Kebetulan dari almamaterku ada yang nulis:
http://students.ukdw.ac.id/~22022878/sejarah3.htm
Sejarah suku Tionghua
Sejak
abad ketiga, pelaut Cina telah berlayar ke Indonesia untuk melakukan
perdagangan. Rute pelayaran menyusuri pantai Asia Timur dan pulangnya
melalui Kalimantan Barat dan Filipina dengan mempergunakan angin musim.
Pada abad ketujuh, hubungan Tiongkok dengan Kalimantan Barat
sudah sering terjadi, tetapi belum menetap. Imigran dari Cina kemudian
masuk ke Kerajaan Sambas dan Mempawah dan terorganisir dalam kongsi
sosial politik yang berpusat di Monterado dan Bodok dalam Kerajaan
Sambas dan Mandor dalam Kerajaan Mempawah.
Pasukan Khubilai Khan di bawah pimpinan Ike Meso, Shih Pi dan
Khau Sing dalam perjalanannya untuk menghukum Kertanegara, singgah di
kepulauan Karimata yang terletak berhadapan dengan Kerajaan
Tanjungpura. Karena kekalahan pasukan ini dari angkatan perang Jawa dan
takut mendapat hukuman dari Khubilai Khan, kemungkinan besar beberapa
dari mereka melarikan diri dan menetap di Kalimantan Barat.
Pada tahun 1407, di Sambas didirikan Muslim/Hanafi - Chinese
Community. Tahun 1463 laksamana Cheng Ho, seorang Hui dari Yunan, atas
perintah Kaisar Cheng Tsu alias Jung Lo (kaisar keempat dinasti Ming)
selama tujuh kali memimpin ekspedisi pelayaran ke Nan Yang. Beberapa
anak buahnya ada yang kemudian menetap di Kalimantan Barat dan membaur
dengan penduduk setempat. Mereka juga membawa ajaran Islam yang mereka
anut.
Sejak Abad 17
Di abad ke-17 hijrah bangsa Cina ke Kalimantan Barat menempuh dua rute
yakni melalui Indocina - Malaya - Kalimantan Barat dan Borneo Utara -
Kalimantan Barat. Tahun 1745, orang Cina didatangkan besar-besaran
untuk kepentingan perkongsian, karena Sultan Sambas dan Panembahan
Mempawah menggunakan tenaga-tenaga orang Cina sebagai wajib rodi
dipekerjakan di tambang-tambang emas. Kedatangan mereka di Monterado
membentuk kongsi Taikong (Parit Besar) dan Samto Kiaw (Tiga Jembatan).
Tahun 1770, orang-orang Cina perkongsian yang berpusat di
Monterado dan Bodok berperang dengan suku Dayak yang menewaskan kepala
suku Dayak di kedua daerah itu. Sultan Sambas kemudian menetapkan
orang-orang Cina di kedua daerah tersebut hanya tunduk kepada Sultan
dan wajib membayar upeti setiap bulan, bukan setiap tahun seperti
sebelumnya. Tetapi mereka diberi kekuasaan mengatur pemerintahan,
pengadilan, keamanan dan sebagainya. Semenjak itu timbullah Republik
Kecil yang berpusat di Monterado dan orang Dayak pindah ke daerah yang
aman dari orang Cina.
Pada Oktober 1771 kota Pontianak berdiri. Tahun 1772 datang
seorang bernama Lo Fong (Pak) dari kampung Shak Shan Po, Kunyichu,
Kanton membawa 100 keluarganya mendarat di Siantan, Pontianak Utara.
Sebelumnya di Pontianak sudah ada kongsi Tszu Sjin dari suku Tio Ciu
yang memandang Lo Fong sebagai orang penting. Mandor dan sekitarnya
juga telah didiami suku Tio Ciu, terutama dari Tioyo dan Kityo. Daerah
Mimbong didiami pekerja dari Kun-tsu dan Tai-pu. Seorang bernama Liu
Kon Siong yang tinggal dengan lebih dari lima ratus keluarganya
mengangkat dirinya sebagai Tai-Ko di sana. Di San Sim (Tengah-tengah
Pegunungan) berdiam pekerja dari daerah Thai-Phu dan berada di bawah
kekuasaan Tong A Tsoi sebagai Tai-Ko.
Lo Fong kemudian pindah ke Mandor dan membangun rumah untuk
rakyat, majelis umum (Thong) serta pasar. Namun ia merasa tersaingi
oleh Mao Yien yang memiliki pasar 220 pintu, terdiri dari 200 pintu
pasar lama yang didiami masyarakat Tio Tjiu, Kti-Yo, Hai Fung dan Liuk
Fung dengan Tai-Ko Ung Kui Peh dan 20 pintu pasar baru yang didiami
masyarakat asal Kia Yin Tju dengan Tai-Ko Kong Mew Pak. Mao Yien juga
mendirikan benteng Lan Fo (Anggrek Persatuan) dan mengangkat 4 pembantu
dengan nama Lo-Man.
Lo Fong kemudian mengutus Liu Thoi Ni untuk membawa surat rahasia
kepada Ung Kui Peh dan Kong Mew Pak, sehingga mereka terpaksa menyerah
dan menggabungkan diri di bawah kekuasaan Lo Fong tanpa pertumpahan
darah. Lo Fong kemudian juga merebut kekuasaan Tai-Ko Liu Kon Siong di
daerah Min Bong (Benuang) sampai ke San King (Air Mati).
Sejak Abad 18
Lo Fong kemudian menguasai pertambangan emas Liu Kon Siong dan
pertambangan perak Pangeran Sita dari Ngabang. Kekuasaan Lo Fong
meliputi kerajaan Mempawah, Pontianak dan Landak dan disatukan pada
tahun 1777 dengan nama Republik Lan Fong.
Tahun 1795 Lo Fong meninggal dunia dan dimakamkan di Sak Dja Mandor.
Republik yang setiap tahun mengirim upeti kepada Kaisar Tiongkok ini
pun bubar. Oleh orang Cina Mandor disebut Toeng Ban Lit (daerah timur
dengan 1000 undang-undang .
Tahun 1795, berkobar pertempuran antara kongsi Tai-Kong yang berpusat
di Monterado dengan kongsi Sam Tiu Kiu yang berpusat di Sambas karena
pihak Sam Tiu Kiu melakukan penggalian emas di Sungai Raya Singkawang,
daerah kekuasaan Tai-Kong. Tahun 1796, dengan bantuan kerajaan Sambas,
kongsi Sam Tiu Kiu berhasil menguasai Monterado. Namun seorang panglima
sultan bernama Tengku Sambo mati terbunuh ketika menyerbu benteng
terakhir kongsi Tai Kong. Perang ini oleh rakyat Sambas disebut juga
Perang Tengku Sambo.
Pada 6 September 1818 Belanda masuk ke Kerajaan Sambas. Tanggal
23 September Muller dilantik sebagai Pejabat Residen Sambas dan esoknya
mengumumkan Monterado di bawah kekuasaan pemerintahan Belanda. Pada 28
November diadakan pula pertemuan dengan kepala-kepala kongsi dan
orang-orang Cina di Sambas.
Tahun 1819, masyarakat Cina di Sambas dan Mandor memberontak dan
tidak mengakui pemerintahan Belanda. Seribu orang dari Mandor menyerang
kongsi Belanda di Pontianak.
Pada 22 September 1822 diumumkan hasil perundingan segitiga antara
Sultan Pontianak, pemerintahan Belanda dan kepala-kepala kongsi Cina.
Namun pada 1823, setelah berhasil menguasai daerah Lara, Sin Ta Kiu
(Sam Tiu Kiu), Sambas, kongsi Tai Kong mengadakan pemberontakan
terhadap belanda karena merasa hasil perundingan merugikan pihaknya.
Dengan bantuan Sam Tiu Kiu dan orang-orang Cina di Sambas, kongsi Tai
Kong kemudian dipukul mundur ke Monterado.
Setelah gagal pada serangan kedua tanggal 28 Februari 1823, pada
5 Maret penduduk Cina yang memberontak menyatakan menyerah dan kemudian
11 Mei komisaris Belanda mengeluarkan peraturan-peraturan dan
kewajiban-kewajiban kongsi-kongsi.
Tahun 1850, kerajaan Sambas yang dipimpin Sultan Abubakar
Tadjudin II hampir jatuh ke tangan perkongsian gabungan Tai Kong, Sam
Tiu Kiu dan Mang Kit Tiu. Kerajaan Sambas meminta bantuan kepada
Belanda. Tahun 1851, kompeni Belanda tiba dipimpin Overste Zorg yang
kemudian gugur ketika perebutan benteng pusat pertahanan Sam Tiu Kiu di
Seminis Pemangkat. Ia dimakamkan di bukit Penibungan, Pemangkat.
Setelah Abad 18
Tahun 1854 pemberontakan kian meluas dan didukung bangsa Cina yang di
luar perkongsian. Belanda kemudian mengirimkan pasukan tambahan ke
Sambas yang dipimpin Residen Anderson. Akhirnya pada 1856 Republik
Monterado yang telah berdiri selama 100 tahun berhasil dikalahkan.
Tanggal 4 Januari 1857 Belanda mengambil alih kekuasaan Cina di
kerajaan Mempawah, dan tahun 1884 seluruh perkongsian Cina di
Kalimantan Barat dibubarkan oleh Belanda.
Tahun 1914, bertepatan dengan Perang Dunia I, terjadi
pemberontakan Sam Tiam (tiga mata, tiga kode, tiga cara). Pemberontakan
di Monterado dipimpin oleh bekas keluarga Republik Monterado, sedangkan
pemberontakan di Mempawah dipimpin oleh bekas keluarga Republik Lan
Fong. Mereka juga dibantu oleh masyarakat Melayu dan Dayak yang dipaksa
untuk ikut. Pemberontakan berakhir tahun 1916 dengan kemenangan di
pihak Belanda. Belanda kemudian mendirikan tugu peringatan di Mandor
bagi prajurit-prajuritnya yang gugur selama dua kali pemberontakan Cina
(tahun 1854-1856 dan 1914-1916). Perang 1914-1916 dinamakan Perang
Kenceng oleh masyarakat Kalimantan Barat.
Tahun 1921-1929 karena di Tiongkok (Cina) terjadi perang saudara,
imigrasi besar-besaran orang Cina kembali terjadi dengan daerah tujuan
Semenanjung Malaya, Serawak dan Kalimantan Barat.
--
Best Regards,
Eddy
.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.
.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.
.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.
.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
YAHOO! GROUPS LINKS