|
Re: Re: Upacara minum teh, budaya Jepang: msg#00365culture.region.china.budaya-tionghua
Dalam sejarah Jepang sama seperti Tiongkok, perebutan kekuasaan tak pernah berhenti, bedanya mereka menganggap kaisarnya adalah Dewa untuk seluruh dunia, jadi kaisar tidak pernah digulingkan, yang saling menggulingkan adalah para samurai. Meskipun demikian akibatnya sama, kemajuan masyarakat macet pada tingkat feodalisme. Perbedaan utama terjadi pada pertengahan abad 19. Saat itu Jepang sadar ketinggalannya dari negara barat, mereka mengadakan restorasi besar-besaran, gerakan ini dikenal dengan restorasi Meiji. Westernisasi terjadi di segala bidang, pemerintahan, militer, ekonomi dll, kecuali budaya. Mereka tidak membuang budaya Jepang sedikitpun, nama, tata cara pergaulan, kepercayaan/agama, seni dll. Hasilnya sebuah negara Jepang yang kuat dengan budaya asli muncul di dunia. Memang sangat disayangkan, setelah kuat mereka merasa sudah waktunya kaisar Jepang menjadi kaisar dunia seperti yang mereka percayai, militerisme tumbuh dan menghasilkan malapetakan perang dunia II terutama bagi KOrea dan Tiongkok. 30 juta korban perang melawan Jepang di Tiongkok, toh mereka sekarang menganggap Jepanglah korban perang, agresor adalah Tiongkok dan sekutu. Meskipun demikian, memelihara budaya sendiri dalam perkembangan teknologi dan ekonomi, adalah ciri khas Jepang yang patut ditiru. Beda dengan orang Tiongkok dan Tionghoa umumnya, begitu merasa maju, nama diganti, adat istiadat, tatakrama diganti, bahkan bahasa diganti. Untuk Tionghoa Indonesia memang sebagian dipaksa jaman orde baru. Apakah sekarang bukan saatnya kita balik kembali ke jalan yang benar? Budaya kita hidupkan kembali, nama kita kembalikan, minimal untuk anak yang baru lahir secara formal, dan beri alias bagi anak yang sudah lahir dengan nama non Tionghoa. Usulan kumpul-kumpul minum teh patut disokong, tapi harus diikuti penceramah yang menjelaskan sejarah dan tatacaranya. Ada kesalahan, ada perbedaan pendapat tak penting dan harus dimaklumi, kita semua baru belajar kembali. Yang jelas merupakan hambatan adalah masalah dana. Kumpul-kumpul perlu biaya. ???? --- Rinto Jiang <rinto-e/okvV/AduUAepHBdVXc9KxOck334EZe@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > Christian menulis: > > Bung Rinto, > kami sangat awam dengan upacara minum teh ini, > bagaimana juga dengan > upacara minum teh jepang ? apakah upacara minum teh > dari tiongkok ini > yang mengilhami kebudayaan minum teh di jepang ? > bagaimana kalau sekali kali anggota miling lis ini > berjumpa untuk > mengadakan upacara minum teh. kami lihat di koran > beberapa hari lalu > perkumpulan minum teh jepang di indonesia merayakan > ulang tahunnya yang > ke 17 atau 18. > > salam > > christian > > > Rinto Jiang: > > Upacara minum teh Jepang sudah pasti berasal dari > Tiongkok. Daun teh > baru dibawa oleh pendeta Buddhis ke Jepang di zaman > Tang, sekitar 1400 > tahun lalu. Waktu itupun belum mendapat perhatian > dari masyarakat > Jepang. Setelah zaman Song, sekitar 1000 tahun lalu, > seorang pendeta > Buddhis dari Jepang menuntut ilmu ke Tiongkok dan > tertarik mempelajari > budaya minum teh di Tiongkok. Sepulangnya ia ke > Jepang, barulah teh > dikenal secara luas di Jepang dan menjadi satu > dengan kebudayaan Jepang. > Teh juga menjadi budaya orang Korea. > > Bedanya adalah orang Jepang menganggap upacara minum > teh sebagai suatu > yang sangat serius, sedangkan budaya minum teh di > Tiongkok tidak begitu > terikat dengan nilai2 tata krama. Banyak sekali hal > yang harus > diperhatikan di dalam upacara teh Jepang yang resmi, > misalnya bagaimana > cara mengambil cawan, meletakkannya di tangan kiri, > memutar cawan 180 > derajat sebelum diminum. Adapula seluruh yang hadir > meminum teh dari 1 > cawan, ataupun masing2 memiliki cawan sendiri > sebagai simbol ikatan > persaudaraan. > > Di Tiongkok, tata krama lebih dititik-beratkan pada > gaya bicara tuan > rumah dan tamu dan bukan pada bagaimana cara meminum > teh tadi. Ini > sedikit perbedaan upacara minum Tiongkok dengan > Jepang. Sesuai dengan > kebudayaan berbicara orang Tionghoa yang suka > berbasa-basi dan > menekankan pada keindahan berbahasa dan kebudayaan > orang Jepang yang > lebih menekankan gerak-gerik dan perbuatan. > > Di Jepang, upacara minum teh juga disebut Chato, > dituliskan memakai > huruf kanji, sama dengan upacara minum teh di > Tiongkok yang disebut Chadao. > > > Rinto Jiang > __________________________________ Start your day with Yahoo! - Make it your home page! http://www.yahoo.com/r/hs ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Paipai /soja itu Sangat Praktis!: 00365, perfect_harmony2000 |
|---|---|
| Next by Date: | MINGGU PAGI ( Berusaha Berumur Panjang - bagian satu ): 00365, Sobron Aidit |
| Previous by Thread: | Re: Re: Upacara minum tehi: 00365, Rinto Jiang |
| Next by Thread: | Re: Upacara minum teh, budaya Jepang: 00365, Stevan Raharjo |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |