|
KISAH SERBA-SERBI ( Sebuah Patung - lanjutan dan habis ): msg#00391culture.region.china.budaya-tionghua
Sobron Aidit : K I S A H S E R B A - S E R B I ( Sebuah Patung - lanjutan dan habis ) Ketika saya agak lelah dan merasa capek - lalu terlihat patung itu. Karena patung itu saya letakkan di atas meja - rak buku-buku - di bagian atas dari komputer-internet kami, semangat saya jadi berkobar lagi - ada apinya. Dan saya mulai lagi berpikir dan pelan-pelan menulis - menulis lagi. Pokoknya patung itu merupakan simbul semangat yang menyala-nyala agar terus bertahan - maju ke depan dan teruskan bekerja. Dan saya bekerja sebagai penulis, maka pekerjaan saya yalah menulis dan menulis. Saya kira ada pengaruh baiknya bagi saya pabila saya sering-sering mengamati patung itu. Betapa orang tua yang memikul pena yang begitu besar bagaikan balok buat penyangga rumah. Dan orang tua itu agak terbungkuk-bungkuk karena beratnya pena itu. Pabila saya amati sungguh-sungguh dan lama-lama, orang yang memuikul balok-pena itu bukanlah wajah saya. Sebab perawakannya bagus bentuknya - sedangkan saya jelek tampangnya! Jadi tidak ada samanya dengan rupa dan wajah saya. Orang tua itu tampak gagah sekali walaupun ketika itu dia dengan memikul pena itu jadi tampak agak terbungkuk sedikit. Sedangkan saya secuilpun tak ada rupa dan tampang gagahnya! Sudah pasti orangnya samasekali bukan saya dan tidak mirip saya. Jadi kalau begitu apanya dong? Yang saya ambil kepastian arti dan hakekatnya - Orang Tua Yang Memikul Pena itu adalah saya - adalah kehidupan saya - adalah penggambaran perjalanan hidup saya. Dan lagi apa gunanya Mbak Dolorosa sampai begitu tertarik membuat patung yang begitu bagus - indah dan sangat mempesona. Dengan bahan sejenis perunggu berwarna agak kecoklatan. Dan perlu orang mengantarkannya buat diberikan kepada saya - dari Jakarta sampai ke Paris. Dibawa dan ditiipkan kepada Lisabonna yang sudah saya kenal sebelumnya - gadis yang sangat baik - peneliti sastra Indonesia - khususnya tentang Lekra. Ketika saya menghadapi komputer - buat menulis - mengarang - saya selalu melihat patung yang sangat indah penggambarannya itu. Dan saya merasa ada kekuatan - ada semangat buat terus bekerja. Pada pokoknya saya menulis setiap hari - sudah merupakan pekerjaan harian saya : seperti orang masuk kantor. Pabila di Holland, lebih enak dan praktis - sebab komputer-internetnya ada di kamar-kerja merangkap kamar-tidur saya - bisa 24 jam terus-menerus menggunakannya. Tapi pabila di Paris - saya harus selalu ke warnet - warung internet yang sewanya satu jam 1.50 sampai 2 euro. Dan saya seperti orang ngantor - berangkat jam 07.30 - pulanng tengah hari. Makin lama saya merasa sangat sayang kepada patung itu. Dalam hati saya - nah itulah saya - membawa dan memikul pena besar dan berat itu. Yang saya artikan - bekerja sebagai penulis profesional - yang matapekerjaan hariannya adalah menulis dan menulis. Dan pekerjaan begini yang sudah saya alami selama ini - terlalu banyak keluarnya, dan terlalu sedikit masuknya atau pemasukannya dalam pengertian honor atau royaltinya. Tidak banyak atau sangat sedikit pengarang - sastrawan yang bisa hidup hanya semata-mata mengandalkan dari profesi pekerjaan menulis - mengarang. Rasanya bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Antaranya - mungkin - satu-satunya pengarang yang bisa hidup semata-mata dari tulisannya hanyalah Pramoedya Ananta Toer. WS Rendra-pun tidak bisa pabila semata-mata dari hasil tulisannya - dia mencari obyek lain buat kehidupannya. Ada yang mau saya tuliskan tentang patung ini. Karena saya sudah sangat menyayangi patung ini - maka saya periksa relung-relung bagian jantung-sanubari yang paling dalam dari diri saya. Sekiranya ada orang yang mau membeli patung itu dengan harga begitu mahal - sedangkan saya ketika itu sangat perlu uang - karena sudah sangat kanker - kantong kering - apakah saya akan lepaskan sekiranya ada orang menawar seharga 1000 euro? Rasanya dan dari perasaan dan pikiran saya yang dalam - akan saya katakan tanpa ragu-agu - sorry secara pribadi saya memang sangat membutuhkan uang sekarang ini - tetapi buat menjual dan melepaskan patung ini - patung tentang saya sendiri - maafkan - patung ini tidak akan saya jual - tidak akan saya lepas. Betapa harga dengan nilai tak tertakar tentang adanya - tentang eksisnya patung ini di kamar kerja saya dan tetang riwayat patung ini dari mana asalnya dan bagaimana melahirkannya. Biarlah patung yang dibuat Mbak Dolo yang diantarkan Lisa ini punya sejarah yang khusus,- ----------------------------------------------------------------- Paris,- 29 November 05,- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Usul: Gathering Budaya Tionghoa yuk...: 00391, rockit_launcha |
|---|---|
| Next by Date: | Re: OOT: Bukti dan korban penindasan: praktisi Falun Gong di Dalu: 00391, Edy Wijaya |
| Previous by Thread: | OOT: Bukti dan korban penindasan: praktisi Falun Gong di Dalui: 00391, Hai Jin |
| Next by Thread: | Fw: Re:Han Hwie-Song: Melepaskan burung untuk mendapatkan reward: 00391, HKSIS |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |