logo       

Re: "owe" itu sopan sekali!: msg#00341

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: "owe" itu sopan sekali!

RRS,

Memang benar kata ganti orang pertama tunggal "owe" itu kata ganti
yang sangat sopan. Kata ganti ini khas Peranakan, yakni mereka yang
telah beberapa generasi di negeri ini, bukan totok. Orang totok
tidak memakai "owe" sebagai kata ganti, melainkan "gua"
(Hokkian), "ngai" (Hakka/Kheh), "ngou" (Konghu), "wa" (Tiociu) dll,
tergantung kelompok dialek mana seseorang termasuk. Di masa kini
banyak orang totok menggunakan kata "wo" sebagai kata ganti orang
pertama. Patut diketahui, kata ganti "owe" ("oweh" di Priangan)
hanya boleh digunakan oleh laki-laki saja (perempuan tidak boleh)
dan dapat digunakan:
- oleh anak (laki-laki) terhadap orangtua dan orang-orang yang
segenerasi dengan orangtuanya, baik kerabat maupun bukan kerabat;
- adik (laki-laki) terhadap kakak laki-laki dan istrinya, kakak
perempuan dan suaminya dsb;
- seorang laki-laki terhadap seseorang yang baru dikenalnya, baik
laki-laki maupun perempuan.
- seorang teman terhadap seorang temannya yang lain namun berbeda
usia atau (untuk menghormati).
- dll.

Orangtua atau kakak laki-laki maupun perempuan tidak memakai
kata "owe" terhadap anak atau adik mereka. Mereka menggunakan kata
ganti "gua" yang sama artinya, namun lebih kasar/akrab.

Mengenai asal-usul kata "owe" ini, kata ini tidak berasal
dari "dialek" Mandarin, yang di Jawa pemakaiannya relatif
masih "muda" ketimbang dialek-dialek Tionghoa lainnya, "baru"
sekitar 100 tahunan, sehingga masih terasa "asing", apalagi di
kalangan Peranakan. Maka, asal-usulnya harus dicari dalam salah satu
dialek Tionghoa yang umum dikenal kaum Peranakan, yakni Hokkian
selatan. Setahu saya berasal dari kata "oe/ue" (Mandarin "wei," yang
sekarang artinya "hallo") dalam dialek Hokkian selatan
(Banlam/Minnan)yang maksudnya mengiyakan panggilan orangtua, mirip
dengan "kulan/kah" dalam dialek Sunda atau "dalem" dalam dialek
Jawa. Dengan bergulirnya waktu, di kalangan Peranakan yang berbahasa
Melayu atau dialek Indonesia lainnya, maka jawaban mengiyakan tadi
berubah menjadi kata ganti orang pertama khas Peranakan, utamanya di
Jawa.

Karena merupakan kata ganti orang pertama yang sangat-sangat sopan,
maka, jika seorang Peranakan marah besar, bukan owe lagi yang
dipakainya, melainkan "gua"! Kata "gua" yang aslinya dalam dialek
Hokkian selatan bermakna netral, di kalangan Peranakan terasa kasar,
sehingga kata "owe" biasanya langsung berubah menjadi "gua."

Sebaliknya perempuan tidak memakai kata "owe". Sebagai gantinya,
perempuan menggunakan kata "saya" ("sayah" atau "yayah" di
Priangan).

Maka dari itu, tayangan-tayangan yang bertujuan mengolok-olok kaum
Tionghoa (Totok) di TV salah besar dalam pemakaian kata "owe"
tersebut. Sebab, tidak lzaim seorang Totok (macam tokoh Babah Ho
Liang-nya Suryana Patah) yang masih pelo itu menggunakan kata "owe"
dalam berbicara Melayu-Sunda. Yang memakai kata "owe" hanya kaum
Peranakan.

Akibat tayangan yang bertubi-tubi selama masa penindasan rejim Orde
Baru itu, pemakaian kata "owe" yang sangat-sangat sopan itu menjadi
melenceng jauh. Meskipun masih lazim di kalangan tua Peranakan, kaum
muda Peranakan (utamanya yang di kota-kota besar) merasa "gerah"
memakai kata ganti yang dianggapnya hanya pantas dipakai seorang
laki-laki Totok berthaucang macam Babah Ho Liang yang licik itu.
Sebaliknya kaum muda Totok juga tidak mengakui kata itu sebagai kata
ganti yang lazim dipakai di kalangan mereka.

Demikianlah sekadar penjelasan saya mengenai asal-usul dan
penggunaan kata ganti orang pertama "owe".

Kiongchiu,
DK

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, Yan Widjaja
<yan_widjaya@xxxx> wrote:
>
>
> Pendapatku beda,
>
> Owe adalah sebutan merendah dan sangat sopan untuk diri sendiri
oleh lelaki Tionghoa bila berbicara dengan sesama orang Tionghoa
yang lebih tua (misal orang tua, engkong-emak, empek-encim, engkoh-
enci, calon mertua) atau untuk orang yang sangat dihormati (misal
bos, direktur, atau pimpinan), bukan untuk orang yang sederajat
(misal kawan seusia, sepantaran).
> Sampai hari ini, sebutan owe masih lazim didengar, khususnya di
kalangan Tionghoa Jawa Tengah.
> Asal-usulnya diduga berasal dari kata "Wo" yang memang berarti
Aku, diperkirakan sejak tahun 1900-an sudah digunakan oleh kalangan
Tionghoa, terlihat dari buku-buku bacaan, novel, majalah dan koran
terbitan era tersebut.
>
> Tapi khusus mengenai tayangan di teve, memang itu untuk
guyonan/dagelan belaka, menjadi trademark pelawak asal Bandung
anggota De Kabayan yang aslinya berdarah Sunda (saya pribadi
mengenalnya), almarhum Suryana Fatah (pemeran Babah Ho Liang),
sekarang dilanujutkan oleh putranya.
> Tentu saja di zaman sekarang mana ada lelaki Tionghoa yang masih
pakai tauchang (rambut dikuncir) seperti ciri khas si Babah Ho
Liang?
>
> Itu kan cuma di fragmen lawakan teve belaka, karena kuncir sudah
digunting dari era Dr Sun Yat Sen pada tahun 1940-an dulu. Atau
dilakukan oleh Jet Li saat berperan sebagai Tabib Huang Fei-hung
dalam film karya Tsui Hark, Once Upon a Time in China.
> Begitu,
> Yan W.
>
> "Martha J." <marthajan04@xxxx> wrote:
> saya rasa anda benar. biasanya memang kalau non tionghoa
mengatakan
> kata itu, selalu dengan maksud mengejek.
> jaman sekarang bahkan yang sudah usia 70 tahunpun tidak lagi
> menggunakan kata itu, kecuali yang masih kuat kedaerahannya.
>
> MJ
>
>
> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
>
> .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
>
> .: Untuk bergabung :
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
>
> .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@xxxx :.
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Meet your soulmate!
> Yahoo! Asia presents Meetic - where millions of singles gather
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise