|
Fatwa MUI: msg#00392culture.region.china.budaya-tionghua
Indahnya Sebuah Perbedaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menuai kontroversi menyusul dikeluarkannya 11 fatwa pada Musyawarah Nasional VII. 11 fatwa itu menyulut kontroversi terutama karena berisi mengenai fatwa sesat ajaran Ahmadiyah, dan pengharaman pluralisme, sekularisme, dan liberalisme agama. Tak tanggung-tanggung sejumlah tokoh agama Indonesia, yang telah diakui penguasaannya terhadap berbagai disiplin ilmu agama oleh dunia internasional, seperti KH Abdurrahman Wahid, Djohan Effendi, M.Dawam Daharjo, Syafi'I Anwar, Azyumardi Azra, KH Hasyim Muzadi, dan Ulil AbsharAbdallah, memberikan kritikan pedas terhadap sebagian besar isi 11 fatwa MUI tersebut. Coba Anda bayangkan, Di Indonesia ini, terdapat berbagai macam kebudayaan yang berasal dari hampir seluruh sukubangsa. Seandainya pengharaman pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama diterapkan, mau jadi apa Indonesia ini?? Apa lagi yang mau kita banggakan ke dunia Internasional?? Tidak malukah kita dengan jumlah kemiskinan yang makin bertambah, belum lagi teror bom yang masih merajalela dan ditambah lagi permasalahan ekonomi kita? Tidak malukah kita dengan trademark "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua" yang dipromosikan ke seluruh penjuru dunia itu?? Masihkah relevan kita mempersoalkan "Perbedaan"?? Bukankah itu semua adalah asset kekayaan kita untuk menuju Masyarakat Indonesia yang maju, tidak terus melulu tertinggal dalam segala hal!! Kita amati saja, segala kekerasan dan rendahnya toleransi sangat amat mewarnai sejarah hubungan agama-agama. Sejarah seperti itu meredupkan wajah agama yang menyuratkan kedamaian, kedalaman hidup, solidaritas, cinta, dan harapan teguh. Pokok pangkalnya adalah karena sulit menerima perbedaan. Hal yang esensial ialah bagaimana kita menerima dan menghormati orang lain dengan segala perbedaan, baik itu agama maupun etnis tertentu. Bukankah itu adalah cita-cita kita menuju masyarakat sipil demokratis, terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat, dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Idiologi Multikultural: 00392, cseafia |
|---|---|
| Next by Date: | Re: OOT: Bukti dan korban penindasan: praktisi Falun Gong di Dalu/new: 00392, Tanribra Gandranata EDDY |
| Previous by Thread: | Idiologi Multikulturali: 00392, cseafia |
| Next by Thread: | Fwd: Re: OOT: Bukti dan korban penindasan: praktisi Falun Gong di Dalu/new: 00392, Rinto Jiang |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |