodatif sehingga multikulturalisme justru memperkaya kesusastraan Singapura. "Asal ingat, tidak menyentuh masalah agama dan secara politis tidak saling menghina antara satu etnis dan etnis yang lainnya. Itu pantangan besar," papar Djamal. Peran dan kebijakan pemerintah sangat signifikan bagi perkembangan sastra multikultural. Ketika pemerintah mempunyai gairah politik untuk mendukung sastra, terjadilah "sastra perkauman" seperti di Malaysia, yang membawa sastra Malaysia berada pada kedudukan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Sebagai negara multikultural, imbuhnya, Indonesia mempunyai kesempatan menumbuhkan sastra multikultural. Dengan campur tangan pemerintah yang memiliki kesadaran akan identitas semacam itu, persatuan bangsa bukan merupakan hal yang sulit dan huru-hara rasial seperti peristiwa Mei 1998 tidak terulang. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Masalah Identitas 'WNI keturunan Cina' Indonesia [Budaya Cina => JD]: 00418, Catherine Seafia |
|---|---|
| Next by Date: | [Tanya] Pepatah 'Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina': 00418, St. Donovan |
| Previous by Thread: | Lun Yu Sehari-Hari, Bab 1 Ayat 13i: 00418, Hendri Irawan |
| Next by Thread: | [Tanya] Pepatah 'Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina': 00418, St. Donovan |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |