logo       

Fw: Re:Han Hwie-Song:Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama an: msg#00359

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Fw: Re:Han Hwie-Song:Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar Universitas Uterecht dan Yuhuangding (bagian limabelas)

 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, November 26, 2005 5:58 PM
Subject: Re:Han Hwie-Song:Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar Universitas Uterecht dan Yuhuangding (bagian limabelas)

 

Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar Universitas Uterecht dan Yuhuangding (bagian limabelas)

 

Ini hari adalah hari kelima dan kami diajak berkunjung ke kota kecil yang cantik Benglai. Kota ini dimasukkan dalam ?ecological environmental protection tourist city.? Berbagai nama diberikan kota yang cantik ini  seperti ?heaven on earth?, atau  ?fairy land? oleh kaum inteletual dan penulis dari seluruh abad di Tiongkok, karena delapanbelas dewa-dewa sering berada disini. Kota ini sering dikujungi oleh kaisar-kaisar dari Qin dan Han dinasti.

Kami berangkat pagi hari jam 08.00 dengan minibus dan jarak ditempuh kira-kira satu jam lamanya. Jalanan bersih dan besar , tetapi tidak begitu banyak lalu lintas, mungkin karena ini hari bukan weekend dan rakyat RRT bekerja sesudah mendapat seminggu libur. Tetapi sewaktu kami sampai di Penglai, tempat parkir cukup banyak bus dan mobil. Kotanya sangat bersih dan pemandangannya cantik karena banyaknya tempat ?tempat rekreasi dengan bangunan kuno Tiongkok.

Penglai adalah kota pantai dan mempunyai tiga gunung yang ?supernatural? dan menurut legenda ditinggali oleh dewa-dewa. Di gunung-gunung ini dahulu dikunjungi oleh kaisar-kaisar untuk mencari ramuan-ramuan yang mustajab. Legenda yang ternama: ?Baxian Guohai? atau delapan dewa menyebrang lautan. Dimana mereka menggunakan segala kepandaiannya untuk menyebrang lautan dan menanggulangi kesulitan-kesulitan angin besar dan ombak. Cerita ini mungkin berarti: ?dimana ada kemauan, disana ada jalan.? Nah kami pergi ke tempat yang kuno ini, karena kami sudah pernah pergi kesana dan jalannya jauh, pula naik turun, maka saya tidak ikut. Aku diantar oleh bapak sopir yang kebetulan juga she-nya Han sama dengan aku, menunggu di hotel restoran dengan bangunan tradisionil, dan menyewah satu kamar untuk nanti lunch di restoran ini.

Kami menonton TV dengan programma cerita kuno kerajaan Qing dinasti sambil minum teh bersma pak supir yang baik hati, karena menganggap aku dalam sejarah tentunya satu keluarga. Mungkin pak supir kurang interesan, maka beliau mengajak saya berjalan-jalan menyebrang melihat laut, disana ada beberapa orang yang memancing ikan, dan tidak jauh ada satu bangunan yang indah ialah Penglai Pavillion yang ternama didunia. Kami tidak kesana, karena nanti sesudah makan direncanakan untuk bersama dengan kawan-kawan lainnya kesana.

Kira-kira jam 12.30 pak supir ditilpon untuk mengambil kawan-kawan yang akan kembali dari kunjungan Baxian Guohai. Mereka semua merasahkan kepuasannya kesana dengan keantikannya barang barang didalamnya dan architecturnya. Makanan di persilahkan Shiuw-Huey yang milih, cukup delisius dan menghilangkan capai.

Kami berkunjung ke Penglai Pavillion  yang dibangun pada tahun antara 1061 pada Song dinasti. Pavilyun ini termasuk salah satu dari empat pavilyun yang ternama di Tiongkok Daratan. Gedung ini adalah gedung yang kuno sebasar 1.89 kilometer persegi, terdiri dari tempel dan istana, menarik sekali disini ada tulisan-tulisan, puisi dari penulis-penulis yang ternama. Karen pavilyun ini terletak di pantai yang tenang merupahkan kenikmatan bagi para turis. Aku percaya kelak daerah ini pasti menarik turis-turis dari luar negeri, terutama dari Asia eperti Jepang, Korea dan Nan-yang.

Kami lalu berkunjung ke satu tempat dimana kami harus berjalan dipinggir yang sempit dan naik, maka kami dianjurkan agar tidak ikut. Sesudah itu mereka naik dengan cable car ke satu bukit untuk melihat pemandangan laut dan kota Penglai. Aku menunggu di mobil berbicara dengan Dr. Huo, karena bapak sopir juga ingin melihat pemandangan laut dan kota dari atas.

Waktu pulang kami diajak makan Huoguo, fondue, ikannya setiap orang dapat memilih satu macam kesukaanya, sepuluh orang berarti sepuluh macam: ikan/daging/sayuran: Udang, ikan yang besar, daging sapi, daging kambing, daging babi, ayam, dan berbagai macam sea food dan sayuran. Ini dipotong tipis-tipis dan setiap orang diberi satu alat fondue yang sudah disisi dengan boullion dengan dibawahnya ada apinya untuk memasak daging, ikan dan lainnya; juga setiap orang diberi satu mangkok untuk makan dan disediakan juga bumbu-bumbunya. Restoran ini ruangannya besar dan penuh sesak dengan orang yang makan.

Besok rencana kami ialah bertemu dengan prof. Liu dan staf kedokteran Yuhuangding pada jam 11 pagi sambil makan siang untuk membicarakan dan hasil kun jungan kami ke Yuhuangding. Aku bilang pada kawan-kawan Belanda agar kami membicarakan dahulu sesudah makan pagi apa yang kami mau bicarakan pada mereka tentang kerja sama selanjutnya. Kami ini Semua merasahkan puas dengan pelayanan Yuhuangding hospital, ada yang mengatakan: ?penerimaan seperti ini yang istimewa belum pernah kami alami sampai sekarang ini.? Besok malam kami harus ke Beijing, lalu pulang ke Belanda. Dan dengan ini kami pulang ke hotel dengan hati yang senang.

 

Dr. Han Hwie-Song

Breda, 24 November 2005  The Netherlands



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise