|
|
[ASM 17] Benarkah anak yang menunjuk bulan akan dipotong telinganya oleh bu: msg#00413
culture.region.china.budaya-tionghua
|
Subject: |
[ASM 17] Benarkah anak yang menunjuk bulan akan dipotong telinganya oleh bulan? |
Tanya:
Anak2 sering dinasehatkan orang tua untuk tidak sembarangan menggunakan
jari menunjuk ke bulan, apalagi bila bulan sedang sabit karena nampak
seperti pisau karena akan dipotong telinganya oleh bulan. Apakah ini
benar adanya?
Jawab:
Ini ada ceritanya, di zaman dulu, orang2 percaya bahwa dewi bulan itu
sangat buruk rupanya. Karenanya ia merasa bahwa bila ada orang yang
menunjuk kepadanya, maka orang itu pasti sedang membicarakan keburukan
rupanya. Makanya, ia akan memotong telinga orang yang menunjuk
kepadanya, baik sengaja maupun tidak.
Dari sinilah, kemudian muncul kepercayaan bahwa seseorang akan dipotong
telinganya bila menunjuki bulan, dipotong bukan dalam arti kehilangan
telinga, namun cuma terluka sedikit di bagian bawah telinga, terutama
dekat bagian pertemuan juntai telinga dengan sendi tulang rahang.
Saya sendiri ingin mencerita pengalaman saya. Seingat saya, setua ini
saya cuma pernah 1 kali menjadi korban "potongan" sang bulan. Namun
bila ditanya apakah benar ini dikarenakan saya sebelumnya berani2nya
menunjuki bulan? Terus terang saja, saya sudah lupa. Namun ada satu hal
yang sangat saya pastikan, bahwa saya sering menunjuk ke bulan tanpa
sengaja, namun pada akhirnya tidak menjadi korban potongan telinga sang
bulan.
Bagi, saya bulan tidak ada hubungannya dengan telinga kita yang
terluka. Biasanya, jenis luka pada telinga tersebut bukan luka sabetan
pisau atau benda tajam, melainkan adalah luka infeksi yang memang
lumrah terjadi pada anak kecil di zaman dulu. Di zaman dulu, kebersihan
dan higienis memang merupakan hal yang mewah. Apalagi telinga memang
merupakan bagian tubuh yang sering tidak mendapat perhatian sewaktu
mandi atau membersihkan badan. Bagi dokter, infeksi tersebut mayoritas
divonis sebagai atopic dermatitis, yang terjadi karena infeksi kuman
pada permukaan kulit yang tipis. Kulit di juntai telinga memang
merupakan kulit yang tipis relatif dibanding dengan bagian tubuh
lainnya.
Jadi, jangan salahkan bulan bila kita sendiri yang kurang bersih
menjaga telinga. Kasihan bulan yang selalu menjadi kambing hitam bila
ada anak2 yang menderita infeksi kulit pada telinganya.
Namun, saya kira masih banyak yang percaya akan hal ini. Bagi yang
percaya, tidak apa2, teruskan komitmen anda tidak menunjuki bulan.
Namun saya kira tidak etis untuk menakuti dengan memberitahu mereka
agar tidak menunjuki bulan lagi. Tugas kita sebagai orang tua adalah
mengajari anak2 bagaimana menjaga kebersihan telinga dengan baik.
Jangan bangkitkan rasa takut anak2 pada bulan yang indah itu. Bagi yang
tidak percaya jangan menertawai yang percaya dan mencari pembuktian
menunjuki bulan terus menerus di malam hari. Jangan salahkan saya bila
anda dianggap sebagai orang kurang kerjaan.
Rinto Jiang
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
|