Short visit oktober 2005
sebagai jembatan kerjasama antar universitas Utrecht dan Yuhuangding (bagian
tigabelas)
Pada hari ketiga waktu saya
turun ke restoran untuk berkumpul makan pagi, aku bertemu seorang Barat di lift.
Aku jarang melihat orang barat sebelumnya di hotel ini, maka aku bicara dengan
beliau dan tanya dari mana beliau datang. Siapa kira sebelumnya bahwa orang
dipinggirku ini datang dari Belanda! Saya bicara dalam bahasa Belanda dan
tanya:?bo;ehkah saya tanya apa pekerjaan anda di Yantai? Beliau menjawab:?saya
kongsi disini untuk membuat pabrik piano.? Aku ketawa dan menjawab:?memang orang
Belanda seperti orang Tionghoa, dimana saja kita ketemu orang Belanda untuk
berdagang. Di Nederland ada peribahasa yang mengatakan:? orang Belanda adalah orang
Tionghoa di Barat.? Beliau ketawa dan
manggut-mangut. Lalu beliau tanya apa yang aku kerjakan di sini, dan saya
terangakan padanya maksud kunjungan saya ini. Kami berangkat jam 8 pagi ke
hospital karena prof. kardiologi akan menghadiri intervensi jantung, PTCA yang
akan dikerjakan oleh dr. Fang, dan ahli bedah jantung menghadiri operasi
hartvalve. Selainnya mengunjungi bagian kedokteran nuklir dan radiologi untuk
berdiskusi, dan kami bicarakan topik-topik of interest. Pada kesempatan ini kami gunakan untuk membicarakan
pentingnya bahasa Inggris untuk lancarnya kerja sama dan juga membuat protokol
dan statistik bagaimana membuat procedur procedur penyelidikan ilmiah menurut
ukuran Eropa.
Saya katakan pada diskusi ini
baik untuk Yantai maupun untuk hospital-hospital didunia: ?saya pikir rakyat
tambah lama tambah dewasa dan kelak akan menilai rumah sakit tidak saja melihat
kecanggihan mengobati pasien dan alat-alatnya saja, tetapi juga perawatannya.
Karena kemajuan ilmu kedokteran penyakit seperti kanker, cardiovasculair
(jantung dan pembuluh darah) kebanyakan pasien tidak meninggal dan
penderita-penderita menjadi mempunyai penyakit yang chronis. Pasien-pasien yang
?sembuh ini?perlu mendapatkan perawatan badan dan jiwa mereka. Apakah rumah
sakit dapat memberikan umpamanya fitness buat pasien yang telah mendapatkan
operasi buah dadanya, seperti berenang, sebab mereka ini malu untuk bersama
dengan orang-orang yang normal mengganti pakeannya atau berenang bersama, tetapi
kalau bersama-sama dengan pasien kanker mereka berasa lebih enak dan dapat
berkomunikasi dengan bebas, karena sesama nasib. Juga ada tidaknya hospital
memberikan bimbingan psychologis dan fisioterapi bagi
pasien-pasiennya.
Waktu makan siang kami diajak
ke sebuah restoran yang besar, beken di Yantai dengan hidangan yang bervariasi
dan berkelebihan, komplit dengan winenya. Waktu makan kedua ahli Belanda memuji
kecakapan dan kemahiran dokter-dokter Yantai dalam handeling ini. Ahli bedah
jatung Belanda mengatakan operasi yang dikerjakan sebetulnya sulit, tokh dapet
mereka kerjakan dengan baik. Yantai dapat dikatakan setingkat dengan Ceribon di
Jabar, Solo di Jateng dan Madiun atau Blitar di Jatim, tetapi technologinya
dalam bidang kedokteran cukup tinggi dan semua handeling yang sofisticated
dikerjakan dirumah sakit Yuhuangding. Ada kawan Belanda yang mengatakan:?kalau
dilihat kemampuan mereka, lima tahun lagi, aku rasa mereka tidak membutuhkan
kami lagi.? Saya masih katakan bahwa dua kawan saya di Beijing, yang satu
dioperasi bypass dan yang lainnya menderita kerusakan fungsi ginjal dan harus
setiap minggu dikerjakan pencucian darah ini kali harus mendapatkan PTCA dan
semuanya dikerjakan dengan sukses. Dengan demikian mereka tidak perlu lagi
keluar negeri untuk berobat, meskipun yang terachir ini mempunyai putri yang
tinggal di Singapore. Waktu saya di Beijing malamnya aku masih bertemu dengan
istrinya yang memberi tahu suaminya di rumah sakit untuk mendapatkan
PTCA.
Sore para wanita ingin melihat
pembuatan sutra diantar oleh Shiuw-Huey, dan ada yang ingin jalan-jalan
melihat-lihat penghidupan rakyat, di mall-mall dan toko-toko. Saya diantar pergi
dngan beberapa kawan dengan mobil ke tempat-tempat dimana ada rumah-rumah yang
bagus bagus dan kota lama Yantai. Sore ini masing-masing mengatakan suksesnya
misi mereka terutama para wanita dimana setiap orang dapat benang sutra banyak
sekali.
Malam hari kami makan di
restoran dihotel di tingkat 12 dimana ruangannya berputar-putar sangat lambat
dan dapat menikmati pemandangan Yantai diwaktu malam hari. Kami tenang-tenang
menikmati makan malam dan bercakap-cakap dengan gembira. Ada seorang teman yang
mengatakan:?setiap hari makan besar baik breakfast (makan pagi), lunch (makan
siang) maupun dinner (makan malam) dan diantar kemana-mana dengan mobil
mini-bus, aku tidak tahu bagaimana kami harus membalesnya? Kesatu kami tidak ada
tempo setiap hari mengantar mereka dan kedua siapa yang membayar penerimaan
seperti ini, gaji kami sebulan tidak cukup!? Saya jawab:?mereka tidak
mengharepkan balesan yang begini baik, karena mereka tahu kultur kita tidak sama
dengan kultur mereka. Saya beri tahu bahwa setiap bagian mempunyai kekuasaan
sendiri untuk menentukan suatu keputusan, beleid di holland ialah
desentralisasi. Di RRT beleidnya
sentralisasi dan semua ini ditentukan oleh direktur Hospital. Semuanya dibayar
oleh keuangan hospital.? Ada
pula yang mengatkan:?biasanya kami makan siang hanya ?broodje kaas? saja?. Semua
ketawa dengan perkataan ini. ( orang belanda kalau diskusi atau simposia, siang
hanya makan roti dengan kaas,keju, atau roti dengan ham, satu buah dan kopi
saja. Pada kesempatan ini seorang kawan mengatakan pada saya bahwa dia ingin
menilpon istrinya, karena besok adalah hari lahir beliau. Saya beritahu padanya:
?kau bisa tilpon melalui tilpon hotel, tidak apa-apa. Kalau kau tilpon sekarang
waktunya cocok, sebab perbedahan waktu disini enam jam lebih dulu.? Dia manggut
setujuh.
Sampai jauh malam kami baru
kembali ke kamar kami dan tidur dengan nyenyak karena capai dan makan dengan
alkohol cukup banyak. Saya karena tidak biasa minum alkohol hanya minum segelas
saja sudah kurasahkan berat dikepala. Aku ngantuk karena capai dan perut penuh
dengan makanan, maka peredaran darahku difokuskan di saluran makan dan karena
otak ?kekurangan darah? yang mengalir, maka aku ngantuk dan tidur dengan pules
sampai pagi hari.
Dr. Han
Hwie-Song
Breda, 22 november 2005 The
Netherlands