logo       

Re: Upacara minum teh: msg#00370

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: Upacara minum teh

Benar sekali Bung Xuan Tong, kaisar tersebut adalah Kaisar QianLong.

Salam,
Suryadi


--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx,
"perfect_harmony2000"
<perfect_harmony2000@xxxx> wrote:
>
> sdr.Adi ,
>
>
> yang saya ingat kaisar tersebut adalah kaisar QianLong.
>
>
>
>
> hormat saya ,
>
>
> Xuan Tong
>
>
> --- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx,
> adipranata.suryadi@xxxx
> wrote:
> >
> > Sekedar tambahan,
> >
> > Untuk nomor 2, setahu saya adalah tradisi ini mulai ada pada zaman
> dinasti
> > Ching. Saat itu ada yang namanya kedai teh di mana-mana. Nah salah
> satu
> > kaisar suka menyamar dan pergi jalan-jalan ke mana aja sambil
> mengamati
> > kehidupan rakyatnya secara langsung. Nah sesekali kaisar ini
> pernah
> > menyamar sebagai pelayan kedai teh. Saat pelanggan menerima
> tuangan teh
> > dari si pelayan, pelanggan tersebut yang ternyata seorang pejabat
> kerajaan
> > langsung mengenali bahwa yang menuangkan teh adalah Kaisar.
> Pejabat
> > tersebut hampir saja berlutut untuk koutou, namun cepat-cepat
> dicegah sang
> > Kaisar. Dan sebagai gantinya si pejabat mengetukkan jari ke meja
> > (melambangkan koutou tadi). Si pelayan (sang Kaisar) juga menjadi
> senang.
> > Nah orang-orang di meja sekitar yang tidak tahu apa-apa akhirnya
> pada
> > ikut-ikutan mengetukkan jari ke meja saat dituangkan teh. Mungkin
> mereka
> > pada mikir, dengan cara ngetuk-ngetuk ini, merupakan ungkapan
> terima kasih
> > dan si pelayan akan senang. Akhirnya tradisinya ini berkembang
> sampai saat
> > sekarang.
> >
> > Satu hal lagi, bila teh di teko sudah habis, tinggal tutup tekonya
> > dibalik. Maka dalam waktu tidak terlalu lama pasti akan diseduh
> lagi
> > dengan air panas.
> >
> > Suryadi
> > Finance & Accounts - PT. CIMB-GK Securities Indonesia
> >
> >
> >
> >
> > Rinto Jiang <rinto@xxxx>
> > Sent by: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> > 11/24/2005 11:47 AM
> > Please respond to
> > budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> >
> >
> > To
> > budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> > cc
> >
> > Subject
> > Re: [budaya_tionghua] Upacara minum teh
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Olip menulis:
> >
> > alau ada yang paham, tolong penjelasannya dong:
> >
> > 1. Yum-Cha, apakah ini tradisi dari negeri cina asli ?
> > 2. Pada saat Yum-Cha, setiap kali ada yang menuangkan teh, saya
> diajari
> > untuk mengetuk2 meja dengan jari telunjuk, apa maksudnya? mengapa
> > demikian? bolehkan dengan jari lain?
> > 3. Pada saat perjamuan minum teh, benarkah kalau kita yang menuang
> teh,
> > orang yang paling dihormati adalah orang yang terakhir kita
> suguhi? Karena
> > teh yang paling terakhir keluar dari teko adalah yang terbaik. Apa
> benar
> > demikian?
> >
> > Thanks
> >
> > Peace
> > ::OBas
> >
> >
> > Rinto Jiang:
> >
> > 1. Yum-cha (baca: Yamcha) itu dialek Kanton, mandarinnya Yin-cha.
> Artinya
> > minum teh. Sudah pasti adalah asli produk budaya Tiongkok karena
> teh sudah
> > ditemukan dan digunakan sejak 5000-6000 tahun lalu di Tiongkok.
> >
> > 2. Mengetukkan jari ke meja adalah sebagai pertanda terima kasih
> dan
> > penghormatan kepada yang menuangkan teh, walau itu pelayan toko
> sekalipun.
> > Ini salah satu bentuk tata krama dasar. Sebenarnya, yang benar
> adalah
> > mengetukkan 3 jari tengah, bukan cuma dengan telunjuk. Tradisi ini
> awal
> > sejarahnya dari zaman Dinasti Qin.
> >
> > 3. Ini kurang tepat, karena pada dasarnya orang yang dituakan
> sudah
> > seharusnya disuguhkan terlebih dahulu. Juga untuk menjaga kualitas
> dan
> > aroma teh dari daun teh, sedapat mungkin tidak menyeduh daun teh
> yang sama
> > lebih 5 kali. Namun kebiasaan orang adalah membuang air teh
> seduhan
> > pertama karena dianggap sebagai pembersihan daun teh, juga untuk
> > menghangatkan cangkir teh. Seduhan kedua adalah seharusnya
> memiliki aroma
> > teh yang paling bagus. Sampai seduhan kelima, seharusnya daun teh
> ditukar
> > dengan daun teh yang baru untuk kemudian diseduh kembali.
> >
> > The point is seduhan teh pertama adalah seharusnya memiliki aroma
> terbaik
> > dari daun teh tadi, tidak ada alasan untuk tidak menyuguhkan
> seduhan
> > pertama kepada orang yang dituakan.
> >
> >
> > Rinto Jiang
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Disclaimer:
> > This email may contain privileged and/or confidential information
> intended only for the use of the addressee. If you are not the
> addressee, or the person responsible for delivering it to the
> addressee, you may not use, copy or deliver this to anyone else. If
> you receive this email by mistake, please immediately notify us.
> >
> > Opinions contained herein may be the personal opinion of the
> sender and do not necessarily represent the views of the Company.
> If you are in any doubt as to whether the opinions are officially
> endorsed by the Company, please contact our Compliance Dept at (+65)
> 6225 1228 for clarification.
> >
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise