logo       

Re: "owe" itu sopan sekali!: msg#00368

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: "owe" itu sopan sekali!

Kamsia atas penjelasan Koh David, jadi ngerti maksud dan asal-usul
kata "owe", ternyata sebenarnya bukan sebuah kata sindiran. Maklum
kita yang di Sumatera tidak pernah memakai kata ini untuk
menyatakan "saya", sehingga terasa asing kedengarannya di teve-2.


Adhi

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "david_kwa2003"
<david_kwa2003@xxxx> wrote:
>
> RRS,
>
> Memang benar kata ganti orang pertama tunggal "owe" itu kata ganti
> yang sangat sopan. Kata ganti ini khas Peranakan, yakni mereka yang
> telah beberapa generasi di negeri ini, bukan totok. Orang totok
> tidak memakai "owe" sebagai kata ganti, melainkan "gua"
> (Hokkian), "ngai" (Hakka/Kheh), "ngou" (Konghu), "wa" (Tiociu) dll,
> tergantung kelompok dialek mana seseorang termasuk. Di masa kini
> banyak orang totok menggunakan kata "wo" sebagai kata ganti orang
> pertama. Patut diketahui, kata ganti "owe" ("oweh" di Priangan)
> hanya boleh digunakan oleh laki-laki saja (perempuan tidak boleh)
> dan dapat digunakan:
> - oleh anak (laki-laki) terhadap orangtua dan orang-orang yang
> segenerasi dengan orangtuanya, baik kerabat maupun bukan kerabat;
> - adik (laki-laki) terhadap kakak laki-laki dan istrinya, kakak
> perempuan dan suaminya dsb;
> - seorang laki-laki terhadap seseorang yang baru dikenalnya, baik
> laki-laki maupun perempuan.
> - seorang teman terhadap seorang temannya yang lain namun berbeda
> usia atau (untuk menghormati).
> - dll.
>
> Orangtua atau kakak laki-laki maupun perempuan tidak memakai
> kata "owe" terhadap anak atau adik mereka. Mereka menggunakan kata
> ganti "gua" yang sama artinya, namun lebih kasar/akrab.
>
> Mengenai asal-usul kata "owe" ini, kata ini tidak berasal
> dari "dialek" Mandarin, yang di Jawa pemakaiannya relatif
> masih "muda" ketimbang dialek-dialek Tionghoa lainnya, "baru"
> sekitar 100 tahunan, sehingga masih terasa "asing", apalagi di
> kalangan Peranakan. Maka, asal-usulnya harus dicari dalam salah
satu
> dialek Tionghoa yang umum dikenal kaum Peranakan, yakni Hokkian
> selatan. Setahu saya berasal dari kata "oe/ue" (Mandarin "wei,"
yang
> sekarang artinya "hallo") dalam dialek Hokkian selatan
> (Banlam/Minnan)yang maksudnya mengiyakan panggilan orangtua, mirip
> dengan "kulan/kah" dalam dialek Sunda atau "dalem" dalam dialek
> Jawa. Dengan bergulirnya waktu, di kalangan Peranakan yang
berbahasa
> Melayu atau dialek Indonesia lainnya, maka jawaban mengiyakan tadi
> berubah menjadi kata ganti orang pertama khas Peranakan, utamanya
di
> Jawa.
>
> Karena merupakan kata ganti orang pertama yang sangat-sangat sopan,
> maka, jika seorang Peranakan marah besar, bukan owe lagi yang
> dipakainya, melainkan "gua"! Kata "gua" yang aslinya dalam dialek
> Hokkian selatan bermakna netral, di kalangan Peranakan terasa
kasar,
> sehingga kata "owe" biasanya langsung berubah menjadi "gua."
>
> Sebaliknya perempuan tidak memakai kata "owe". Sebagai gantinya,
> perempuan menggunakan kata "saya" ("sayah" atau "yayah" di
> Priangan).
>
> Maka dari itu, tayangan-tayangan yang bertujuan mengolok-olok kaum
> Tionghoa (Totok) di TV salah besar dalam pemakaian kata "owe"
> tersebut. Sebab, tidak lzaim seorang Totok (macam tokoh Babah Ho
> Liang-nya Suryana Patah) yang masih pelo itu menggunakan kata "owe"
> dalam berbicara Melayu-Sunda. Yang memakai kata "owe" hanya kaum
> Peranakan.
>
> Akibat tayangan yang bertubi-tubi selama masa penindasan rejim Orde
> Baru itu, pemakaian kata "owe" yang sangat-sangat sopan itu menjadi
> melenceng jauh. Meskipun masih lazim di kalangan tua Peranakan,
kaum
> muda Peranakan (utamanya yang di kota-kota besar) merasa "gerah"
> memakai kata ganti yang dianggapnya hanya pantas dipakai seorang
> laki-laki Totok berthaucang macam Babah Ho Liang yang licik itu.
> Sebaliknya kaum muda Totok juga tidak mengakui kata itu sebagai
kata
> ganti yang lazim dipakai di kalangan mereka.
>
> Demikianlah sekadar penjelasan saya mengenai asal-usul dan
> penggunaan kata ganti orang pertama "owe".
>
> Kiongchiu,
> DK
>
> --- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Yan Widjaja
> <yan_widjaya@xxxx> wrote:
> >
> >
> > Pendapatku beda,
> >
> > Owe adalah sebutan merendah dan sangat sopan untuk diri sendiri
> oleh lelaki Tionghoa bila berbicara dengan sesama orang Tionghoa
> yang lebih tua (misal orang tua, engkong-emak, empek-encim, engkoh-
> enci, calon mertua) atau untuk orang yang sangat dihormati (misal
> bos, direktur, atau pimpinan), bukan untuk orang yang sederajat
> (misal kawan seusia, sepantaran).
> > Sampai hari ini, sebutan owe masih lazim didengar, khususnya di
> kalangan Tionghoa Jawa Tengah.
> > Asal-usulnya diduga berasal dari kata "Wo" yang memang berarti
> Aku, diperkirakan sejak tahun 1900-an sudah digunakan oleh kalangan
> Tionghoa, terlihat dari buku-buku bacaan, novel, majalah dan koran
> terbitan era tersebut.
> >
> > Tapi khusus mengenai tayangan di teve, memang itu untuk
> guyonan/dagelan belaka, menjadi trademark pelawak asal Bandung
> anggota De Kabayan yang aslinya berdarah Sunda (saya pribadi
> mengenalnya), almarhum Suryana Fatah (pemeran Babah Ho Liang),
> sekarang dilanujutkan oleh putranya.
> > Tentu saja di zaman sekarang mana ada lelaki Tionghoa yang
masih
> pakai tauchang (rambut dikuncir) seperti ciri khas si Babah Ho
> Liang?
> >
> > Itu kan cuma di fragmen lawakan teve belaka, karena kuncir
sudah
> digunting dari era Dr Sun Yat Sen pada tahun 1940-an dulu. Atau
> dilakukan oleh Jet Li saat berperan sebagai Tabib Huang Fei-hung
> dalam film karya Tsui Hark, Once Upon a Time in China.
> > Begitu,
> > Yan W.
> >
> > "Martha J." <marthajan04@xxxx> wrote:
> > saya rasa anda benar. biasanya memang kalau non tionghoa
> mengatakan
> > kata itu, selalu dengan maksud mengejek.
> > jaman sekarang bahkan yang sudah usia 70 tahunpun tidak lagi
> > menggunakan kata itu, kecuali yang masih kuat kedaerahannya.
> >
> > MJ
> >
> >
> > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
> >
> > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
> >
> > .: Untuk bergabung :
> http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
> >
> > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@xxxx :.
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Meet your soulmate!
> > Yahoo! Asia presents Meetic - where millions of singles gather
> >
>








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise