logo       

Fw: Re:Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar universita: msg#00343

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Fw: Re:Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar universitas Utrecht dan Yuhuangding (bagian tigabelas)

 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 24, 2005 4:10 PM
Subject: Re:Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar universitas Utrecht dan Yuhuangding (bagian tigabelas)

 

Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar universitas Utrecht dan Yuhuangding (bagian tigabelas)

 

Pada hari ketiga waktu saya turun ke restoran untuk berkumpul makan pagi, aku bertemu seorang Barat di lift. Aku jarang melihat orang barat sebelumnya di hotel ini, maka aku bicara dengan beliau dan tanya dari mana beliau datang. Siapa kira sebelumnya bahwa orang dipinggirku ini datang dari Belanda! Saya bicara dalam bahasa Belanda dan tanya:?bo;ehkah saya tanya apa pekerjaan anda di Yantai? Beliau menjawab:?saya kongsi disini untuk membuat pabrik piano.? Aku ketawa dan menjawab:?memang orang Belanda seperti orang Tionghoa, dimana saja kita ketemu orang Belanda untuk berdagang. Di Nederland ada peribahasa yang  mengatakan:? orang Belanda adalah orang Tionghoa di Barat.? Beliau ketawa dan manggut-mangut. Lalu beliau tanya apa yang aku kerjakan di sini, dan saya terangakan padanya maksud kunjungan saya ini. Kami berangkat jam 8 pagi ke hospital karena prof. kardiologi akan menghadiri intervensi jantung, PTCA yang akan dikerjakan oleh dr. Fang, dan ahli bedah jantung menghadiri operasi hartvalve. Selainnya mengunjungi bagian kedokteran nuklir dan radiologi untuk berdiskusi, dan kami bicarakan topik-topik of interest. Pada kesempatan ini  kami gunakan untuk membicarakan pentingnya bahasa Inggris untuk lancarnya kerja sama dan juga membuat protokol dan statistik bagaimana membuat procedur procedur penyelidikan ilmiah menurut ukuran Eropa.

Saya katakan pada diskusi ini baik untuk Yantai maupun untuk hospital-hospital didunia: ?saya pikir rakyat tambah lama tambah dewasa dan kelak akan menilai rumah sakit tidak saja melihat kecanggihan mengobati pasien dan alat-alatnya saja, tetapi juga perawatannya. Karena kemajuan ilmu kedokteran penyakit seperti kanker, cardiovasculair (jantung dan pembuluh darah) kebanyakan pasien tidak meninggal dan penderita-penderita menjadi mempunyai penyakit yang chronis. Pasien-pasien yang ?sembuh ini?perlu mendapatkan perawatan badan dan jiwa mereka. Apakah rumah sakit dapat memberikan umpamanya fitness buat pasien yang telah mendapatkan operasi buah dadanya, seperti berenang, sebab mereka ini malu untuk bersama dengan orang-orang yang normal mengganti pakeannya atau berenang bersama, tetapi kalau bersama-sama dengan pasien kanker mereka berasa lebih enak dan dapat berkomunikasi dengan bebas, karena sesama nasib. Juga ada tidaknya hospital memberikan bimbingan psychologis dan fisioterapi bagi pasien-pasiennya.

Waktu makan siang kami diajak ke sebuah restoran yang besar, beken di Yantai dengan hidangan yang bervariasi dan berkelebihan, komplit dengan winenya. Waktu makan kedua ahli Belanda memuji kecakapan dan kemahiran dokter-dokter Yantai dalam handeling ini. Ahli bedah jatung Belanda mengatakan operasi yang dikerjakan sebetulnya sulit, tokh dapet mereka kerjakan dengan baik. Yantai dapat dikatakan setingkat dengan Ceribon di Jabar, Solo di Jateng dan Madiun atau Blitar di Jatim, tetapi technologinya dalam bidang kedokteran cukup tinggi dan semua handeling yang sofisticated dikerjakan dirumah sakit Yuhuangding. Ada kawan Belanda yang mengatakan:?kalau dilihat kemampuan mereka, lima tahun lagi, aku rasa mereka tidak membutuhkan kami lagi.? Saya masih katakan bahwa dua kawan saya di Beijing, yang satu dioperasi bypass dan yang lainnya menderita kerusakan fungsi ginjal dan harus setiap minggu dikerjakan pencucian darah ini kali harus mendapatkan PTCA dan semuanya dikerjakan dengan sukses. Dengan demikian mereka tidak perlu lagi keluar negeri untuk berobat, meskipun yang terachir ini mempunyai putri yang tinggal di Singapore. Waktu saya di Beijing malamnya aku masih bertemu dengan istrinya yang memberi tahu suaminya di rumah sakit untuk mendapatkan PTCA.

Sore para wanita ingin melihat pembuatan sutra diantar oleh Shiuw-Huey, dan ada yang ingin jalan-jalan melihat-lihat penghidupan rakyat, di mall-mall dan toko-toko. Saya diantar pergi dngan beberapa kawan dengan mobil ke tempat-tempat dimana ada rumah-rumah yang bagus bagus dan kota lama Yantai. Sore ini masing-masing mengatakan suksesnya misi mereka terutama para wanita dimana setiap orang dapat benang sutra banyak sekali.

Malam hari kami makan di restoran dihotel di tingkat 12 dimana ruangannya berputar-putar sangat lambat dan dapat menikmati pemandangan Yantai diwaktu malam hari. Kami tenang-tenang menikmati makan malam dan bercakap-cakap dengan gembira. Ada seorang teman yang mengatakan:?setiap hari makan besar baik breakfast (makan pagi), lunch (makan siang) maupun dinner (makan malam) dan diantar kemana-mana dengan mobil mini-bus, aku tidak tahu bagaimana kami harus membalesnya? Kesatu kami tidak ada tempo setiap hari mengantar mereka dan kedua siapa yang membayar penerimaan seperti ini, gaji kami sebulan tidak cukup!? Saya jawab:?mereka tidak mengharepkan balesan yang begini baik, karena mereka tahu kultur kita tidak sama dengan kultur mereka. Saya beri tahu bahwa setiap bagian mempunyai kekuasaan sendiri untuk menentukan suatu keputusan, beleid di holland ialah desentralisasi. Di RRT beleidnya sentralisasi dan semua ini ditentukan oleh direktur Hospital. Semuanya dibayar oleh keuangan hospital.? Ada pula yang mengatkan:?biasanya kami makan siang hanya ?broodje kaas? saja?. Semua ketawa dengan perkataan ini. ( orang belanda kalau diskusi atau simposia, siang hanya makan roti dengan kaas,keju, atau roti dengan ham, satu buah dan kopi saja. Pada kesempatan ini seorang kawan mengatakan pada saya bahwa dia ingin menilpon istrinya, karena besok adalah hari lahir beliau. Saya beritahu padanya: ?kau bisa tilpon melalui tilpon hotel, tidak apa-apa. Kalau kau tilpon sekarang waktunya cocok, sebab perbedahan waktu disini enam jam lebih dulu.? Dia manggut setujuh.

Sampai jauh malam kami baru kembali ke kamar kami dan tidur dengan nyenyak karena capai dan makan dengan alkohol cukup banyak. Saya karena tidak biasa minum alkohol hanya minum segelas saja sudah kurasahkan berat dikepala. Aku ngantuk karena capai dan perut penuh dengan makanan, maka peredaran darahku difokuskan di saluran makan dan karena otak ?kekurangan darah? yang mengalir, maka aku ngantuk dan tidur dengan pules sampai pagi hari.

 

Dr. Han Hwie-Song

Breda, 22 november 2005  The Netherlands

 

 

 

 



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise