Short visit oktober 2005
sebagai jembatan kerjasama antar universitet Utrecht dan Yuhuangding (Bagian
duabelas-2)
Putriku mengatakan bahwa pada
hari itu, untuk pertama kali dikerjakan pemeriksaan PET-CT Scanning, yang mereka
baru beli. Pasiennya ialah
seorang senior yang mungkin menderita multipel infarction otak, akibat
penyumbatan peredaran darah otak. Untuk ini dipakai oleh mereka radiopharmacon
FDG yang sangat mahal, padahal kalau dipakai untuk pemeriksaan peredaran darah
otak cukup dipakai HMPAO yang beberapa kali lebih murah, tetapi hasilnya sama.
Kami tidak tanya mengapa
dipakai radiopharmacon yang mahal, padahal ada yang murah tokh hasilnya sama.
Disitu banyak ahli kedokteran Nuklir dan radiologi dengan interesan melihatnya,
maka bukannya waktu yang baik untuk
mendiskusikannya.
Bagian nuklir medicine
ditinggalkan dan meneruskan melihat bagian radiologi. Seperti dimana-mana
didunia, bagian ini penuh dengan penderita yang menunggu untuk dibuat Rontgen
foto, CT, atau MRI, umumnya ini adalah satu indikasi bagi pasien dibuat foto
dahulu, untuk mendiagnosa penyakitnya, terutama bagi penderita yang menderita
penyakit yang berat.
Di satu kamar yang besar,
tampak banyak dokter radiologi, mungkin ada delapan sampai sepuluh orang sedang
menganilisa foto-foto yang baru di kerjakan. Di meja dari setiap radiolog tampak
bertumpuk-tumpuk foto dan setiap radiolog berhadapan dengan satu PC (komputer).
Mereka membaca foto dan lalu mengetiknya dengan komputer dalam bahasa mandarin
dengan cepat sekali. Kami diberitahu dari Dr. Huo disamping membuat foto, mereka
juga mengerjakan intervention radiologi, seperti kolega-koleganya diluar negeri;
ilmu pengetahuan mereka cukup tinggi. Mereka belajar dari buku-buku terutama
bahasa Tionghoa, tetapi dikamar kerja Dr. Huo terdapat beberapa buku radiologi
bahasa Inggris yang banyak dibaca diluar negeri.
Dibagian oncologi dari bagian
penyakit dalam, dimana dikerjakan chemoterapi, mereka ditemui oleh kepala bagian
penyakit dalam, dengan didampingi oleh seorang wanita ahli oncologi yang pandai
bicara bahasa Inggris. Wanita yang terachir ini pengetahuan dalam bidangnya
cukup tinggi. Dokter Belanda oncolog yang mengobati aku sangat terpesona atas
ilmu beliau dan lancarnya diskusi dibagian ini, tanpa diperlukan penterjemah.
Dari pembicaraan dikatakan bahwa di RRT banyak penyakit cancer dari maag,
paru-paru, nasopharynx (tenggorokan) etc. kawan Belanda berkata pada kami:?kalau
saya diminta untuk mendidik ahli, saya akan ajukan wanita ini, ilmunya cukup
baik, Inggrisnya lancar dan usianya masih mudah.?
Dilihat peralatannya dan
memakainya dalam praktek menunjukkan kemajuan kedokteran di Yuhuangding
hospital. Kami dapat dengan mudah menafsir keadaan rumah sakit yang ada di
Shanghai, Beijing, Tianjing, Guangzhou etc.
Jam 13 siang
,sesudah selesai berdiskusi kami diajak ke ruangan besar ditingkat delapan
Yuhuangding hospital, ruangan untuk rapat staf hospital. Kamar ini dihias chas Tionghoa yang indah
dengan kursi-kursi yang besar dan meja yang luas panjang. Di kamar ini kami
makan siang bersama dengan pimpinan dari Yuhuangding hospital. Aku tidak perlu
menulis secara menditil tentang makanan yang dihidangkan, karena senantiasa yang
di suguhkan pada kami dapat dikatakan makanan kelas tinggi dan variasinya
berkelebihan. Sambil makan kami bicara antar kita, betul-betul kami merasahkan
penerimaan yang sangat baik sampai kawan-kawan Belanda mengatakan pada
saya:?kita tidak dapat menerima mereka begini baik kalau mereka datang ke
Holland. Paling banyak untuk makan siang kita suguhkan broodjes-kaas, artinya
roti dengan keju atau roti dengan ham. Dengan buah setiap orang satu appel atu
peer; lalu kopi, teh atau Coca Cola? katanya sambil ketawa.
Sore hari kami diantar dengan
mobil ke pinggiran kota Yantai melalui jalanan pantai menuju ke universitas
Yantai dan kekota kecil Yangma Island, kota dimana Qinshihuangdi (221-206 BC),
kaisar pertama yang mempersatukan Tiongkok memeliharah kuda-kuda. Jalanan
Yantai keluar kota besar, di aspal tidak ada lobangnya, seperti highway di
Eropa. Kami melalui rumah-rumah ratusan bungalow modern yang indah diatas bukit,
dan didepannya pesisir yang dihias dengan batu dan berbagai bangunan dan
benda-benda untuk menarik turisme.
Jalanan ini adalah perjalanan yang panjang ditepi laut
Yantai.
Sesudah kami
melalui universitas Yantai jalanan tetap besar namun sepih sekali. Berhubung sudah sore kami tidak mampir ke
universitas untuk melihat-lihat, kami minta agar supir meneruskan perjalanan.
Sedikit di luar kota banyak gedung-gedung yang besar dan masih sibuk dibangun
seperti sport centre yang luas dan pabrik-pabrik. Dipertengahan jalanan ke
Yangma Islands di kanan dan kiri jalanan ada kehijauan dari tanam-tanaman berbagai buah-buahan yang terkenal
dengan buahnya yang bergantungan. Ada beberapa sungai-sungai yang jernih dan
mengalir berwarna agak kebiru-biruan dan didepan gunung-gunung yang
berderet-deret. Sungguh indah pemandangannya. Aku rasa beberapa tahun lagi
pastilah kota Yantai merupahkan kota turisme: ?Riviera dari Provinsi
Shandong.?
Di desa Yangma, baru kami
melihat keramaian ?kota kecil?tampak rumah-rumah penduduk yang terutama terdiri
dari nelayan ikan. Dari sini kami mutar untuk kembali, karena jam tujuh malam
kami diundang makan ke restoran disalah satu harbour, pelabuhan dari Yantai.
Seperti kebiasaan kami merasahkan makanan yang terpilih enak dan bervariasi,
dengan perut penuh dan puas kami pulang ke hotel.
Dr. Han
Hwie-Song
Breda, 21 november 2005 The
Netherlands