|
OOT: Menko Provokasi dan Pemecah Persatuan==>>Berjiwa Besar !!!: msg#00336culture.region.china.budaya-tionghua
Berjiwa Besar. Walaupun dia presiden, menteri koordinasi, menteri, pejabat tinggi dlsb apapun sebutannya, jikalau mereka tidak Berjiwa Besar, berarti kwalitas Moralnya masih rendah dan tidak pantas menduduki Jabatannya!!! "Orang berjiwa besar akan selalu menghadapi perlawanan hebat dari orang2 "PICIK," demikian kata Albert Einstein, kata-kata ini lahir dari pengalaman hidupnya." Karena Ia selalu melawan terhadap orang-orang "picik" itu, Einstein menjadi orang besar yang ber-Jiwa Besar dengan Kwalitas Moral yang Tinggi. Sesungguhnya sangatlah benar bahwa yang membuat seseorang tetap gigih melawan dan bertahan lama ialah Berjiwa Besar, bukan modal besar atau tenaga besar, uang besar atau kuasa besar. Tapi seorang pejabat yang tidak berjiwa besar adalah orang yang "PICIK", sungguh rendahlah tingkat moralitasnya, bagaikan sampah dimasyarakat. Hidup tidak berarti dan tidak ada nilai tambahnya dan tidak pantas menyandang gelar seorang "Pejabat." Mengembangkan Jiwa Besar sejak masih muda merupakan modal penting untuk sukses di masa depan. Jiwa Besar dilandasi oleh optimisme kuat, realisme dan kerja-isme, jauh dari sikap mudah putus asa dan menyerah. Albert Einstein bukan seorang murid yang pandai disekolahnya, ini menurut gurunya. Namun karena minat, niat, bakat serta semangatnya yang tinggi dia berhasil meraih sukses luar biasa:))) Orang berjiwa besar menghadapi perlawanan dari orang yang berpikiran "PICIK", Hati-hatilah, waspada, dan jangan sampai lengah karena pikiran "PICIK" itu kerap bersembunyi dalam pikiran kita sendiri !!! Jakarta, 24 Nopember 2005. Oleh : Eddy Tanribra Gandranata. ========================================================== Edy Wijaya <winetindo-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx From: Edy Wijaya <winetindo-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> Date: Wed, 23 Nov 2005 20:20:41 -0800 (PST) Subject: [budaya_tionghua] Menko Provokasi dan Pemecah Persatuan kebetulan lagi baca redaksi YTH di kompas ttg komentar SARA dari Mentri kabinet "bersatu" http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0511/24/opini/2236461.htm Investor Asing Bisa Ragu Sudah dua kali Menko Perekonomian Aburizal Bakrie melemparkan pernyataan berbau SARA di media, terkait kegiatan ekonomi (bisnis). Pertama, bulan September saat diwawancarai Kompas (27/8/2005) ?Pemerintah Tahu Apa yang Harus Dilakukan? Dikatakan, ?Pengusaha, apalagi kalau golongan Tionghoa, kalau ditanya bagaimana untungnya, selalu ngomong, ah cukup untuk makan saja. Padahal untungnya Rp 100 miliar. Kalau untungnya Rp 20 miliar, katanya, aduuuuuhh rugi. Padahal dia masih bisa beli Mercy, Jaguar.? Kedua, di Koran Tempo (9/11/05), ?Bisnis saya sekarang Republik Indonesia? Menjawab pertanyaan, dikatakan, ?Saya heran. Kalau ada pengusaha pribumi muda maju, Anda ribut. Tetapi, kalau ada pengusaha nonpribumi muda maju, Anda tidak ribut. Kenapa bisa begitu. Masyarakat menilai pengusaha pribumi maju tidak pantas. Ini bahaya bagi kesatuan Indonesia. Secara tidak sadar, media massa juga ikut dalam membentuk opini yang membahayakan persatuan Indonesia itu.? Pernyataan itu dilontarkan menjawab pertanyaan wartawan terkait sinyalemen keterlibatan kelompok bisnis Bakrie dalam pengambilalihan proyek Dipasena. Jika diikuti alur dua wawancara itu, amat terasa komentar Menko Perekonomian tak ada relevansinya dengan pertanyaan wartawan yang tidak menyinggung keturunan Tionghoa atau pribumi dan nonpribumi. Khusus komentar di Koran Tempo, justru Menko Perekonomian sendiri yang melempar komentar memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Pertanyaannya, mengapa komentar berbau SARA senantiasa beliau lontarkan. Begitukah sifatnya yang reaktif-emosional-arogan dalam menjawab pertanyaan wartawan. Bayangkan betapa tragisnya seorang Menko Perekonomian, yang notabene pejabat tinggi dan mempunyai tanggung jawab besar dalam meningkatkan aktivitas perekonomian negara, berbicara tidak pada tempatnya dan meresahkan karena ungkapannya bernada SARA. Padahal, salah seorang anggota Tim Ekonomi dalam Kabinet Indonesia Bersatu, yakni Menteri Perdagangan Mari Pangestu, juga keturunan Tionghoa. Bagaimana reaksi/ tanggapan para pelaku ekonomi di Indonesia maupun mancanegara atas komentar Menko Perekonomian itu? Atas ungkapan itu, apakah para investor luar (dari China khususnya) mau masuk ke Indonesia? Dikhawatirkan, para investor asing ragu berinvestasi di Indonesia. Januar B Krishnayana Cempaka Putih, Jakarta --------------------------------- --------------------------------- Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Istilah Cina atau Tionghua (was Re: Budaya Cina): 00336, liang u |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Tai Ping Tien Guo menang, kebudayaan tionghua jadi fosil ?: 00336, Rinto Jiang |
| Previous by Thread: | Upacara minum tehi: 00336, Olip Bastupa |
| Next by Thread: | Re: Istilah Cina atau Tionghua (was Re: Budaya Cina): 00336, drirawan-YDxpq3io04c |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |